Tak terasa 2026 sudah satu bulan kita lewati dan Februari sudah menyapa saja di tanggal awalnya. Apa kabar dengan resolusi Kita? Semoga bertahap bisa kita ikhtiarkan dengan maksimal setiap mimpi dan ide kita, ya.
By the way bagaimana juga dengan bulan perdana di 2026 versi teman-teman? Mudah-mudahan Januari bisa menjadi batu loncatan dan api semangat untuk menapaki bulan-bulan selanjutnya untuk kita semua. Amin.
Kalau Januari versi kita bersama anak-anak pramuka di sekolah kemarin ditutup dengan hiking ke Situ Gunung dalam rangka pelantikan Penegak Bintara. Sekedar informasi, dalam gerakan pramuka itu ada beberapa tingkatan, yang salah satunya tingkatan penegak, yaitu pramuka usia 16 sampai 20 tahun (usia SMA), nah pramuka penegak ini ada tingkatannya lagi, salah satunya adalah Penegak Bantara.
Level Penegak Bantara bisa dicapai oleh anggota pramuka jika mereka telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang terdiri dari 28 item, meliputi aspek kepramukaan, keagamaan, kedisiplinan, dan keterampilan.
Di Sabtu, 31 Januari kemarin beberapa anggota pramuka yang mayoritas kelas sebelas telah menyelesaikan SKU mereka dan berhak dilantik menjadi pramuka Penegak Bantara. Untuk proses pelantikan ini kita adakan di Situ Gunung, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi dan untuk mencapai ke lokasi kita uji akhir kekuatan fisik mereka dengan hiking.
Situ Gunung sendiri merupakan kawasan wisata alam di bawah kaki Gunung Gede Pangrango. Di Situ Gunung ini ada banyak destinasi yang bisa kita pilih mulai dari danau, air terjun, jembatan gantung (terpanjang di Asia Tenggara), dan masih banyak lagi yang lainnya. Kalau kemarin kita ke bagian danau ny yang dikenal dengan danau Situ Gunung.
Perjalanan Hiking ke Situ Gunung
Melihat definisi, hiking ternyata memiliki beberapa arti. Contohnya definisi hiking menurut Oxford English Dictionary yang menyebutkan kalau hiking itu adalah aktivitas jalan-jalan jauh, terutama lintas negara. Agak jauh kalau melihat definisi versi Oxford ini karena hiking kita kemarin masih dalam area satu kecamatan.. hehe.
Kalau dari pengertian umum kita bisa menyimpulkan kalau definisi ini adalah aktivitas berjalan kaki di jalur yang sudah ada, melalui pegunungan, semak-semak, dan daerah pedesaan. Yang ini definisi nya mendekati dengan apa yang kita lakukan kemarin karena memang jalurnya melewati yang sudah ada, yaitu jalur pedesaan dan pegunungan.
Titik awal kita ambil di halaman sekolah. Kita berkumpul mulai jam 7 pagi, kemudian acara dimulai dengan apel bersama sembari mendengarkan amanat dari pembina pramuka. Tak lupa sebelum berangkat kita berdoa terlebih dahulu meminta kepada Allah agar dilancarkan dalam perjalanan hiking ini.
Setelah apel bersama selesai, perjalanan di mulai. Kita start dari lapangan sekolah MA Raudlotul Ulum di Desa Citamiang, Kecamatan Kadudampit menyusuri beberapa pedesaan dan terus naik ke pegunungan sampai akhirnya sampai di danau Situ Gunung.
Oh iya, salah satu lokasi yang dilewati saat hiking ke Situ Gunung adalah lokasi saung Abah Bohi, tempat LDKS anak-anak OSIS yang dilaksanakan pada semester 1 kemarin. Jadinya langsung teringat kenangan perjalanan ke saung Abah Bohi yang penuh perjuangan tapi berbalas manis dengan indahnya pemandangan dataran tinggi Babakan Kembar, Kadudampit.
Cape kah saat hiking? Pasti, tentu saja. Makanya kita juga beberapa kali istirahat terlebih dahulu meluruskan kaki, minum dan menarik napas. Setelah beberapa waktu, baru kemudian kita kembali melanjutkan perjalanan.
Salah satu yang jadi pengobat rasa cape perjalanan ini adalah indahnya pemandangan alam selama hiking. Apalagi setelah memasuki area pegunungan di wilayah Kadudampit hawanya terasa segar. pemandangan hijau yanga sri dari dedaunan tanaman dan pepohonan yang berdiri gagah di bahu kanan kiri jalan yang kita lewati. Bahkan gagahnya Gunung Gede Pangrango nampak jelas terlihat saat langkah demi langkah kita menuju lokasi.
Tiba di Lokasi Danau Situ Gunung
Setelah perjalanan lebih kurang 3 jam akhirnya kita sampai di danau Situ Gunung. Rasanya semua lelah hilang ketika melihat indah dan tenangnya danau Situ Gunung yang dipercantik dengan rimbunnya pepohonan dan hijaunya hamparan rumput di sekitar danau.
Setelah istirahat dan makan siang para anggota pramuka selanjutnya dilantik menjadi Penegak Bintara dengan prosesi pelantikan yang diketuai pembina pramuka dari ambalan kita. Tanda dari mereka yang telah menjadi Penegak Bantara adalah dikukuhkan dengan penyematan Tanda Kecakapan Umum di kedua bahu baju pramuka.
Tanda Penegak Bantara sendiri berbentuk trapesium dengan dasar warna hijau tua dengan lambang tunas kelapa dan bintang berwana kuning di tengahnya. Filosofi dari tanda ini adalah keseimbangan dan ketakwaan.
Setelah prosesi pelantikan selesai acara dilanjutkan dengan dengan ramah tamah sambil menikmati keindahan alam ala Situ Gunung.
Sebenarnya kita lumayan sering ke Situ Gunung, termasuk acara penutupan Matsama (Masa Ta'aruf Siswa Madrasah) di awal tahun pembelajaran pun juga di sini. Tapi kita tak pernah bosan sama sekali mentafakuri lukisan Tuhan yang menakjubkan di sini.
Lesson Learned dari Hiking ke Situ Gunung
Untuk kepulangan kita tidak kembali menyusuri jalan setapak melewati pegunungan dan pedesaan seperti perjalanan awal, tetapi panitia sudah memesan untuk dijemput mobil di Situ Gunung.
Rasa pegal pastinya terasa dalam hiking berjam-jam dalam rangka pelantikan Penegak Bantara ini. Itu kenapa dalam kepulangan panitia lebih memilih untuk menggunakan mobil saja.
Tapi lebih dari rasa pegal yang dirasakan di kaki, kita berharap lebih agar hiking ini menjadi eduwisata dan memberikan pembelajaran bahwa ternyata kita bisa dan kuat menapaki jalan berjam-jam menuju sebuah lokasi, kemudian tak lupa rasa syukur kita kepada Tuhan karena alam yang diciptakan-Nya sungguh indah untuk dapat kita nikmati. Tak lupa, mudah-mudahan dengan hiking kita juga semakin sehat secara fisik dan mental, ya. Aamiin.









Posting Komentar