Kota Sukabumi dinyatakan sebagai Kota Paling Toleran nomor 1 di Jawa Barat dan urutan ke-6 secara nasional berdasarkan data dari Setara Institute. Setara Institute sendiri adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada isu demokrasi, hak asasi manusia, keberagaman, dan kebebasan beragama. Salah satu tujuan dari Setara Institute yang salah satu pendirinya Gus Dur ini adalah ingin mempromosikan Indonesia sebagai negara yang inklusif, makanya mereka sampai mengadakan penelitian tentang kota-kota yang mempunyai tingkat toleransi bagus di Indonesia.
Penilaian kota paling toleransi ini berdasarkan pada beberapa aspek seperti kebijakan pemerintah, pengelolaan keberagaman, sampai pada tingkat kerukunan masyarakatnya. Lumayan complicated juga indikasi untuk penilaiannya, ya.
Pemberian peringkat Kota Paling Toleran di Indonesia ini kemudian dibuat dalam bentuk formal, yaitu dalam ajang Indek Kota Toleran atau IKT. Setiap kota yang masuk dalam peringkat kota paling toleran diberikan penghargaan untuk menjadi motivasi dalam menjaga toleransi di setiap wilayahnya.
Pun dengan Sukabumi yang dianugerahi sebagai Kota Paling Toleran di urutan nomor 6 secara nasional, penghargaannya diterima langsung oleh Walikota Sukabumi, Ayep Zaki di Jakarta pada Mei 2025 lalu.
Pesona Kota Sukabumi dalam Hal Toleransi
Untuk informasi, Sukabumi itu terbagi dua, ya. Ada Kabupaten dan ada juga wilayah Kotamadya. Nah, yang dapat penghargaan kota toleransi itu adalah wilayah Kotamadya.
Kota Sukabumi sendiri adalah wilayah yang hanya mempunyai wilayah 48,33 km persegi dan enklave atau dikelilingi oleh wilayah Kabupaten Sukabumi yang luasnya jauh berkali lipat, yaitu sekitar 4.164 km persegi.
Ciri khas yang sama baik di kabupaten maupun Kotamadya Sukabumi adalah udaranya yang sejuk dan segar. Ini karena kedua wilayah tersebut berada di bawah kaki Gunung Gede Pangrango.
Lalu apa menariknya jalan-jalan di Kota Sukabumi? Walaupun mempunyai wilayah yang tak terlalu luas, ada banyak yang bisa kita jelajah di kota yang dijuluki Mutiara dari Priangan Barat oleh penjajah Belanda ini, beberapa yang relate dengan masalah toleransi dan keberagaman.
Lapang Merdeka, Masjid Agung & Gereja Sidang Kristus

Salah satu ikon dari Kota Sukabumi adalah Lapang Merdeka. Di sini banyak warga sering berkumpul dari berbagai kalangan untuk berolahraga, kulineran atau duduk-duduk santai di bawah rindangnya pepohonan di sekitar Lapang Merdeka. Yang menarik di sebelah selatan Lapang Merdeka ada dua tempat ibadah yang cukup terkenal yang letaknya berdekatan, yaitu Masjid Agung Sukabumi dan Gereja Sidang Kristus. Ini mengingatkan kalau di Jakarta seperti Masjid Istiqlal yang juga bangunannya berdekatan dengan Gereja Katedral.
Masjid Agung Kota Sukabumi adalah salah satu tempat ibadah umat Islam tertua di Sukabumi. Masjid ini dibangun pada abad 19, diperkirakan sekitar tahun 1836. Sampai saat ini Masjid Agung Sukabumi telah mengalami beberapa kali renovasi sehingga desain dan arsitektur yang sekarang lebih tampak modern.
Tak jauh dari Masjid Agung Kota Sukabumi, ada Gereja Sidang Kristus yang sama berdiri dengan kokohnya. Gereja Sidang Kristus sendiri merupakan salah satu bangunan bersejarah di Sukabumi karena gereja ini dibangun pada zaman penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1911. Sudah lama juga, ya, dan kerennya lagi bangunan tersebut masih berdiri tegak dan masih difungsikan sebagai tempat ibadah.
Hadirnya dua tempat ibadah dari dua agama berbeda di lokasi yang berdekatan menunjukan salah satu indikasi keharmonisan dalam kebebasan menjalankan ajaran agama masing-masing. Dan sepengalaman tinggal di Sukabumi, alhamdulillah, belum atau tidak pernah mendengar ada gesekan dalam hal kebebasan ibadah ini.
Kuliner Bacang dan Mochi
Lanjut ke bagian selatan dari Masjid Agung Sukabumi, ada wilayah Odeon yang dikenal sebagai pecinan nya Sukabumi. Di daerah ini memang terkenal banyak ditinggali oleh masyarakat Sukabumi yang beretnis China, anak sekarang menyebutnya Cindo, China Indonesia.
Yang paling terkenal dari Odeon adalah kulinernya yang khas. Salah satu makanan pecinan yang banyak disukai di sini tentu saja bacang. Bacang atau sering juga disebut Bakcang adalah makanan yang terbuat dari beras ketan yang dikukus, kemudian dalam adonan bacang ini ada isian daging. Biasanya ada varian daging babi, sapi atau ayam. Tambahan lainnya ada jamur dan telur asin. Adonan bacang dibungkus dengan pisang dan dibentuk segi tiga limas, baru kemudian dikukus.
Untuk teman-teman muslim yang mau mencoba bacang di Odeon, tenang saja, beberapa kedai ada yang menyediakan versi halal, ini akan terlihat biasanya di depan etalase mereka yang memajang sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai penanda.
Untuk makanan-makanan lainnya ada juga pujasera di daerah Odeon yang menyediakan makanan-makanan khas China dengan ragam menu halal maupun non halal. Ini bisa jadi salah satu list untuk destinasi wisata kuliner nih.
Kuliner lain yang juga menjadi simbol paduan kultur di Sukabumi adalah Mochi. Mochi dalam sejarah adalah salah satu makanan Jepang, tapi di Sukabumi, mochi juga salah satu penganan khas yang banyak dijadikan buah tangan oleh para pelancong.
Ada beberapa titik tempat penjualan mochi yang sudah melegenda. Salah satu jalan yang bisa kita jelajah adalah jalan Bhayangkara. Di sini ada Mochi Lampion di Jalan Kaswari, Bhayangkara yang rata-rata selalu penuh oleh pembeli setiap harinya, tapi kalau teman-teman malas mengantre untuk mendapatkan Mochi Kaswari (sebutan lain Mochi Lampion), ada banyak toko-toko lain yang bisa menjadi alternatif sepanjang jalan Bhayangkara ini.
10 Kota Paling Toleran di Indonesia
Dalam penganugerahan Indeks Kota Toleran (IKT) di Hotel Bidakara, Jakarta pada 17 Mei 2025 lalu, Setara Institute mengumumkan 10 Kota Paling Toleran di Indonesia.
- Salatiga, Jawa Tengah dengan nilai 6,5
- Singkawang, Kalimantan Barat dengan nilai 6,4
- Semarang, Jawa Tengah dengan nilai 6,3
- Magelang, Jawa Tengah dengan nilai 6,2
- Pematang Siantar, Sumatera Utara dengan nilai 6,1
- Sukabumi, Jawa Barat dengan nilai 5,96
- Bekasi, Jawa Barat dengan nilai 5,93
- Kediri, Jawa Timur dengan nilai 5,92
- Manado, Sulawesi Utara dengan nilai 5,91
- Kupang, NTT dengan nilai 5,8
Di antara 10 Kota Paling Toleran versi Setara Institute ini, adakah kota tempat tinggal teman-teman? Kalau pun tak ada, it's Ok. Kita percaya masyarakat Indonesia sangat menghargai perbedaan dan kita sudah lama hidup berdampingan dalam kebhinekaan dengan kondisi yang damai.
Mudah-mudahan akan selalu terjaga dalam keharmonisan ragam perbedaan yang ada di tanah air kita dan dengan toleransi yang terjaga pastinya akan membuat kita selalu nyaman traveling kemana pun di negeri ini.









Waah untuk yang wilayah Jabodetabek, Bekasi yang termasuk kota paling toleran ya. Apalagi di atasnya ternyata kotanya Kak Yonal nih.
BalasHapusCiamik hal-hal yang ada di Sukabumi, terlebih kulinernya si mochi yang enak, dan apiknya 2 tempat ibadah yang tetep sohib, seperti Istiqlal dan Katedral ya
Wah lihat angka di atas gak ada Surabaya ya hahaha
BalasHapusMungkin lebih tepatnya bukan lagi toleran tapi semacam tidak peduli sebab hari gini kalau ikut campur masalah orang malah bisa diseret seret sebagai orang yang bersalah dan pemicu masalah ada, aneh kan
Makanya bersyukur jika memang berada di kota yang tolerannya tinggi
Komentar ini mewakili saya banget. Kebetulan saya tinggal di area yang tetangga terdekatnya termasuk yang baik2 aja. Dan saya beribadah di gereja yang tua dan masuk dalam bangunan yang dilindungi. So, gak apa lah Jakarta gak masuk di list karena yang terpenting, saya dan keluarga dikelilingi orang2 baik.
HapusPuji Tuhan sudah menaruh jejak di 10 kota terlist. Hanya untuk Sikawang, Siantar dan Sukabumi belum menjelajahi secara utuh. Karena waktu itu hanya trip alam saja. Pengennya menikmati keseharian kota itu, seperti bagaimana pasar dan kehidupan pagi berlansung. Terlebih dengan alun-alunnya.
BalasHapusAaah Sukabumi, sepertinya dia sedang memanggilku kembali. Pengen kebaktian di gereja itu dan menikmati semua kulinernya.
Yeayyyy Kediri muncul. Emang enak bgt sih buat tinggal tapi tidak untuk UMR-nya. Wkwkwk
BalasHapusBtw, ulasannya sangat mencerahkan dan bikin adem bacanya! Senang banget ya kalau ada kota yang konsisten menjaga harmoni dan toleransi di tengah keberagaman, apalagi di wilayah Jawa Barat yang punya dinamika luar biasa.
Membaca artikel ini jadi bikin kita sadar kalau kedamaian itu bukan cuma soal nggak ada konflik, tapi gimana masyarakatnya bisa hidup berdampingan dengan saling menghargai.
Penjelasannya sangat informatif dan memberikan sudut pandang positif yang sangat dibutuhkan saat ini. Semoga kota-kota lain bisa terinspirasi dan mencontoh semangat toleransi yang ada di sana, supaya Indonesia makin sejuk buat siapa saja.
Keren pisan, Sukabumi!
BalasHapusSemangattt untuk selalu toleran, semoga bisa menjadi role model utk warga daerah lain di Nusantara ya
kan makin asyiikkk jadinya
Membaca ini jadi makin bangga sama Kota Sukabumi. Ternyata predikat nomor 1 di Jawa Barat itu bukan sekadar angka, ya, tapi tercermin nyata dari harmoni antara Masjid Agung dan Gereja Sidang Kristus yang berdampingan.
BalasHapusSuasananya yang sejuk ditambah wisata kuliner di Odeon bikin makin pengin cepat-cepat healing ke sana. Toleransi yang dibalut dengan lezatnya Bacang dan Mochi benar-benar perpaduan yang juara.
Widih keren ya Sukabumi pernah masuk daftar kota tertoleran versi SETARA Institute. Prestasi ini bisa jadi bukti kalau kerukunan antar masyarakat memang bisa dibangun lewat kerja sama pemerintah dan warganya.
BalasHapusBaru tahu lho ada kota paling toleran versi Setara Institute. Sayangnya aku belum pernah tinggal di kota-kota itu. Kayanya tenag gitu ya kehidupan kotanya. Mungkin 10 kota itu bisa jadi referensi liburan.
BalasHapusBtw mochi Lampion dari Sukabumi emang terkenal enak ya. Dulu waktu adik ipar masih kerja di Sukabumi sering dibawain. Kalau ada teman ke Sukabumi biaasanya juga nitip beli.
Congrats untuk Kota Sukabumi yang menjadi no Wahid Kota paling Toleran se-Jawa Barat. Tentu ini merupakan prestasi yang membanggakan dan patut di pertahankan. Ngomongin Sukabumi memang identik sama mochi dan bacang. Duh jadi pengen kulineran dan explore Sukabumi.
BalasHapusKota Bogor tidak mendapatkan predikat. Bekasi masuk ke deretan nasional, mantap juga ya. Sembarangan ada, wah, sebagai yang jatuh cinta sama Semarang, suka dan happy lihat ratingnya. Keren sih ini informasi nya.
Wah aku baru tahu ada survey kota paling toleran
BalasHapusKeren ya sukabumi
Bisa hidup berdampingan dengan segala perbedaan yang ada
Wihh perwakilan dari Jawa Barat ternyata sukabumi selamat tapi memng indikator penilaian juga terbilang ketat sih
BalasHapusAku baca di web indikator penilaiannya salah satunya mengukur kinerja pemerintah kota dan elemen masyarakat dalam mengelola kerukunan beragama serta inklusi sosial.
Yuj ah semngat kota2 lainya ini bisa jadi inspirasi ya
Itu Bekasi yang masuk ke listnya Bekasi Kota atau Bekasi Kabupaten ya mas?
BalasHapusNganu, kalo Bekasi Kota sih saya memang akui ya, di beberapa daerah dekat rumah memang banyak sekali Gereja yang bertebaran, dan itu tuh gak jauh dari masjid. Kadang pas lagi bulan puasa gini, temen2 non muslim juga acapkali berbagi takjil. harmonis pisan lah.
Nah, kalo Bekasi Kabupaten, itu kebalikannya. Setahuku, disana tuh banyaaaak banget jawara-jawaranya. Akamsi-akamsinya agak ngeri. Makanya pernah beberapa kali kubaca, ada kasus penolakan pembangunan Gereja dan tempat ibadah lainnya.
ya gitu lah mas, macem bumi dan langit. Padahal sama-sama bekasi.
Sebuah fakta menarik bahwa Sukabumi adalah kota paling toleran karena selama ini saya tidak begitu memperhatikan dan ternyata Sukabumi punya sebuah kelebihan yang sangat bagus ya. Aslinya ini menjadi pemaknaan baru bagi pelancong yang datang ke sana Dan juga kebanggaan bagi para warganya
BalasHapusSaya kalau baca Kota Sukabumi,pasti ingatnya Deasy Ratnasari. Dulu pas masih tinggal di Makassar, saya hanya mengira-ngira Sukabumi itu ada di mana ya? Ternyata dekat saja dari Bogor dan bisa naik kereta hehehe. Makanya list saya jalan-jalan ke Sukabumi. Saya kira hanya Mochi yang khas. Ternyata bacang juga ya, dan Alhamdulillah tidak sulit menemukan bacang yang halal di sana. Semoga say abiss segera main ke kota Sukabumi.
BalasHapusAlhamdulillah ada Sukabumi. Insya Allah amaan ya kang kalau mau berku jung ke Sukabumi maah. Banyak oleh oleh dan pusat kuliner lagi. Di Jawa Barat banyak juga yaa koa yang oaling toleran nya, ini mengindikasikan kalau Jawa Barat tuh aman dan toleransi antar umat dan kelompok di masyarakatnya tinggi.
BalasHapusIyaa zaman kerusuhan, Sukabumi tetap adem ayem kotanya.. ah Lapang Merdeka tuh kenangan banget dulu sering jalan-jalan sore bareng sepupu-sepupu terus salat ied juga di sana.. jadi kangen Nenek dan Kakekku Al Fatihah..
BalasHapusMakin penasaran sama Sukabumi deh. Keknya vibesnya mirip2 Bogor nggak sih mas? Soalnya tetanggaan hehe.
BalasHapusBaru tahu ada ikon Lapang Merdeka juga masjid dan gerejanya di pusat kotanya yaa.
Woowww gerejanya udah tua sekali. Dulu orang2 Belanda keknya seneng ya tinggal di sana, mungkin karena adem :D
Jadi bacang dan mochi merupakan makanan yang sering dicari kalau ke sana yaa.
Pernah sih lihat konten2 ibu2 kalau ke Sukabumi beli mochi dekat stasiun, lupa nama store-nya tapi katanya terkenal di sana gitu.
Yaampun, aku tuh lagi kepikiran buat libur lebaran ke Sukabumi aja apa ya? Terus baca ini, apa bener ya aku ajak ke Sukabumi, ihihi.
BalasHapusTerus galau lagi, mending kayak glamping atau ke hotel, huahaha.
Tapi aku lumayan salut sih Salatiga ternyata jadi yang pertama. Karena orang-orangnya emang slow living gitu kali ya, jadi lebih nyantai dengan perbedaan yang ada, makanya jadi paling toleran.
Sukabumi dengan nilai segitu juga besar, dan bisa 10 besar diantara puluhan (bahkan ratusan) kota yang ada di Indonesia itu ya bisa dibilang prestasi sih yaa.
hmm Sidoarjo ga masuk kriteria kota toleran nih, mengsedih diriku.
BalasHapusSemakin penasaran untuk berkunjung ke Sukabumi, penasaran viewnya, makanannya hingga kearifan lokalnya
Indahnya toleransi kalau kita semua saling menghormati dan menghargai. Aku pastinya penasaran sama kota Pematang Siantar, apalagi waktu itu udah baca cerita di blog mba Fanny saat road trip Sumatra.
BalasHapusdari 10 list di atas, di dominasi kota-kota di Jawa ya
Explore Salatiga sepertinya menarik nih, aku sendiri belum pernah kesana soalnya