Pekan kemarin ngajak istri buat jalan-jalan ke Bogor, tapi idenya ngebolang pakai angkutan umum saja. Tak disangka, istri tertarik banget. Katanya kangen naik colt Bogor sama kereta api. Jadi, yuk lah gaskeun. Eh, tak lupa titipin dulu anak-anak. Kita jalan-jalannya berdua dulu, ya.
Sukabumi-Bogor dengan Berbagai Angkutan Umum
Kita berangkat Kamis siang dari Sukabumi. Rencananya short trip saja sih. Jadi besok Jum'at nya sudah pulang lagi. Belum berani meninggalkan anak-anak kalau lama-lama walau dititip ke orang yang kita percaya.
Jadi, packing pun tak banyak dan tak ribet. Hanya baju ganti, air mineral dan beberapa camilan saja.
Sukabumi-Ciawi Naik Colt Bogor
Rute pertama yang kita tempuh adalah Sukabumi-Ciawi. Angkutan umum yang kita gunakan adalah colt Bogor, angkutan antar kota yang dikenal juga dengan mobil setan. Kok mobil setan? Karena memang sopir yang mengemudikan angkutan ini dikenal luar biasa seperti sedang kesetanan kalau lagi bawa angkutan.
Naik colt Bogor ini menguji adrenalin banget. Bagaimana tidak, di tengah macet nya Cibadak, Parungkuda dan Cicurug, angkutan umum ini terus menerabas ke samping jalan atau bahkan menyalip ke bagian tengah tanpa ragu.
Supirnya tak ragu, tapi kita penumpangnya yang banyak-banyak istigfar sepanjang perjalanan.
Untuk ongkos Sukabumi-Ciawi biasanya Rp. 35.000, tapi kemarin suprnya minta tambahan Rp. 5.000, katanya kan sekarang masuk tol. Perasaan terakhir pake colt ini dan masuk tol juga ongkosnya masih Rp. 35.000. Entahlah, suka agak-agak random memang supirnya.
Turun di Ciawi kita singgah dulu di Masjid Al-Amaliyah untuk melaksanakan salat Ashar. Jadi ingat, terakhir ke Masjid Al-Amaliyah ini ketika mengantar anak-anak di sekolah untuk tur kampus di Universitas Djuanda yang memang satu komplek dengan Masjid Al-Amaliyah.
Ciawi-Megamendung Naik Taksi Online
Setelah salat ashar, perjalanan kita lanjutkan ke Megamendung. Sebenarnya dari Ciawi ke Megamendung ini ada angkutan kota nya, tapi kemarin ingin duduknya lebih santai dulu setelah gonjang-ganjing naik colt Bogor, jadinya kita pesan taksi online Gocar saja.
Qodarullah dapat Gocar mobil listrik yang nyaman banget. Pas duduk serasa nyes aja. Jalannya tak berisik plus AC yang bikin kita nyaman banget, dinginnya pas. Untuk Ongkos dari Ciawi ke Megamendung ini Rp. 38.000.
Di Megamendung kita staycation di Bobocabin The Tavia Puncak. Ini penginapan kabin dengan nuansa alam. Jadi kita kaya menginap di tengah hutan, tapi kabinnya punya sentuhan modern dengan teknologi terkini. Alhamdulillah nyaman banget.
Megamendung-Stasiun Paledang Naik Angkutan Kota
Hari Jumat kita check out dari penginapan sekitar jam 10. Kita pulang pakai angkutan kota rute Cisarua-Sukasari. Rutenya lumayan jauh, kemarin kita bayar ongkos Rp. 10.000.
Dari Sukasari kita lanjut ke Stasiun Kereta api dengan menggunakan angkutan kota lagi. Kalau tidak salah angkot nomor 02. Kalau ini rutenya tidak terlalu jauh, jadi ongkosnya Rp. 5.000 saja.
Di Stasiun Bogor pas kita turun sudah menunjukan jam 11.30. Jadi, saya salat Jumat terlebih dahulu di Masjid Agung Al-Isra atau juga dikenal dengan Masjid Agung Bogor. Sementara saya salat, istri menunggu di alun-alun Bogor yang tepat berada di sampingnya.
Selesai salat Jumat kita lanjut jalan ke Stasiun Paledang. Jalannya lebih kurang 10 menit. Jadwal keretanya 12.50 siang, jadi kita jalannya lumayan cepat-cepat karena waktunya sudah sangat mepet.
Stasiun Paledang-Sukabumi Naik Kereta Api
Alhamdulillah menit-menit terakhir sebelum kereta melaju kita sudah sampai. Tak lupa verifikasi tiket dulu ke petugas dan bergegas naik kereta.
Akhirnya bisa duduk santai ke Kereta Api Pangrango Generasi Baru menuju Stasiun Sukabumi. Sebenarnya kita bisa turun di Stasiun Cisaat yang lebih dekat jaraknya ke rumah kita, tapi karena kita berencana mau kulineran dulu di dekat Stasiun Sukabumi, akhirnya kita memutuskan untuk sampai ke stasiun akhir saja di Kota Sukabumi.
Untuk ongkos kereta api Bogor-Sukabumi ini Rp. 55.000. Kita mengambil yang kelas ekonomi. Untuk teman-teman yang mencoba ke Sukabumi pakai kereta api, ada juga kelas eksekutif nya dengan harga Rp. 80.000. Tapi di kelas ekonomi pun sekarang sudah sangat nyaman karena KA Pangrango ini sudah menggunakan kereta jenis generasi baru.
Sebenarnya waktu di dalam kereta kita jajan makanan yang dijajakan petugas di sana, tapi pas turun memang masih terasa lapar sih. Jadinya kita nyari makan dulu plus oleh-oleh buat anak-anak sebelum pulang ke rumah.
Setelah larak-lirik kanan-kiri, kita memutuskan untuk makan soto. Istri memilih Soto Betawi dengan kuah bening, sedang saya Soto Babat dengan kuah putih. Minumnya istri memilih teh hangat, saya es jeruk. Alhamdulillah kenyang dan nikmat makan setelah menempuh 1,5 jam perjalanan dari Bogor.
###
Seru juga ternyata ngebolang bareng pasangan pakai angkutan umum dari Sukabumi ke Bogor. Dengan ragam angkutan umum yang kita coba rasanya jadi tambah nano-nano.
Ada yang menantang adrenalin ketika naik colt Bogor, ada juga yang nyaman ketika naik kereta api generasi baru, atau bahkan yang nyaman banget ketika kita dapat taksi online mobil listrik yang tak berisik dan jalannya super smooth.
Lebih dari itu, yang paling disyukuri adalah momen-momen berdua bersama pasangan. Di tengah hiruk pikuk mengurus 4 anak dan pekerjaan domestik lainnya, sesekali meluangkan waktu untuk bisa berdua adalah hal yang mahal. Alhamdulillah







.webp)
Posting Komentar