Di pertengahan bulan Nopember ini anak-anak di sekolah tempat saya mengajar beberapa terpilih mewakili Kabupaten Sukabumi untuk mengikuti Kemah Bakti Harmoni Beragama IV Jabar 2025 di Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor Sumedang. Alhamdulillah ada 4 siswa terpilih yang terdiri dari 2 siswa putra dan 2 siswi putri yang akan mengikuti kegiatan yang dibuka oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA ini.
Kegiatan ekstrakurikuler pramuka memang salah satu ekstrakurikuler yang disarankan untuk bisa diikuti oleh seluruh siswa dan di sekolah tempat saya mengabdi, mereka lumayan aktif dalam setiap kegiatannya. Belum lama ini anak-anak para anggota pramuka di sekolah juga aktif terlibat dalam acara Hari Pramuka tingkat Kecamatan Kadudampit, bahkan sepulangnya upacara, mereka juga ikut program penjelajahan ke daerah Situ Gunung dan menjajal jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Kini mereka dipercaya mengikuti kegiatan selanjutnya yaitu Kemah Bakti Harmoni Beragama.
Acara Kemah Bakti Harmoni Beragama Jabar 2025 ini selanjutnya dikenal juga dengan nama Kemah Harmoni. Tahun ini kemah pramuka lintas agama ini diadakan pada hari Kamis sampai Minggu, tanggal 20 sampai 23 Nopember 2025.
Keberangkatan Kemah ke Kiara Payung Jatinangor Sumedang
Untuk Kabupaten Sukabumi sendiri Kementerian Agama mengirim 48 pramuka dengan beberapa pembimbing yang dilepas langsung oleh perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi di halaman depan Masjid Raudlotul Irpan.
Pagi itu pada Kamis 20 Nopember 2025 empat siswa perwakilan sekolah dan 1 pembimbing dilepas dengan doa di depan halaman sekolah. Setelah itu tim sekolah kita berangkat menuju Masjid Raudlotul Irpan di Jalan Jalur Lingkar Selatan untuk bergabung dengan rekan-rekan pramuka lainnya se-Kabupaten Sukabumi.
Setelah semua berkumpul acara dibuka dengan sambutan dan juga rapalan doa dari perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi. Setelah itu para pramuka dilepas keberangkatannya secara simbolis oleh Pejabat Kementerian Agama sebelum menaiki bus yang telah disediakan.
Di bus menuju lokasi Kiara Payung Jatinangor Sumedang kita membutuhkan waktu lebih kurang 5 jam perjalanan. Lumayan jauh dan pegal, tapi yang namanya pramuka jago banget menghidupkan suasana, jadinya lama perjalanan Sukabumi - Sumedang tak terlalu terasa dengan banyaknya gurauan rekan-rekan sembari juga berkenalan satu sama lain dengan yang berbeda pangkalan atau beda sekolah.
Kemah 3 Hari dengan Guyuran Hujan
Nopember sedang lumayan tinggi-tingginya hujan merata di banyak wilayah Indonesia. Pun dengan para pramuka yang sedang melaksanakan Kemah Harmoni di Kiara Payung Jatinangor ini setiap harinya diguyur dengan hujan, apalagi di hari ketiga, hujan deras disertai angin menemani acara di hari akhir itu.
Tapi alhamdulillah empat pramuka yang mewakili sekolah kita dalam keadaan sehat dengan guyuran hujan yang terjadi setiap harinya. Untungnya juga para pembimbing yang mendampingi acara ini selalu siap stand by dan mengawasi masalah kesehatan anak-anak.
Salut juga dengan panitia penyelenggara kegiatan ini karena memang peserta yang hadir dalam Kemah Harmoni luar biasa membludak, lebih kurang 4.900 pramuka dari berbagai pangkalan atau sekolah. Dengan banyaknya peserta Kemah Harmoni ini seluruh rangkaian acara secara garis besar dapat berjalan dengan lancar dan tertib.
Penghargaan untuk Para Pramuka Tangguh
Acara Kemah Harmoni ini berakhir pada Ahad, 23 Nopember 2025. Tim dari Sukabumi setelah penutupan acara kemudian bergegas pulang dengan bus pada jam 11 siang. Alhamdulillah bus dilancarkan dalam perjalanan dan sampai dengan selamat pada sore sekitar waktu ashar.
Sebagai bentuk apresiasi telah mengikuti acara Kemah Bakti Harmoni Jabar 2025 ini seluruh anggota pramuka yang terlibat diberikan piagam penghargaan oleh panitia penyelenggara. Untuk anak-anak yang sekolah kita kirimkan penyerahan piagam pernghargaan ini diberikan secara simbolis oleh kepala sekolah pada upacara kenaikan bendera hari Senin.
Kepala sekolah dalam sambutannya mengucapkan selamat dan terima kasih karena mereka telah menjadi representatif dari sekolah dengan baik dan bisa mengikuti seluruh kegiatan kemah harmoni dengan aktif serta pulang dalam keadaan sehat wal'afiat.
Lesson Learned dari Kemah Bakti Harmoni Beragama di Kiara Payung Jatinangor Sumedang
Senang rasanya ketika anak-anak aktif berpartisipasi dalam acara sekolah, apalagi ketika acara tersebut di luar kelas yang melibatkan banyak orang seperti Kemah Bakti Harmoni Beragama ini. Apa alasannya? Karena banyak manfaat dan pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan tersebut.
Yang pertama adalah momen anak-anak untuk bisa jalan-jalan sambil belajar di luar kelas. Dengan ikut kegiatan seperti ini mereka diajarkan bahwa ruang belajar itu tidak hanya ruang kelas 8 x 9 tertutup tempat teori dan materi diajarkan, tetapi ruang kelas itu luas sekali karena pada hakikatnya alam ini adalah kelas belajar sesungguhnya.
Jadi ini tidak hanya sebatas jalan-jalan untuk kemping dari Sukabumi ke Sumedang saja, tetapi lebih dari itu, anak-anak sedang dalam proses belajar untuk memperkaya pengalaman belajar yang menyenangkan dengan terlibat di kegiatan ekstrakurikuler pramuka.
Lebih dari itu, di Kemah Bakti Harmoni Beragama di Kiara Payung Jatinangor Sumedang ini pesertanya adalah pramuka lintas agama. Saya pribadi berharap anak-anak akan semakin tumbuh rasa toleransi dan persaudaraan yang semakin solid sebagai sesama anak bangsa yang mana jelas kita memiliki latar belakang yang beragam, termasuk dalam hal agama. Harapan ini serupa dengan yang disampaikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar saat sambutan ketika membuka acara kemah ini.
Hal itu menempatkan penguatan karakter bangsa, moderasi beragama dan harmoni sosial sebagai agenda strategis. Ini menunjukkan pembangunan Indonesia tidak hanya berfokuskan pada ekonomi atau infrastruktur, akan tetapi juga pada kedaulatan, keteguhan sosial dan kedewasaan sosial dalam hidup keberagaman







Aakkk seruuuu
BalasHapusjadi inget jaman aku masih SD, ikutan kemah kayak begini jugaa
Semoga next, anak² se-Nusantara dapat kesempatann ikut Kemah Bakti Harmoni Beragama di Kiara Payung Jatinangor Sumedang
Mantab bangettt
Kemah tuh bikin senang jiwa raga
BalasHapusSelain bertemu banyak teman, juga pengalaman tak terlupakan
Makanya sangat bermanfaat kalau bisa ikut kemah
Aku juga dulu pengen tapi kolotnya ortu zaman dulu katanya bahaya
Padahal ya nggak juga asal anak dilatih jaga diri
Terima kasih untuk para pendamping dan pembimbing yang selalu siaga. Kebayang banget berkembang dengan hujan terus menerus itu sesuatu banget.
BalasHapusKegiatan seperti ini perlu sekali dilakukan, setuju kalau alam ruang belajar yang sesungguhnya. Alam banyak memberi materi dan jika di pelajari dengan baik, bisa jadi bekal di kemudian hari.
Eh aku jadi gagal fokus nih, hujan terus menerus dan baca kata Sumedang kok jadi inget tahunya yang panas2.Duh enaknyaaa.
Kemah ini jadi inget pas SMP mas Yonal. Jaman itu kemahnya bener² kerasa banget, bahkan ada jurit malamnya. Tapi jurit malamnya nggak ada horor²nya sama sekali padahal kami dulu di area semi hutan gitu. Area perkebunan cengkeh di bawah kaki gunung Ijen.
BalasHapusYang aku ingat itu justru dikemah kita dibentuk agar jadi sosok yang tangguh segala macam medan, menoleransi hidup dengan anggota tim yang berbeda karakter. Dan sama seperti kegiatan kemah ke Jatinangor Sumedang. ❤️❤️❤️
Walau sempat diguyur hujan, alhamdulillah acaranya berjalan lancar ya Kak Yon.
BalasHapusDaku pernah ikutan acara perkemahan waktu SMP, tapi bukan pramuka. Soalnya kegiatan pramuka di sekolah kala itu kurang peminatnya., dan hanya menjadi ekskul aja
Jadi nostalgia masa muda. Dari SD sampai SMP dulu aktif ikut pramuka. Saat SMA tidak ikut kagi karena di sekolah tidak ada. Paling suka dulu kalau kemah. Apalagi jambore yang berlomba dengan sekolah-sekolah lain. Seru gitu rasanya.
BalasHapusSukabumi ke Sumedang lumayan jauh ya. Samoai 5 jam perjalanan. Pegel pasti. Apalagi kemah di musim hujan, terasa tantangan tersendiri. Tubuh harus fit agar sehat selalu.
Waaahh jd ingaattt dulu ospekan di Kiara Payung waktu SMA. Seruu banget siihh dan dulu mah fasilitas belum sebaik sekarang di sana, dan Jatinangor asa jauuhh banget padahal sekarang enggak.
BalasHapusBerkemah di musim ujan emang tantangan, tapi biasanya jadi berkesan dan seru.. menambah solid juga antar peserta perkemahan.
effortnya kemah saat musim hujan itu memang sesuatu yaa hehe,,,
BalasHapustapi ini bener2 acara kemah besar yaa dengan peserta sampai 4900 org ini bener2 banyak banget mbaaa,,kebayang usaha panitianya agar acara berjalan dengan lancar dan sukses
ngomongin soal kemah saya sendiri pertama kali mengikuti kemah jaman awal sma dulu jadi ada semalam acara pengakraban gt mbaa..itu pengalaman pertamaku dan keinget sampai sekarang hehe
Waktu kami melaksanakan jambore kwartir cabang Cianjur di Cibodas, Minggu ketiga November kemarin banyak yg bercerita tentang kemah di Jatinangor ini. Senang ternyata ini cerita lengkapnya bisa saya dapatkan langsung, hehehe...
BalasHapusSalam Pramuka!
Sebuah pengalaman berharga untuk mengikuti acara kemah harmoni di Kiara payung dan saya sebagai mantan penduduk di kaki gunung manglayang sangat senang ketika tempat ini jadi sangat bermanfaat bagi banyak orang dan memberikan pengalaman yang amat berharga bagi anak-anak
BalasHapusSeru ya acaranya, anak-anak bertemu dengan teman sebaya dari berbagai daerah dan berkegiatan bersama tuh pengalaman yang berharga.. next mungkin dipertimbangkan, jadwal acaranya pas musim kemarau ya hehe biar lebih maksimal..
BalasHapusSeneng banget Pramuka masih digemari anak zaman now. Dgn tambahan tema dan penguatan mental, ekskul ini bakalan tetap diminati. Apalagi ini dpt tema baru berkaitan dgn lintas agama. Wah bakalan menarik sekali. Apalagi bakal dihadiri Menteri Agama.
BalasHapusKangen kemah dgn beragam tema spt ini. Jadi ga monoton Pramuka dasar mulu. Jadi ada tema lain yang disisipkan utk menambah wawasan siswa. Smg kerukunan masyarakat terus tercipta ya abis ikut kemping Harmoni ini.
kemah ini memang seru banget ya. apalagi kalau misalnya beneran aktif di pramukanya bisa sampai ada jambore internasional gitu acara berkemahnya
BalasHapusBelum pernah ikut kemping kemping lagi selama tinggal di Bandung. Which is udah dari 2002 berarti wkwkwkw.
BalasHapusPadahal dulu di Banten anak pramuka sejati yang pindah pindah gunung..
Setelah baca tulisan mr.president jadi kepikiran pengen kemping lagi..Jatinangor menarik sih ya buat dicoba
Jadi inget zaman SD,SMP dan SMA suka kemah pramuka. Meskipun lokasinya di area-area lokal saya sangat menikmatinya. apalagi pas menjelajah dan menebak-nebak sandi kode morse seruuu banget
BalasHapusAcara yang bagus nih pak, tidak hanya menguatkan ketangguhan mereka di alam tapi sekaligus juga mengajarkan toleransi beragama secara langsung
BalasHapusjadi teringat jaman dulu kemping pas sekolah
Lokasinya bikin aku mikir "Apakah Jatinangor dan Sumedang itu tetanggaan?"
BalasHapusMashaAllah yaa.. banyak pelajaran yang bisa dipetik ketika mengikuti sebuah acara Kemah Bakti Harmoni Beragama di Kiara Payung Jatinangor Sumedang. Anak-anak dapet pengalaman yang menarik juga teman untuk saling menghargai.
Ah senangnya bisa ikutan kemah seperti ini
BalasHapusPasti banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa diambil ya
Anak anak belajar bagaimana menghargai keberagaman
Seru banget baca cerita kemahnya mas, jadi berasa nostalgia pas muda dulu, hehehe.
BalasHapusKebayang gimana rame dan hebohnya perjalanan lima jam ke Sumedang bareng ribuan pramuka dari berbagai daerah. Meski hujan deras, tetap bisa jadi pengalaman berkesan yang bikin anak-anak makin tangguh dan kompak. Salut juga sama panitia yang bisa ngatur acara sebesar itu dengan lancar.
Yang paling keren sih, pesan toleransi dan kebersamaan lintas agama yang dibawa dari kemah ini. Rasanya adem aja lihat anak-anak belajar langsung di alam, sambil diajarin pentingnya harmoni sosial. Semoga pengalaman ini bikin mereka makin terbuka dan solid sebagai generasi muda Indonesia.