Adik ipar yang sedang hamil tiba-tiba ngidam ingin jalan-jalan ke Pantai Batu Bintang di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Jadilah kita sekeluarga jalan-jalan memenuhi keinginannya. Ini nih senangnya punya keluarga kompak. Pas ada anggota keluarga yang punya rencana jalan-jalan, semuanya gaskeun ikut jalan.
Pagi buta Rabu kemarin kita sudah berangkat. Alasannya ingin menikmati pagi di pantai sambil berjemur ketika matahari terbit. Tentunya kita packing dulu malam hari sehingga sebelum subuh kita sudah siap berangkat.
Kita berangkat 3 keluarga dengan 2 mobil. Keluarga saya yang nebeng ke mobil adik. Tapi tidak gratisan tentunya. Kita bantu untuk keperluan bensin selama perjalanan untuk saling meringankan.
Pagi Hari di Pantai Batu Bintang Sukabumi
Ketika adzan subuh berkumandang kita berada di daerah Cibadak, Sukabumi. Sebentar kita menepi di masjid untuk menunaikan salat subuh berjamaah dan kembali melanjutkan perjalanan ke salah satu pantai di Pelabuhan Ratu, Pantai Batu Bintang.
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya kita ke Pantai Batu Bintang Sukabumi. Tapi sepertinya adik ipar yang sedang hamil ini jatuh cinta dengan tenangnya laut di sana sehingga ingin kembali ke sana sebelum menunggu kelahiran dedek bayi.
Sekitar jam 6 kita sudah sampai. Alhamdulillah perjalanan lebih kurang 2,5 jam lancar jaya karena belum terhambat macet di beberapa titik keluar masuk jam kerja pabrik di daerah Cibadak. Terbayang kalau berangkatnya setelah subuh, berapa lama kita kita tercegat macet. Bisa-bisa perjalanan jadi 4 jam.
Langit yang Biru dan Udara yang Segar
Ketika turun dari mobil di parkiran Pantai Batu Bintang, hal pertama yang terasa adalah hawa segar dari udara pagi di pantai ini. Anginnya cenderung besar sehingga badan ini yang menggunakan jaket pun masih bisa merasakan angin yang serasa masuk sampai ke tulang-tulang.
Melihat ke atas, langit begitu biru di pandang mata. Ah, jadi tergoda untuk mengambil beberapa foto keindahan ciptaan Tuhan ini.
Anak-anak dan sepersepupuannya tanpa dikomando langsung pada berlari ke pantai. Bahkan baju pun belum mereka ganti, tapi sepertinya sudah sangat ingin memegang pasir pantai dan air laut di sana.
Mereka sepertinya sangat senang bermain di pantai. Apalagi ini masih pagi. Belum banyak pengunjung lain yang datang. Jadi mereka bisa bebas, sebebas-bebasnya.
Nelayan yang Pulang Melaut
Ketika anak-anak sedang asyik-asyiknya bermain di pantai dan para orang tua menggelar tikar yang dibawa dari rumah untuk beristirahat, terlihat dari sisi kiri pantai beberapa nelayan berjalan yang sepertinya baru pulang melaut.
Di Pantai Batu Bintang ini memang lumayan banyak perahu nelayan yang bisa kita lihat sedang melaut. Beberapa di antaranya ada juga yang mungkin sedang beristirahat sehingga perahunya di simpan di pantai.
Dari kejauhan kita lihat ada satu bapak nelayan yang nampak membawa dua ikan besar. Entah ikan apa namanya. Setelah mendekat, ia menawarkan pada kami untuk membeli ikan tersebut dengan harga 200 ribu. Kita menolak baik-baik karena memang tak berminat. Bapak nelayan pun kemudian berlalu dengan sopan dan kembali menawarkan pada pengunjung lainnya.
Dihampiri Kucing Manis
Kita kembali merapikan tikar yang kita gelar dan mengeluarkan beberapa makanan perbekalan dari rumah untuk sarapan. Ada bermacam-macam makanan dari kami kakak beradik ini muali dari makanan berat sampai buah-buahan.
Sepertinya ada aroma makanan yang menggoda seekor kucing datang menghampiri. Oh, ternyata adik kedua membawa sewadah ayam goreng yang jelas-jelas menggoda penciuman kucing dengan bulu hitam keemasan ini.
Akhirnya kita sedekahkan satu potong ayam goreng untuk kucing manis ini. Terlihat sang kucing menikmatinya dengan lahap sambil sesekali mengeong. Mungkin ia mengucapkan terima kasih :).
Beristirahat di Gazebo
Matahari semakin menaik dan hangatnya semakin terasa. Akhirnya kita memutuskan untuk berpindah istirahat ke gazebo yang berjejer rapi di sepanjang pantai Batu Bintang.
Gazebo ini disewakan oleh pengelola pantai. Harga sewanya 25 ribu per jam. Entah nego seperti apa sang adik dengan pengelola pantai sampai ia diberi harga 100 ribu sepuasnya sampai pulang.
Istirahat di gazebo lebih nyaman, setidaknya dari sengatan sinar matahari. Tapi tetap mata kita terus mengawasi anak-anak yang betah sekali bermain pasir di pantai.
Siang Datang, Waktunya Pulang
Menjelang dzuhur anak-anak sepertinya sudah puas bermain. Mereka menghampiri gazebo dan meminta makan. Akhirnya kita makan siang bersama dengan perbekalan yang kita bawa dari rumah.
Walaupun makanan bekal cukup melimpah, tapi jajan juga tetep tak terlewatkan. Ada yang membeli bakso, mie ayam, es krim, bahkan cilok pun tak luput dibeli juga.
Beres dengan urusan perut, saatnya membilas badan. Untuk fasilitas kamar mandi di Pantai Batu Bintang berbayar 5 ribu. Cukup puas untuk membilas badan, mandi dan wudhu untuk persiapan salat dzuhur.
Tak jauh dari kamar mandi berbayar, ada mushola sederhana yang disediakan pengelola pantai. Jadinya alhamdulillah mempermudah menunaikan kewajiban salat. Setelah mandi dan berwudhu, langsung ke mushola untuk salat dzuhur.
Setelah semua selesai, kita bersiap-siap untuk pulang. Uang parkir pun sudah kita siapkan. Tapi sampai kita membelokkan mobil, tak ada satu pun petugas parkir menghampiri. Entah mungkin sekarang tak ada kebijakan membayar parkir ini.
Di kunjungan sebelumnya kita membayar parkir 10 ribu. Dulu kebijakannya kalau tidak salah untuk masuk ke Pantai Batu Bintang ini motor dikenakan bayar 5 ribu, sedangkan mobil 10 ribu.
Bahkan dulu sempat kecewa karena kita harus membayar dua kali. Satu kali di pas masuk dan satu kali lagi di tempat parkir saat akan keluar. Tapi kali ini benar-benar berbeda. Tak ada yang meminta retribusi baik dari gerbang awal maupun saat kita akan pulang.
Akhirnya kita melenggang ke luar area Pantai Batu Bintang tanpa membayar uang parkir. Pulang menuju kembali ke Sukabumi dan alhamdulillah sampai ke rumah di sore hari dengan lancar dan selamat.
Pesona Pantai Batu Bintang Sukabumi
Kabupaten Sukabumi memiliki pantai-pantai indah di sepanjang daerah Pelabuhan Ratu. Salah satunya adalah Pantai Batu Bintang.
Pantai ini cocok untuk dikunjungi bersama keluarga yang memiliki anak-anak karena ombak di sini relatif kecil dan bisa untuk bermain pasir mereka. Fasilitasnya juga lumayan cukup mulai dari tempat parkir yang luas, gazebo, tempat bilas, dan mushola. Kalau berani menantang adrenalin, bisa juga menaiki banana boat dengan harga 250 ribu per kelompok. Lumayan bisa patungan per orang 50 ribu dengan tim 5 orang. Kalau lebih banyak orangnhya, bisa lebih murah patungannya.
Teman-teman yang tertarik ke Pantai Batu Bintang, langsung saja datang ke daerah Pleabuhan Ratu. Tepatnya di Desa Jayanti. Patokannya dekat PLTU Pelabuhan Ratu.
Kalau menurut saya sendiri paling enak datangnya pagi-pagi untuk menikmati matahri terbit, atau sore hari untuk melihat indahnya matahari terbenam. Kalau pas siang hari lumayan terik sinar mataharinya. Kalaupun suka dengan suasana pantai siang hari, better pakai sunscreen, kaca mata hitam, topi, atau payung biar lebih nyaman.










Posting Komentar