Salah satu kegiatan di sela-sela umroh Syawal kemarin, saya dan keluarga adalah ziarah ke pemakaman Uhud. Kita mengunjungi area Uhud ini setelah sebelumnya ziarah ke Masjid Quba terlebih dahulu.
Pemakaman Uhud lokasinya ada di Kota Madinah bagian utara. Pemakaman ini lebih kurang 5 sampai 6 KM dari hotel tempat kita tinggal di Madinah.
Pemakaman Uhud adalah saksi bisu bagaimana umat Islam kalah dari pasukan dari Suku Quraisy yang menentang Nabi. Di pemakaman Uhud ini lebih kurang ada 70 sahabat Nabi yang gugur, termasuk Paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib.
Ringkasan Perang Uhud
Dalam perjalanan menuju lokasi pemakaman Uhud, seperti biasa tour leader menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan lokasi yang akan kita kunjungi, termasuk sejarah singkat perang Uhud.
Diceritakan bahwa perang Uhud adalah peperangan 700 umat Islam melawan 3.000 orang kafir Quraisy. Perang ini disebabkan dendamnya orang-orang Quraisy karena kekalahan di perang Badar sebelumnya, sehingga kembali menantang Nabi untuk berperang di daerah bukit Uhud, Madinah.
Umat Islam dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad Saw dalam perang Uhud ini, sedangkan pasukan Quraisy dipimpin oleh Abu Sufyan.
Sebelum berperang Nabi memberi instruksi untuk pasukan Islam agar di bagi dua. Satu kelompok yang dipimpin Nabi, berhadapan langsung dengan kaum Quraisy dan satu kelompok lagi menjadi pasukan memanah yang stand by di bukit Uhud.
Awal peperangan tampak bahwa umat Islam akan menang, karena sebagian pasukan Quraisy sudah mundur. Pasukan memanah yang berada di atas bukit melihat jelas pasukan Quraisy yang mundur meninggalkan kuda dan benda-benda berharga yang ada di atasnya. Mereka tergoda dengan harta benda (ghonimah) dan segera turun untuk mengambilnya.
Pasukan memanah lupa dan atau lalai dengan titah Nabi yang memerintahkan untuk tetap di bukit sebagai tim memanah.
Pasukan Quraisy yang melihat pasukan memanah terlena dengan harta yang tertinggal akhirnya mengambil celah ini. Akhirnya mereka yang awalnya akan mundur, balik kanan dan naik ke bukit Uhud dan menyerang umat Islam yang sedang lengah.
Akhirnya kelengahan umat Islam menjadikan peperangan dimenangkan oleh orang-orang Quraisy dan gugurlah lebih kurang 70 orang dari tentara umat Islam.
Tata Tertib Ziarah di Pemakaman Uhud
Tak terasa cerita yang dibagikan tour leader membuat perjalanan tak membosankan, malah jadi menarik dengan cerita sejarah yang dipaparkannya.
Akhirnya kita sampai di area pemakaman Uhud. Di sini ada beberapa fasilitas seperti masjid dan juga stand kuliner dengan ragam makanan dan minuman.
Menurut informasi dari tour leader, stand kuliner di area Uhud ini adalah fasilitas baru. Dulu hanya tanah dan bebatuan saja. Sekarang tertata rapi dengan desain tempat duduk-tempat duduk yang estetik dan banyak menjadi pilihan para pengunjung untuk berteduh di tengah panasnya tanah Arab.
Di belakang pemakaman Uhud berdiri kokoh gunung atau Jabal Uhud. Gunung Uhud ini termasuk istimewa, karena oleh Nabi disebutkan dalam haditsnya sebagai gunung yang akan ada di surga.
Gunung Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang terdapat di surga (HR Bukhari)
Pemakaman Uhud sendiri di tembok dan dipagari sekelilingnya. Jadi kita tidak bisa masuk ke dalamnya. Hanya bisa melihat dari bagian luar.
Di bagian tembok pembatas antara pemakaman dan bagian luarnya ada beberapa plang informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan adab ziarah ke pemakaman. Papan informasi ini ada beberapa karena dibuat dengan ragam bahasa yang salah satunya ada Bahasa Indonesia.
Garis besar dari tata tertib yang harus dipahami dalam syariat Islam ketika ziarah kubur antara lain:
1. Memahami Tujuan Ziarah
Setidaknya ada 2 tujuan dari ziarah kubur secara aturan Islam yang harus dipahami
- tujuan dari ziarah adalah mendoakan orang-orang yang telah meninggal agar mereka diterima semua amal baiknya dan Allah maafkan semua khilap dan dosanya
- tujuan lain dari ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kita pada kematian dan akhirat, bahwa kematian adalah suatu yang niscaya dan kita sedang mengantre menuju kepada hal tersebut
Hikmah ziarah kubur untuk mengingat kematian dan hari akhir ini ada dalam salah satu hadist Nabi:
Sungguh aku pernah melarang kalian untuk melakukan ziarah kubur. Maka sekarang lakukanlah ziarah kubur, karena itu akan mengingatkan kalian pada akhirat
2. Tidak Boleh Berbuat Hal-hal yang Tidak Sesuai dengan Syariat Agama di Sekitar Pemakaman
Di antara sekian contoh hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan agama ketika berziarah adalah mengusap-ngusap kubur dengan maksud dan tujuan tertentu. Hal tersebut dilarang karena bisa menjadi jalan pada menyekutukan Allah.
3. Tidak Boleh Berniat Mencari Keberkahan di Sekitar Area Gunung Uhud
Contoh hal-hal yang tidak boleh dilakukan di area Uhud dengan maksud mencari keberkahan adalah mendaki Gunung Uhud, mengambil tanah dan atau mengambil bebatuan di sekitarnya.
Hikmah dari Ziarah ke Pemakaman Uhud
Perjalanan city tour dan ziarah ke pemakaman Uhud kali ini kita disadarkan sekali dari latar cerita perang Udud tentang betapa pentingnya untuk mengikuti instruksi yang sudah jelas, taat dan sabar, bukan mengambil langkah-langkah berisiko bahkan membahayakan nyawa orang lain.
Hikmah lain dari ziarah ini adalah tentang mengingat kematian yang kita tidak tahu jadwalnya. Kematian itu pasti, bahkan selama umroh ini diperjelas dengan kita selalu salat mayat setiap setelah salat fardhu berjamaah baik di Masjidil Harom di Mekah maupun Masjid Nabawi di Madinah.
Pun kalau saatnya tiba, mudah-mudahan kita meninggalkan dunia dalam keadaan baik dalam segala hal, terutama amal kebaikan kita yang terjaga kontinu. Aamiin.







Posting Komentar