Untuk memberikan contoh literasi anak usia dini yang menyenangkan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan program Tandem Baper yang merupakan singkatan dari Tinggalkan Android dalam Empat Jam Bersama Perpustakaan. Program ini rutin di setiap libur semester sekolah, termasuk libur akhir semester ganjil pada Desember kemarin.
Pada libur semester yang bertepatan dengan libur akhir tahun kali ini Diarpus Kabupaten Sukabumi kembali menyelenggarakan acara Tandem Baper dengan membuka beberapa kelas pada 2 gelombang. Gelombang pertama pada 29 sampai 31 Desember 2025 dan gelombang kedua pada tanggal 5 sampai 7 Januari 2026.
Program Tandem Baper dari Diarpus Kabupaten Sukabumi
Pada awal Desember kemarin sempat melihat postingan di Instagram @diarpus_kabsukabumi tentang pendaftaran program Tandem Baper untuk libur semester ganjil di akhir tahun ini. Tentu saja kesempatan ini tak dilewatkan begitu saja karena anak-anak pun tertarik untuk mengikutinya.
Untuk mendaftar program Tandem Baper ini disediakan link yang harus diisi di bio Instagram milik Diarpus. Tak berpikir lama, langsung lah mendaftar untuk ketiga anak. Si Kakak ingin ikut kelas Bahasa Inggris lagi katanya, sedangkan dua adiknya yang baru kelas 1 sekolah dasar dan di taman kanak-kanak ikut kelas membaca.
Ternyata kelas yang dibuka untuk program Tandem Baper ini lumayan beragam juga pilihannya, seperti:
- Kelas Berhitung sebagai bagian dari literasi numerik dasar
- Kelas Membaca sebagai bagian dari literasi baca tulis dasar
- Kelas Animasi sebagai bagian dari literasi digital
- Kelas Bahasa Inggris
- Kelas Kerajinan Tangan; dan
- Kelas Menari sebagai bagian dari literasi budaya
Lumayan banyak kan, ya kelasnya. Jadi anak-anak bisa memilih sesuai minat dan bakat masing-masing setiap kelas yang tersedia. Tak lupa orang tua pun better mendampingi anak untuk memilih kelas mana yang disukai dari kelas di Tandem Baper ini.
Contoh Literasi Anak Usia Dini
Mengenalkan literasi kepada anak sedini mungkin sangat baik untuk tumbuh kembang mereka agar anak-anak dapat terbiasa dengan dunia membaca dan menulis, tetapi tentunya butuh suasana yang menyenangkan untuk mengenalkan literasi ini agar mereka pun dapat dengan suka cita menerima semua informasi dasar tentang literasi.
Dalam program Tandem Baper dari Diarpus Kabupaten Sukabumi yang rutin diselenggarakan tiap libur semester ini literasi dikenalkan dengan konsep wisata literasi di perpustakaan melalui beragam kelas yang disediakan. Beruntung tahun ini anak ke tiga dan ke empat bisa ikut salah satu kelasnya, yaitu kelas membaca dan kakaknya ikut kelas lainnya, kelas Bahasa Inggris.
Dari hari sebelumnya anak-anak sudah sangat semangat untuk ikut, apalagi anak ke tiga pernah ikut juga di semester sebelumnya, jadi dia tahu benar keseruan acaranya. Tapi untuk libur semester ini Si Kakak kebagian gelombang 2 pada awal januari 2026, jadi insyaAllah ceritanya akan ditulis terpisah nanti.
Maka pas hari H kita datang ke perpustakaan Kabupaten Sukabumi dan bertemu teman-teman baru yang juga ikut mendaftar di kelas membaca Tandem Baper, vibe nya ceria dan menyenangkan, apalagi para pembimbing setiap kelas memang menyambut anak-anak dengan sangat antusias sehingga berbanding lurus dengan anak-anaknya juga.
Sepulang dari kegiatan Tandem Baper ini anak-anak selalu antusias menceritakan apa-apa yang mereka kerjakan tadi di kelas membaca. Satu kata yang mewakili di panjangnya cerita mereka selama 2 hari di kelas Tandem Baper ini adalah: Menyenangkan.
Kok 2 hari? Katanya kegiatannya dari 29 sampai 31 Desember? Jadi kegiatan Tandem Baper ini memang 3 hari. 2 hari di dalam ruangan perpustakaan dan 1 harinya nanti outdoor dengan kegiatan khusus. Ini nanti kita tulis terpisah juga, ya ceritanya.
Setiap selesai kegiatan Tandem Baper Kakak-kakak pembimbing juga tak lupa membagikan dokumentasi kegiatan di kelas membaca. Dari sini kita sebagai orang tua makin yakin dengan keseruan acara ini terlihat dari ekspresi bahagia anak-anak di foto dan video yang dibagikan di grup WA orang tua peserta.
Dari dokumentasi yang dibagikan ini juga kita jadi tahu bahwa kelas membaca ini dibawakan dengan metode-metode yang fun, sehingga kita bisa berasumsi bahwa benar adanya contoh literasi anak usia dini yang menyenangkan itu bisa direalisasikan asal kita bisa men-delivery-nya dengan kreatif seperti para pembimbing di program Tandem Baper.
Beberapa kegiatan di kelas membaca sebagai bentuk contoh literasi anak usia dini yang menyenangkan antara lain:
1. Belajar dan Bermain dengan Huruf
Suasana belajar di kelas membaca Tandem Baper menggunakan konsep belajar sambil bermain agar anak-anak tidak kehilangan vibe liburannya. Maka semua materi ajar pun diberikan ke anak-anak dalam suasana serius tapi santai.
Sebagai konsep dasar dari kelas membaca tentu saja adalah mengenalkan huruf dan kata-kata dasar untuk anak-anak kelas TK dan sekolah dasar kelas awal. Tetapi di kelas ini materinya disampaikan agar anak tetap dalam kondisi nyaman dan rileks. Beberapa kegiatan pada bagian ini seperti bermain puzzle huruf, mencocokkan gambar dengan tulisan, belajar suku kata, dan asih banyak lagi yang lainnya.
Ini merupakan bagian dari salah satu kegiatan literasi baca tulis dasar yang diberikan kepada anak-anak. Dengan pembawaan suasana yang menenangkan diharapkan anak-anak akan menikmati dan terbiasa dengan dunia literasi.
2. Mendongeng
Ada juga sesi mendongeng, di mana pembimbing kelas membaca mengumpulkan anak-anak membentuk lingkaran kecil dan di kedua tangan pembimbing sudah ada dua boneka tangan berupa karakter hewan yang nantinya akan menjadi karakter utama dari cerita yang akan dibawakan oleh pembimbing.
Anak-anak terlihat fokus dan khusyu sekali mendengarkan setiap untaian diksi dari Kak Desi sebagai pembimbing yang menceritakan fabel ini. Mata mereka tertuju pada boneka tangan yang digerakkan mengikuti alur cerita yang dibawakan Kak Desi.
3. Bernyanyi dan Menari
Sesi yang tak kalah menariknya adalah ketika melihat dokumentasi video anak-anak sedang menyanyi dan menari mengikuti gerakan di video. Terlihat Si Bungsu sangat tertarik sekali pas bagian ini, ia bergerak aktif mengikuti tutorial dan senyumnya tak pernah lepas selama video diputar.
4. Menonton Film Edukasi
Menonton film edukasi adalah bagian dari literasi budaya dan kewarganegaraan. Di bagian ini anak-anak disuguhkan dengan video film pendek bentuk animasi yang sarat dengan nilai moral dan kebaikan. Diharapkan mereka secara perlahan dapat menyerap hikmah yang ada dalam tontonan tersebut sehingga bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari mereka.
POV Anak-anak Mengikuti Kegiatan Kelas Membaca di Tandem Baper Diarpus Kabupaten Sukabumi
Setiap menjemput kedua anak yang mengikuti kelas membaca di program Tandem Baper di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kebupaten Sukabumi ini anak-anak selalu ditanya bagaimana dengan kesan mereka dengan kegiatan-kegiatan di kelas membaca tadi. Jawaban pertama mereka adalah seru dan menyenangkan.
Lalu meluncurlah kalimat panjang lebar dari anak-anak ini tentang keseruan mereka selama kegiatan tadi bersama Kak Desi. Dari binar mata mereka tampak kesenangan dan kepuasan dari acara ini. Belum lagi mereka bilang sehabis acara semua anak-anak sebelum pulang diberi bingkisan snack satu kantong. Wah, makin senang saja mereka.
Alhamdulillah kita sebagai orang tua jadi ikut senang mendengar testimoni jujur anak-anak selama mengikuti kelas membaca Tandem Baper ini. Sekali lagi ini adalah bukti bahwa contoh literasi anak usia dini yang menyenangkan itu bisa sekali diberikan ketika kita dapat sekreatif mungkin mencari ide menyampaikannya.
Oh iya, teman-teman yang penasaran berapa biaya untuk bisa ikut kelas-kelas di Tandem Baper ini, semuanya gratis.. tis. Tinggal daftar dan nantinya kita akan dihubungi oleh pengurus perpustakaan untuk langkah-langkah selanjutnya. Semudah itu, ya.
Mudah-mudahan program memberikan contoh literasi anak usia dini yang sangat bermanfaat seperti ini juga bisa diadaptasi oleh perpustakaan-perpustakaan lainnya di berbagai daerah sehingga liburan anak-anak jadi lebih bermakna dan mengurangi PR orang tua untuk melepas anak-anak dari candu gadget. Atau mungkin teman-teman ada yang anaknya juga ikut kelas serupa selama libur sekolah kemarin? Bisa banget, ya berbagi pengalamannya di kolom komentar.









Posting Komentar