Pembukaan piala dunia tahun ini yang diselenggarakan di 3 negara: Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko cukup jadi perbincangan hangat di media sosial karena dianggap tidak segegap gempita ketika dibandingkan dengan pembukaan piala dunia FIFA di Qatar pada tahun 2022. Sebagai orang yang tak terlalu mengikuti informasi world cup, ketika melihat konten-konten perbandingan dua opening ceremony ini yang terbayang bukan tentang sepak bolanya, tetapi malah ingat pengalaman ketika menjejaki tanah Qatar beberapa waktu lalu yang cukup mengesankan setelah pulang umroh, sebelum bertolak ke tanah air.
Ada banyak cerita ketika 2 kali menjejakan kaki di negara yang dijuluki Mutiara Teluk Persia ini, termasuk ketika menginap di salah satu hotelnya, Radisson Blu Hotel Doha yang beralamat di:
Salwa Road, Intersection of C Ring Road, Bin Mahmoud Area, Doha, Qatar
Sambutan Hangat di Bandar Udara Internasional Hamad
Suasana Bandar Udara Internasional Hamad di Doha tampak tak terlalu ramai ketika pertengahan April kemarin tiba di sana. Mungkin ini efek dari suasana geopolitik yang masih memanas antara Iran dan Amerika, di mana Qatar termasuk negara yang kena imbasnya. Tapi overall selama di Doha kita aman-aman saja, alhamdulillah.
Di bandara kita disambut oleh petugas dari Radisson Blu Hotel untuk diarahkan pada suttle bus yang menunggu di pintu keluar. Dari logat Bahasa Inggris petugas hotel ini sepertinya dia berasal dari India, ditunjang dengan perawakan dan wajahnya yang sekilas mirip aktor Mahesh Babu.
Cukup terkesan dengan sambutan dari petugas hotel yang menjemput di bandara. Petugas hotel yang berpenampilan sempurna dengan jas blazer lengkap itu tak hanya komunikasinya yang baik, tetapi juga profesional dengan tugasnya.
Petugas tersebut mempersilakan untuk menaiki suttle bus. Perjalanan dari bandara ke Radisson Blu Hotel dengan menggunakan bus jemputan ini lebih kurang 20 menit. Alhamdulillah perjalanan lancar, no macet-macet.
Lobi Radisson Blu Hotel yang Luas
Setibanya di depan hotel, kita turun dari bus jemputan. Tak lupa mengucapkan terima kasih pada driver yang telah mengantarkan kita sebelum akhirnya masuk ke lobi hotel.
2 kata yang mewakili kesan ketika masuk ke lobi Radisson Blu Hotel adalah klasik dan mewah. Lobinya luas dengan banyak area tempat duduk yang disusun sedemikian rapinya. Kesan luasnya semakin terasa dengan pilar-pilar tinggi sebagai penunjang bangunan dan lantai marmer yang menguatkan impresi elegan.
Proses check-in di bagian reservasi berjalan lancar. Kita diberi kunci hotel dan juga penjelasan fasilitas-fasilitas apa saja yang bisa kita nikmati di hotel, termasuk di dalamnya sarapan sampai makan malam. Setelah semuanya selesai, resepsionis hotel mengantarkan kita ke bagian lift terdekat untuk menuju kamar tidur. Kenapa diantar sampai ke lift? Karena memang hotelnya luas, jadi ketika pertama kali datang ke sana, tentu kita belum hafal lift mana yang bisa digunakan, karena memang ada lift yang tersedia di beberapa titi sudut hotel.
Kamar dengan Fasilitas Lengkap Plus Pemandangan Indah Kota Doha
Radisson Blu Hitel Doha memiliki bangunan 9 lantai dengan 567 kamar. Saya sendiri mendapat kamar di lantai 4. Alhamdulillah, tak sulit menemukan ruang kamar dengan nomor yang telah diberikan resepsionis, setelah sebelumnya diantar sampai lift untuk naik.
Begitu pintu kamar dibuka, ternyata kamarnya luas dan fasilitasnya lengkap, termasuk yang ada di kamar mandinya. Desain kamarnya klasik dengan sentuhan Arab yang terlihat dari penambahan aksen kayu yang diukir kaligrafi di beberapa sudut kamar.
Saya dan Ibu mendapat tipe kamar twin room. Tiap kasurnya cukup luas untuk tidur sendiri. Jangan tanya soal kenyamanannya. Empuk pake banget. Bikin tidur pulas 😊
Di depan tempat tidur ada smart tv. Setelah istirahat sejenak ibu meminta tolong untuk menyalakan televisi. Cukup salut dengan program-program yang tersedia di saluran TV Qatar yang disediakan hotel, banyak yang bermuatan budaya dan juga memperkenalkan pariwisata Qatar.
Di bawah tv ada meja kerja yang dilengkapi dengan air mineral, pemanas air, plus ragam kopi dan teh. Kopi dan teh yang tersedia benar-benar beragam. Kopinya dari brand Nescafe dan teh dari Dilmah. Hampir ada 10 jenis dari keduanya, ditambah gula dan susu bubuk.
Jendela kaca kamar yang kita tempati lumayan besar, sehingga ketika gorden dibuka terlihatlah pemandangan indah kota Doha dengan jalan-jalan yang lancar tanpa macet serta gedung-gedung tinggi di kanan kirinya.
Bagian kamar mandinya juga bikin takjub. Amenities-nya bener-bener lengkap, tak hanya sabun dan shampo, tetapi sampai kondisioner, hand and body lotion, dan shower cap pun ada. Kalau diitung-itung ada 11 item semuanya.
Ruang kamar mandi juga luas dengan toilet yang terpisah. Ada kran untuk wudhu dan bath tube yang super nyaman dengan air hangat yang mengalir lancar.
Menu-menu Restoran yang Melimpah dengan Sistem Buffet
Yang unik adalah Radisson Blue Hotel Doha ini memiliki 9 restoran dengan menu andalan dan ciri khas masing-masing. Di antara sekian banyaknya restoran ini kita dipilihkan yang terdekat dengan meja resepsionis. Ini diinformasikan saat kita pertama check in.
Setelah selesai menunaikan salat dzuhur kita langsung turun ke lantai dasar untuk makan siang, menuju restoran seperti yang diinformasikan dari awal, jadinya kita tidak sulit lagi mencarinya di tengah-tengah luasnya hotel Radisson Blu.
Restorannya luas dengan pilihan tempat duduk indoor dan outdoor. Saya dan ibu memilih untuk makan di dalam ruangan, karena di bagian luar tampak beberapa orang-orang yang merokok setelah makan, tentunya tidak akan membuat nyaman, terutama ibu.
Makanan dan minuman di restoran hotel ini menggunakan sistem prasmanan. Pilihan makanannya sungguh melimpah ruah dari mulai pembuka, makanan utama sampai cuci mulut. Pun dengan minumannya, ada berbagai jenis kopi, ragam teh dengan pilihan aroma dan aneka jus buah.

Karena keterbatasan daya lambung, tentu kita hanya mengambil makanan dan minuman sesuai kapasitasnya saja. Tapi sungguh pilihannya sangat menggoda dan menarik mata, karena memang disediakan sebanyak itu di setiap waktu makan tiba.
Suasana Malam di Sekitar Radisson Blue Hotel Doha
Ketika malam menyapa rasanya penasaran sekali untuk membuka gorden dan melihat seperti apa suasana di sekitar hotel. Ya, kondisinya sama seperti siang. Jalan raya yang lebar dengan kendaraan yang melaju tanpa macet dan bangunan tinggi di kanan kirinya. Tapi suasana malam dengan kerlap-kerlip lampu sungguh membuat suasana terasa lebih syahdu dilihat dari kaca jendela.
Indah sekali. Bukan hanya tentang pemandangan Doha di malam hari, tapi tentang ketetapan Allah yang mengizinkan diri ini bisa sampai pada bumi-Nya di Negeri Permata Gurun ini.
Ketika turun ke lantai dasar untuk makan malam di restoran yang sama, semakin takjub dengan suasana di hotel dan sekitarnya dengan penerangan lampu-lampu gantung yang indah.
Bagian luar hotelnya pun tak kalah nyamannya. Setelah makan malam selesai mencoba menikmatinya dengan duduk di dekat luar lobi bersama ibu. Sungguh ini bagian nikmat tuhan yang patut disyukuri, menikmati malam di tempat yang nyaman bersama sosok yang kita sayangi dan hormati.
Singgah Tak Terencana yang Mengesankan di Doha
Perjalanan umroh setelah Idulfitri kemarin sungguh luar biasa. Dari rencana 10 hari menjadi 2 pekan dan mengharuskan kita singgah juga di Doha, Qatar. Itu semua terjadi di permukaan karena efek geopolitik yang sedang memanas antara Iran dan Amerika yang pada akhirnya berimbas pada jadwal penerbangan di banyak negara, termasuk Qatar Airways yang kita gunakan.
Namun di luar sebab semua itu ada rencana Allah yang lebih indah dengan belajar menerima semua yang terjadi. Ketika diinfokan jadwal umroh harus bertambah dari 10 hari menjadi 2 pekan sungguh kita senang bukan kepalang, walaupun harus menambah biaya, tetapi siapa yang tidak bahagia berlama-lama tinggal di Mekah dan Madinah untuk beribadah.
Ketika diinformasikan harus singgah ke Qatar di luar rencana pun kita legawa dan dibawa happy aja. Dan, ternyata perjalanan ke Qatar ini menjadi salah satu perjalanan yang mengesankan, karena kita diberi penginapan terbaik, kuliner terbaik dan juga juga jalan-jalan mengesankan ke tempat-tempat wisata di sekitar Doha.
Kemana saja jalan-jalan kita selama di Doha? InsyaAllah akan dituliskan di artikel terpisah agar memiliki ruang yang lebih leluasa untuk dibaca.




















Adanya pertikaian antara dua negara jadi hikmah buat kang Yonal dan ibunya ya. Jadi bisa berlama lama melancong di timur tengah
BalasHapusAlhamdulillah, jadi nambah pengalaman, nambah bahan buat konten juga. Hahaha...
Semoga kondisi negara yang berperang itu segera damai ya. Kita kan pada dasarnya ingin kehidupan yang damai dan tentram
Masya Allah ini sie sebuah rejeki yang tidak terduga ya mas,,makanya td baca sempet heran kok enak bisa mampir nginep di doha jadi pengen hehe...
BalasHapusternyata karena kondisi geopilitik saat itu ya..tapi siapa sie yang menolak dr umroh yang 10 hari jadi 2 pekan pasti akan diterima dengan senang hati karena bisa berlama2 di kota yang kita idam2kan plus sekalian bisa melipir sejak ke doha mana bisa bermalam dan ekplor kota sejak ya mas...
Hotelnya terlihat mewah sekaligus nyaman ya. Aku suka ketika review hotel tidak hanya membahas kamarnya, tetapi juga fasilitas dan pengalaman menginap secara keseluruhan. Jadi lebih mudah membayangkan apakah hotel ini cocok untuk kebutuhan liburan atau perjalanan bisnis.
BalasHapusMasyaAllah, ternyata trip ekstra gara-gara pengaruh perang ya.
BalasHapusCatatannya sungguh lengkap, serasa ikutan hadir juga di lokasi, dengan membaca setiap urutan peristiwa.
Ibu kos saya juga jemaah umrah yang terpaksa pulangnya mampir sana-sini, pengaruh dari kondisi efek perang.
Bedanya, ibu kos saya tidak menuliskannya di blog 😁
Saya senang kang melihat loby nya, banyak lukisan terpajang rapih sekali. kamar hotelnya juga rapih dan enakeun. Hotelnya megah,,,asyik yaa,,,,,saya menjejakkan kaki di terminal Hammad di Doha itu hanya pas transit saja sebellum melanjutkan terbang ke Praha jadi gak jalan-jalan apalagi menginap di hotel. Terus waktu umroh juga saya langsung Jakarta jeddah gak pake transit dimana mana. Seru ya kang jadi punya banyak cerita.
BalasHapusSangat diperhatikan banget ya kran untuk wudhu. Jadi nggak perlu naikkan kaki ke wastafel sebagaimana di hotel-hotel pada umumnya.
BalasHapusQatar memang selalu punya cara menghadirkan pengalaman yang berbeda. Radisson Blu Hotel Doha terlihat bukan hanya menawarkan tempat menginap, tapi juga cerita perjalanan dengan suasana nyaman dan elegan. Semoga suatu saat bisa merasakan langsung atmosfer hotel ini.
BalasHapusMasya Allah, dengan adanya kendala karena kondisi geopolitik, malah jadi bisa eksplorasi lebih lama yaa di Doha. Melihat desain hotelnya yang klasik begitu entah kenapa malah kebayang wanginya, seperti ada aroma yang muncul dari foto-fotonya yang cantik dan rapi banget itu hehehe. Semoga suatu hari nanti bisa ke sana juga.
BalasHapusMelihat ulasannya, sepertinya fasilitas di hotel ini super lengkap dan nyaman banget ya. Apalagi pilihan kuliner dan lokasinya yang strategis di pusat kota. Memang bikin tegang banget ya situasi karena geopolitik di sana. Tapi, Alhamdulillah tetap ada hikmahnya dan kondisi aman.
BalasHapusSenang sekali membaca cerita ini. Jujur, beberapa hari ini saya lagi wishlist pengen ke Qatar dan spesifik pengen merasakan naik pesawat Qatar airways. Ternyata pas di Qatar mendapatkan hotel yang super proper serta nyaman.
BalasHapusBahan kesan sejak dijemput di bandara pun sudah oke banget. Lobby hotel ya pun beneran klasik mewah, enak dilihat.
View malam menarik dan Alhamdulillah kamar hotelnya pun nyaman.
Momen mendadak nambah jadi dua pekan karena situasi geopolitik jadi berkah tersendiri. Barakallah ya, menginap di Radisson Blu Hotel Doha sangat memberikan pengalaman naik apalagi kulinernya pun oke.
Ulasan yang sangat informatif dan nyaman dibaca, Kang! Senang sekali membaca pengalaman menginapnya di Radisson Blu Hotel Doha.
BalasHapusPenyambutan dari pihak hotel yang profesional, kamar yang nyaman, sampai pilihan kuliner prasmanannya kelihatan mantap banget.
Asyek bisa umroh dan jjs bareng ibu. Luar biasa. Jadi kabita pengen umroh dan jjs ke Qatar juga. Hotelnya sangat menggoda. Asyek kayaknya nginep di Doha, bisa jadi pengalaman yang tak terlupakan, menikmati aroma Timur Tengah. Moga damai selalu
BalasHapusKalau lihat foto-foto hotel sama baca ceritanya berasa ya hotel ini memang klasik mewah dan vibes-nya old money gitu ya kak.. :D Keliatannya juga berasa nyaman, suasana sekitar hotel juga cakep.. Nggak terduga lagi ya bisa lama di sana.. :D
BalasHapusMashaAllah..
BalasHapusKemarin juga dapet cerita dari salah satu jamaah umroh Ramadan yang terhalang kepulangan akibat kondisi politik dunia.. Tetapii.. karena di tanah haram, semuanya tidak ada yang seram. Semua terasa indah dengan ketetapanNya.
Pingiiin sekali merasakan umroh sebulan full Ramadan..
Allahul musta'an.
Semoga Allah mudahkan bisa ikut merasakan nikmatnya seperti ini yaa, kang.
Barakallahu fiikum.
Menikmati sekali tulisan mengenai pengalaman menginap di Radisson Blu Hotel Doha, Qatar. Kota yang indah dengan segala kemegahannya.
Btw, jadi inget Dubai Chocolate Bar.
Eh beda negara yaa.. hihihi.. melihat sajian hotel yang luar biasa nikmaatt~
MashaAllah..
Waaaah berkah dibalik musibah ya mas 😅. Aku pun akan seneng bangettttt kalau bisa lebih lama, gapapa deh nambah biaya 🤭🤭. Tp kasian nya bagi yg prepare uang secukupnya, yg mungkin ga cukup utk tambahan hari. Itu gimana ya.. harap2 di rombongan mas yonal ga ada yg begitu yaa. Kasian juga soalnya
BalasHapusBtw, aku ke Qatar dulu cuma transit pas ke US. Tp sayangnya ga kluar dari bandara. Pengeeen banget bisa eksplor doha, apalagi temenku banyaaak yg kerja di oil and gas Doha. Temen2 SMU dulu. Tp ya itu, blm ada kesempatan kesana 😅. Apalagi utk skr, agak menghindari Negara2 teluk. Masih risky.
Hotelnya baguuuus ❤️. Yg aku baca semua penginapan di sana, yg mahal atau murah, tetap ada standar tertentu yg pastinya baguus 👍👍. Jadi dijamin nyaman utk stay yaa.
Ditunggu tulisan wisata di Doha nya mas. Bisa JD referensi ku kalau kesana
Qatar memang qatarlaluan kerennyaaa :)
BalasHapusBestie-ku dulu juga sempat pergi ke Qatar, liputan tentang bisnis apaaa gitu lo.
Kalo ga kliru bisnis seluler apa yaa? Ooredoo punya Qatar kan?
Dia bilang Qatar tuh elegan, mewah, tapi tetep terasa menenangkan. Kebayang sih, di artikel ini, gambaran Qatar seperti yg dibilang temanku emang beneran keren.
Walo rada dag dig dug deerr, alhamdulillah lancar jaya yaaa tripnya
Alhamdulillah rezeki banget yaa jadwal umroh bertambah dari 10 hari menjadi 2 minggu! Dapat hotelnya pun bagus dan nyaman. Dari luar vibes modern banget, tapi kamarnya vibes timur tengahnya kental sekali tapi tetap dipoles sentuhan modern. Cakep deh!
BalasHapus