Seedbacklink
BloggerHub

Family Gathering Para Guru Sukabumi di Selabintana Conference Resort

Family Gathering di Selabintana Conference Resort

Setiap tahun guru-guru madrasah di bawah Kementerian Agama merayakan 1 hari istimewa yang disebut Hari Amal Bakti atau dikenal dengan HAB setiap 3 Januari. Hari Amal Bakti sendiri adalah hari peringatan ulang tahun Kementerian Agama yang kalau di Sukabumi biasanya diisi dengan upacara Hari Amal bakti dan juga family gathering para guru.

Untuk upacara Hari Amal Bakti dan family gathering diadakan di hari dan tanggal terpisah. Kalau upacara Hari Amal Bakti diselenggarakan tepat di tanggal 3 Januari, sedangkan family gathering pada tanggal 27 Desember 2025. 

Tempat diadakannya family gathering ini adalah di Selabintana Conference Resort, persis seperti tahun sebelumnya. Kadang terpikir, ini tak ada ide kah untuk mencari tempat lain? Ternyata alasannya karena Selabintana Conference Resort ini adalah tempat dengan area yang cukup luas untuk bisa menampung para guru yang hadir dari seluruh pelosok Kabupaten Sukabumi. Jadinya tak aneh tempatnya dipilih ini lagi, ini lagi.

Selabintana Conference Resort sendiri adalah salah satu tempat wisata di Selabintana, Sukabumi. Banyak fasilitas yang bisa kita nikmati di sini mulai dari hotel, restoran, water park, serta taman dan area rekreasi. Untuk lokasi family gathering kemarin panitia mengambil area taman dan area rekreasi yang memang luas dan cukup menampung banyak orang.

Untuk bisa hadir pada acara family gathering ini kita para guru membayar IDR 125.000 di mana nantinya dengan membayar uang sejumlah nominal itu kita akan mendapat kaos dan juga kartu undian doorprize. Doorprize nya sendiri bermacam-macam, mulai dari kipas angin, rice cooker, televisi, sampai sepeda listrik pun ada.

Kalau saya sendiri selama mengikuti family gathering ini belum pernah mendapat doorprize sekalipun, tapi alhamdulillah kalau teman-teman pengajar lainnya ada yang dapat, jadinya ikut senang juga melihat kesumringahan rekan mengajar yang pulang bawa doorprize.

Tiba-tiba Hujan di Tengah Acara Family Gathering

Saya berangkat ke Selabintana Conference Resort dengan istri dan juga anak-anak. Tak lupa rekan-rekan relawan pengajar di madrasah yang sedang kami rintis pun diajak serta untuk mengikuti family gathering ini agar bisa berkenalan dan bersilaturahmi dengan para pengajar lainnya.

Perjalanan dari rumah menuju lokasi acara lumayan memakan waktu, kira-kira 1 jam. Padahal kita masih satu kabupaten, tapi memang efek Sukabumi yang menjadi kabupaten terluas di Jawa Barat, jadinya dari kita di Kecamatan Kadudampit ke wilayah Selabintana ini memang lumayan memakan waktu.

Setibanya di jalan Selabintana arus lalu lintas mulai tersendat. Terlihat motor dan mobil di sepanjang jalan adalah para guru yang menuju lokasi famili gathering, terindikasi dari kaos yang mereka gunakan. Seragam, sama dengan yang saya gunakan juga, kaos warna biru dengan logo Kementerian Agama dan juga logo HAB ke-80.

Lebih kurang jam 9 pagi kita sudah di lokasi. Ada panggung besar tempat menyimpan barang-barang yang akan jadi doorprize dan tampak pula seorang master of ceremony yang memimpin acara di atas panggung tersebut.

Guru-guru pun sudah banyak yang hadir. Senang rasanya bertemu teman-teman seperjuangan. Walaupun berbeda tempat tugas, tapi alhamdulillah kita lumayan banyak kenal karena lumayan sering bertemu juga di beberapa kegiatan keguruan.

Salah satu kebiasaan kita kalau ada family gathering di Selabintana Conference Resort ini adalah membuat nasi timbel. Nasi timbel sendiri adalah nasi yang dibungkus dengan daun pisang dengan membentuk seperti lontong namun dalam versi yang lebih besar. Untuk lauk pauknya bebas.

Makannya kita botram, yaitu makan bersama khas orang Sunda sambil lesehan dengan formasi memanjang atau melingkar. Lauk pauk yang dibawa para guru disimpan di tengah-tengah nasi, jadi kita saling mencoba ragam lauk pauk yang ada.

Makan Botram ini sangat terasa kekeluargaannya, karena makanan yang kita bawa masing-masing dari rumah dinikmati bersama-sama. What a priceless moment.

Belum lama kita menikmati acara, hujan turun. Gerimis, tapi intens. Banyak yang menepi, tapi juga banyak yang kehujanan karena minimnya tempat untuk berteduh karena lokasi acara tepatnya ada di bagian taman.

Selabintana resort hotel

Beberapa yang tak terganggu dengan adanya hujan di acara family gathering ini adalah anak-anak. Mereka sedari kedatangan tertarik untuk menceburkan diri di sungai kecil yang airnya deras dan bening di area taman Selabintana Conference Resort ini. Untungnya sejak dari rumah kita sudah bawakan mereka baju ganti, jadi ketika anak-anak minta main di sungai, gaskeun aja!.

Acara Tetap Berlangsung, Tapi Kurang Kondusif

peluncuran buku antologi

Di antara sekian acara di family gathering ini ada juga peluncuran buku antologi yang disusun oleh para guru. Dua di antara penulis dalam Antologi Buku Guru Bagja dan Berkah ini adalah rekan guru dari MA Raudlotul Ulum. Alhamdulillah, senangnya nular lihat rekan-rekan guru aktif di dunia literasi dengan menjadi bagian dari penulis buku antologi.

Acara peluncuran dan foto bersama para penulis antologi agak tergesa-gesa karena hujan sudah mulai turun. Hujan gerimis turun dan lumayan awet di hari Sabtu itu, tapi acara terus berlangsung, bahkan beberapa kali acara diselang dengan hiburan musik dangdut. Di hati ini merasa miris, kok sekelas acara Kementerian Agama hiburannya musik dangdut, walaupun biduannya memakai pakaian yang menutup aurat, tetapi mendengar sekilas lirik-lirik lagu yang dibawakannya serasa tak pantas.

Hujan semakin intens. Terlihat banyak guru yang mulai membubarkan diri. Pun dengan kami. Akhirnya anak-anak yang sudah main di aliran sungai berganti baju dan kita ajak pulang saja.

Sebelum pulang kami mampir ke Sono Coffee untuk menghangatkan badan dengan menikmati menu-menu nusantara dan minuman tradisional yang hangat. Untuk cerita kita di Sono Coffee insyaAllah akan dituliskan terpisah agar mempunyai ruang ceritanya tersendiri.

Walau acara family gathering tahun ini kurang kondusif karena kendala cuaca, tapi kita sangat bersyukur bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan para pejuang pendidikan yang kita kenal di daerah-daerah lainnya di Kabupaten Sukabumi. Mudah-mudahan ada umur untuk bisa bersua kembali dengan suasana yang lebih nyaman di acara-acaranya pertemuan selanjutnya.

19 komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke laman lisenzia.com. Semoga bermanfaat, ya
  1. Anak anak pasti senang ya meski hujan tetap kondusif buat bermain
    Malah makin semangat diguyur hujan
    Semoga makin langgeng networking-nya dengan adanya kegiatan seperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walau hujan, tapi suasana terasa hangat ya Mas?

      ku jadi ingat, ibuku kan guru juga. beberapa kali ada famGath dgn guru² satu sekolah

      aku ikuttt dong.
      walau blum kenal dgn anak² guru² lain, entah kenapa, kok hatiku berasa hangat dan penuh 😍😍😍 baca postingan ini, aku jadi nostalgia ke famGath sekolah ibukuuuu

      Hapus
  2. Gathering kayak gini serunya nggak cuma kumpul² ya mas Yonal. Justru ada ndagingnya juga, agenda peluncuran bukunya. Jadi banyak guru² yang jadi termotivasi untuk terus menulis.

    Meski memang kadang hujan bikin nggak kondusif, tapi ilmu dan silahturami malah bisa jadi bagian hangat di acara ini. Aahh, sehat² untuk para guru.. 🥰🥰

    BalasHapus
  3. Meski hujan melanda ketika acara family gathering berlangsung, tetapi tidak mengurangi semangat, antusias serta kebersamaannya.

    Terasa sampai ke pembaca, bahwa acara tahunan ini selalu berkesan. Terlepas dari belum pernah menang door prize, semoga tahun depan menang door prize ya.

    Tempat family gathering nya juga begitu nyaman, luas dan mumpuni. Salut sih sama pengelola Selabintana Conference Resort. Bisa jadi tempat yang sangat rekomended.

    BalasHapus
  4. Duh, agak gemes memang ya pak. Kenapa perkara dangdut tuh selalu disandingkan dalam setiap acara perkumpulan kalo di Indonesia. macem udah jadi tradisi, yang padahal gak wajib sama sekali. Bahkan seringnya bertentangan dengan nilai-nilai norma dan agama. Macem biduan yang datang abis acara maulid itu, hiks. Miris.

    Sabar ya Pak Yonal, bapak tidak sendiri. Saya pun namanya selalu asem emang kalo pas pembagian doorprize. Selalu gak kebagian apa-apa, cuma hikmahnya aja. Hiks

    BalasHapus
  5. Selabintana memang juaranya kalau soal menampung massa, suasananya selalu bikin kangen meski "itu-itu lagi". Momen botram nasi timbelnya benar-benar terasa hangat khas kekeluargaan guru Sukabumi. Sayang sekali ya cuaca kurang mendukung dan hiburannya terasa kurang pas. Tapi yang penting silaturahmi tetap terjaga dan anak-anak senang bisa main di sungai.
    Doaku semoga ntar dapet doorprize dilain waktu dan kesempatan yah
    Ditunggu cerita lanjutannya di Sono Coffee!

    BalasHapus
  6. Musim hujan memang jadi peer tersediri ya kalo melakukan kegiatan outdoor seperti ini menjadikan acara terlihat asal selesai saja...dan hujan juga menjadi teman anak2 karena mereka justru hepi kalau bertemu air hujan ya pak...
    Btw iyaa loo masak hiburan nya musik dangdut??? gak habis pikir juga aku kenapa gak nasyid gitu saja yaa kan jadi lebih related, aura Islam nya jadi lebih berasa..sepertinya perlu ditinjau ulang untuk pemilihan pengisi acaranya :)

    BalasHapus
  7. Saya baru tahu ada Hari Amal Bakti untuk memperingati ulang tahun Kementrian Agama. Walaupun ditemani gerimis pasti tetap seru ya. Apalagi buat anak-anak. Dan yang paling menarik itu acara botramnya . Saya juga suka makan botram rame-rame. Bisa merasakan masakan orang lain hehehe...

    Sayangnya hiburannya aja yang kurang pas ya. Nggak masuk sama tujuan caranya.

    BalasHapus
  8. Amin untuk umur panjang dan bisa kembali bertemu dalam gathering guru².
    Hujan memang kurang nyaman kalau urusan acara kumpul². Apalagi kalau ada hiburan dan doorprize.

    Wuah nasi timbel, itu aku suka apalagi panas2 dan tempatnya dingin. Nikmat banget.

    Baca ini aku langsung inget kenangan tentang Salabintana. Tempat yang men-sah-kan sesuatu dan janji yang terwujud. Audah puluhan tahun tapi rasa tetap sama saat mengingatnya.

    BalasHapus
  9. Selabintana memang cocok banget ya buat acara rame-rame, suasananya adem dan lega jadi bikin kumpul bareng terasa lebih nyaman. Saya suka kalau sebuah tempat bukan cuma enak secara fasilitas, tapi juga bisa mendukung momen kebersamaan jadi lebih hangat dan terarah. Semoga makin banyak yang bisa bikin kenangan seru di sana, karena tempat yang tepat memang bisa bikin cerita keluarga jadi lebih berkesan.

    BalasHapus
  10. Bikin acara gathering tapi di musim hujan tuh a big no no banget sih. Apalagi musim hujan tahun ini agak mundur. Biasanya kan bulan berakhiran ber tuh selalu hujan deras. Ini malah Januari hingga Februari masih deras juga. Untung acaranya lancar bgt ya mas.

    Smg gathering tahun depan giliran mas utk dapat doorprize deh ya. Amiin. Mgkn saat ini blm rezeki tp dgn masih menjadi guru dan bs bermanfaat buat org lain tuh rezeki sekali sih.

    BalasHapus
  11. Faktor cuaca memang berpengaruh kalau mengadakan kegiatan ya, apalagi acaranya tuh outdoor yang tiba-tiba aja bisa langsung cuaca nggak bersahabat.
    Meski demikian gatheringnya berlangsung apik ya, karena bisa kumpul silaturahmi di Selabintana. Bisa deh kak diagendakan lagi pada saat musim panas biar dapat nuansa yang berbeda hehe

    BalasHapus
  12. Wah seru banget acara gathering seperti ini ya
    Nggak hanya untuk healing, tetapi jiga bisa mempererat silaturahmi ya

    BalasHapus
  13. Saya suka kalau diajak ikut accara gethering seperti ini, Mas. Selian bisa kumpul dan silaturahmi, juga berpeluang dapat doorprize hahaha. Walau saya pun belim pernah menang undian. Dan walau turun hujan, tapi teta seru ya, Mas. Termasuk anak-anak bisa main air di sungai kecil itu. Nah makanya kenapa Selabintana Conference Resort ini dipilih terus untuk acara gethering, karena areanya luas dan fasilitasnya juga sudah lengkap. Tapi semoga tahun depan, getheringnya bisa digelar di tempat lain yya, Mas. Jadi ada suasana baru.

    BalasHapus
  14. Padahal pinginnya kalau ada gathering yang diadakan tiap tahun tuh lokasinya beda-beda ya, Kak. Biar bisa sekalian refreshing gitu.

    Tapi, kalau pesertanya banyak tuh emang jadi sedikit pilihannya. Paling ya balik ke Selabintana Conference Resort lagi deh.

    BalasHapus
  15. Bagian botram itu memang paling menyenangkan sih yaa. Terasa banget kekeluargaannya karena masing-masing membawa makanan dari rumah untuk dinikmati bersama. Jadi memang menyiapkan yang bisa dinikmati semuanya gitu.

    Sayang ya turun hujan, jadi acaranya gak terlalu kondusif. Tapi mantep sudah meluncurkan buku antologi kayak gitu. Bisa banget jadi momen yang membanggakan jugaa ituu.

    Terus anak-anak memang deh bisa menularkan rasa senangnya. Walaupun acara gak kondusif, tapi ngeliat anak-anak bahagia bermain di sungai kecil saat hujan, tetap bikin kondisi semuanya jadi tetap menyenangkan gitu.

    Semogaa family gathering tahun depan bisa terlaksana lebih kondusif ya pak.

    BalasHapus
  16. Kawasan Salabintana emang lokasi legend buat wisata dan betah banget kalau sudah ada disana,,,,,adem, tenang dan seneng aja lokasinya luas.

    BalasHapus
  17. seru juga ya acara family gathering ini dan saya kira tadi ini gurunya di satu sekolah ternyata semua guru madrasah yaa. Untuk acara family gathering memang pilihan tempatnya sudah oke tapi sayang ada hiburan dangdut gitu ya, mas dan hujan juga jadinya acaranya harus segera diakhiri

    BalasHapus
  18. Seru banget pasti nih gathering di situ.. Selabintana punya porsi sendiri di masa kecil saya Pak.
    Nuansa sejuknya bikin betah dan nyaman banget.
    Dulu sesekali ke sana untuk bertandang ke rumah saudara almarhum ayah. pulangnya beli mochi favorit hehe..

    BalasHapus