Seedbacklink
BloggerHub

Menikmati Senja Bersama Keluarga di Chaproek Coffee Roaster Kadudampit

Tak jauh dari rumah ada tempat makan yang belum pernah kita coba, sampai suatu hari istri ngajak ke sana bareng anak-anak. Namanya Chaproek Coffee Roaster.

Awalnya agak ragu untuk ke sana, karena cukup sering melewati bangunan Chaproek Coffee Roaster ini dan kurang memberikan kesan yang cocok. Pertama, karena dari depan tempatnya nampak kecil, sehingga ragu buat ke sana bareng anak-anak. Kedua, namanya ada tambahan coffee roaster, jadi nyangkanya ini khusus buat para pecinta kopi saja.

Bersyukur ada konten tentang Chaproek Coffee Roaster ini yang lewat beranda media sosial. Terlihat dalamnya ternyata cukup luas dan menu-menunya juga lumayan beragam. Dari sana bulatlah keputusan kita untuk mengajak anak-anak ke sana sambil menikmati suasana sore hari.

Chaproek Coffee Roaster ini lokasinya ada di daerah Kadudampit, tak jauh dari Rumah Makan Namu Tuang, salah satu tempat makan lesehan favorit keluarga kami.

Semerbak Harum Kopi Menyambut di Chaproek Coffee Roaster

Chaproek Coffee Roaster

Tempat parkir Chaproek Coffee Roaster  tak terlalu luas, hanya cukup untuk beberapa kendaraan saja, tetapi yang mengesankan adalah dari tempar parkirnya saja kita bisa mencium harum wangi dari aroma kopi yang sedang disangrai di kopi roaster.

Makin dekat ke bagian depan bangunan Chaproek Coffee Roaster, aroma khas kopi makin tercium. Aromanya menenangkan seperti aroma terapi. Dan pantas saja, ternyata mesin penyangrai kopi itu disimpan di bagian beranda bangunan, seakan-akan menyambut setiap pengunjung dengan aroma khasnya.

Di bagian beranda Chaproek Coffee Roaster ada karyawan yang sedang mengoperasikan mesin kopi roaster yang berbentuk tabung putar, ada kopi yang akan siap-siap di roasting dan ada juga hasil kopi yang sudah disangrainya. Pemandangan unik di tempat makan yang kita kunjungi, bener-bener sesuai dengan namanya.

Masuk ke dalam bangunan, nampak bagian depan yang terdiri dari bagian kasir dan beberapa kursi duduk untuk pengunjung didominasi dengan arsitektur design tradisional. Bagian atapnya terbuat dari bambu dengan penerangan dari lampu hias yang juga terbuat dari bambu. Suasananya semakin unik dengan adanya 2 ikat padi hasil panen dan juga alat-alat tradisional yang terbuat dari bambu juga.

Karena di bagian depan ini kursi dan mejanya terbatas, jadi kita terus masuk ke dalam mencari kursi yang cukup untuk versi keluarga. Alhamdulillah pelayan di Chaproek dengan ramah menunjukan tempat duduk keluarga di bagian dekat taman belakang. Tempatnya nyaman dan cukup luas untuk kita berlima.

Cuma sayang kami tak menemukan fasilitas mushola di Chaproek Coffee Roaster Kadudampit ini. Jadinya kita kemarin harus keluar dulu untuk melaksanakan salat maghrib, untungnya lokasi mushola yang kita temukan tak jauh juga.

Menu-menu Nonkopi di Chaproek Coffee Roaster

Chaproek Coffee Roaster

Saya sendiri adalah penikmat kopi, tapi tipe yang cukup sekali minum kopi dalam sehari. Dan, biasanya saya menyeduh kopi setiap pagi, menemani awal aktivitas agar terasa lebih 'bangun'. 

Jadi, ketika datang ke Chaproek Coffee Roaster kita tidak memesan menu-menu yang berhubungan dengan kopi sama sekali, walaupun awal-awal sempet ingin coba affogato ala Chaproek, tapi sepertinya tidak dulu untuk kali ini, demi agar mata bisa istirahat lebih awal tanpa efek cafein.

Lalu, kalau tidak kopi, apa saja yang kita pesan?

Susu Jahe Merah dan Wedang Jahe

alamat chaproek coffee roaster

Saya sendiri memesan susu jahe merah hangat, yang sepertinya cocok diminum di sore hari di tengah suasana dingin khas Kadudampit yang berada di bawah kaki Gunung Gede Pangrango. Dan benar saja, minuman tradisional ini nikmat sekali dengan perpaduan rasa yang pekat, hangat dan pedas khas dari jahe merah. Penambahan susu pada minuman ini menambah rasa creamy yang membuat susu jahe merah bertambah nikmat.

Efeknya sangat terasa menghangatkan tubuh setelah diteguk beberapa kali dan makin lama makin terasa santai dan rileks ke tubuh. 

Istri memilih minuman dengan bahan tambahan jahe juga, tapi dalam versi wedang. Dari sini kelihatan kalau umur tak bisa bohong, ya 😅 milih minumannya yang hangat-hangat dan berbahan herbal.

Pas nyicip wedang jahe punya istri rasanya nikmat dan harum khas aroma rempah yang menyegarkan. Tambahan rimpang jahenya memberikan sensasi hangat dan pedas alami di lidah, masuk ke tenggorokan dan bertahan di dada hangatnya.

Rasa pedas alami dari jahe sedikit ternetralisir dengan tambahan gula aren di dalamnya. Tapi karena istri meminta tak terlalu manis, jadinya rasa jahe lebih mendominasi.

Es Teh Tarik, Green Tea Latte dan Chocolate Latte

chaproek coffee roaster

Walaupun daerah Kadudampit terkenal dengan udaranya yang dingin, tapi apalah anak-anak ini, mereka pesan minuman es semuanya, mulai dari es teh tarik, green tea latte dan chocolate latte.

Dari ketiga pesanan anak-anak, saya hanya mencoba green tea latte. Rasa teh nya sepat dan pahit ringan khas teh hijau, kemudian menyusul creamy dari susu sebagai tambahannya yang menjadikan gren tea latte jadi terasa lebih ringan, segar dan creamy.

Nasi Goreng Chaproek dan Nasi Goreng Seafood

menun nonkopi chaproek coffee roaster

Untuk makanannya saya memesan nasi goreng chaproek. Katanya ini salah satu signature dish mereka, sedangkan istri memilih nasi goreng seafood kesukaannya. Untuk rasa nasi goreng chaproek didominasi gurih, harum rempah dan juga pedas dari potongan cabe rawit.

Plating kedua nasi goreng ini hampir sama. Ada tambahan telur mata sapi, irisan tomat, mentimun dan kerupuk udang. Yang berbeda adalah isian nasi gorengnya. Kalau nasi goreng seafood tampak ada bakso ikan, udang, dan potongan cumi di dalamnya, sedangkan di nasi goreng chaproek isiannya ayam dan sosis.

Siomay Goreng, Bakso Keju Lumer dan Mix Platter

mix platter

Tiga anak-anak berutut-turut memesan siomay goreng, bakso keju dan mix platter.

Untuk siomay goreng porsinya hanya 4 potong. Untuk sausnya diberi 2 jenis, sambel tomat dan cabe. Rasanya enak dan gurih, tapi bukan tipe yang mengenyangkan.

cireng bumbu rujak

Untuk bakso keju lumer hanya terdiri dari 1 bakso besar isi keju, 5 tambahan bakso daging ukuran sedang dan sayur pakcoy. Itu saja. Tak ada mie, bihun atau pun tauge.

Mix platter lumayan banyak porsinya dengan isian kentang goreng, nuget dan sosis. Di atasnya ditambah parutan keju yang membuat si bungsu tambah senang dengan pilihan menunya ini.

Cireng Bumbu Rujak

rujak cireng

Untuk tambahan kita pesan cireng bumbu rujak. Camilan khas tanah Sunda yang disukai keluarga kami. Cireng yang diambil dari kata aci digoreng ini bertambah nikmatnya dengan tambahan sambal ketika memakannya.

Di Chaproek kita diberi 3 jenis sambal untuk menemani cireng. Ada sambel asam, chili oil dan juga saus cabe. Ketiganya cocok untuk dicocolkan pada cireng yang terasa krispi di bagian luar dan kenyal di bagian dalamnya ini.

Alamat dan Jam Operasional Chaproek Coffee Roaster

Ternyata Chaproek Coffe Roaster ini ada 2 di Sukabumi. 1 di kabupaten, 1 lagi di Kotamadya. Yang kemarin kita datangi yang di Kabupaten Sukabumi.

Jalan Kadudampit, RT.03/02, Kadudampit, Kecamatan Kadudampit 43153

Kalau untuk yang di Kota Sukabumi alamatnya ada di jalan Ahmad Yani, Cikole. Tak jauh lokasinya dari Kedai Jamu Mpon Brew yang beberapa waktu lalu kita datangi.

Untuk jam bukanya mulai jam 9 pagi sampai jam 11 malam. Cukup lama, ya.

Untuk teman-teman pecinta kopi harus sih nyobain datang ke Chaproek Coffee Roaster ini untuk menikmati ragam menu kopi racikan barista mereka. Atau kalau mau beli kopinya juga bisa lho, karena ternyata hasil proses roasting kopi yang berada di depan bangunan mereka itu hasilnya bisa kita jadikan buah tangan ketika pulang dari Chaproek Coffee Roaster.

Untuk yang mau bersantai di Chaproek Coffee Roaster tanpa menu nonkopi juga jelas bisa. Buktinya keluarga kami tetap enjoy menikmati makanan dan minuman di sana tanpa memilih menu-menu yang berhubungan dengan bahan kopi.

Lebih lamaTerbaru

1 komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke laman lisenzia.com. Semoga bermanfaat.