Di masa liburan sekolah semester ganjil kemarin Si Kakak ikut program Tandem Baper di Perpustakaan Kabupaten Sukabumi. Tandem Baper sendiri adalah singkatan dari Empat Jam Tanpa Android Bersama Perpustakaan. Program ini rutin diadakan setiap libur semester oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi sebagai bentuk program wisata literasi di perpustakaan yang menyenangkan.
Program Tandem Baper ini membuka banyak kelas untuk anak-anak usia sekolah TK dan SD. Alhamdulillah semua anak-anak di rumah pada ikut kelasnya. Si Kakak ikut kelas Bahasa Inggris, sedangkan kedua adiknya yang masih kelas 1 SD dan kelas A TK ikut kelas membaca. Selain kelas Bahasa Inggris dan kelas membaca ada juga kelas lainnya seperti kelas animasi, menari, kerajinan tangan, dan jaritmatika. Semua kelas yang tersedia diadakan secara gratis dan dibawakan dengan metode yang fun sebagai model atau contoh literasi anak usia dini.
Mengintip Cara Mengajarkan Bahasa Inggris yang Menyenangkan
Peogram Tandem Baper dari Diarpus Kabupaten Sukabumi diadakan dua gelombang karena banyaknya peminat. Gelombang pertama diadakan pada 29 sampai 31 Desember 2025 sedangkan gelombang kedua pada 5 sampai 7 Januari 2026.
Si Kakak dapat gelombang kedua di Kelas Bahasa Inggris, sedangkan kedua adiknya yang ikut kelas membaca dapat gelombang pertama. Jadinya mereka tidak berangkat bareng-bareng karena perbedaan gelombang ini, but it's Ok, tidak masalah sama sekali.
Pembelajaran di kelas Tandem Baper diadakan mulai dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang. Tentu tidak full 4 jam langsung, karena ada jeda istirahat. Di waktu istirahat anak-anak diberi satu kantong beragam snack dari panitia penyelenggara. Sudahlah kelasnya menyenangkan, diberi konsumsi camilan pula, makin senanglah anak-anak.
Sewaktu akan menjemput Si Kakak yang sedang belajar Bahasa Inggris kebetulan kelasnya masih berlangsung, jadinya kita bisa melihat bagaimana mentor dari Diarpus mengajarkan kelas yang fun dan sepertinya bisa diadaptasi untuk diajarkan ulang di rumah. Dari yang terlihat dan juga cerita Si Kakak, para mentor Bahasa Inggris ini menggunakan beberapa metode pembelajaran yang kreatif. Kita akan ulik beberapa di antaranya.
1. Menggunakan Media Audio Visual
Belajar menggunakan media audio visual merupakan bagian dari pemberdayaan media digital kreatif yang sangat menunjang pembelajaran. Saking fun-nya, anak-anak terlihat seperti sedang bermain walau sebenarnya sedang belajar.
Dengan belajar dari layar interaktif anak-anak jadi tidak bosan dalam prosesnya. Mereka juga bisa belajar dari konteks nyata dan aksen dari para native speaker di monitor.
Saat kemarin melihat proses pembelajaran mereka tampak mentor menyalakan monitor dan menghubungkannya dengan saluran Youtube. Mereka mengklik chanel Coco Melon dan belajar beberapa bentuk komunikasi sederhana di sana.
Setelah pemutaran video, anak-anak diajak diskusi ringan mengenai video yang telah ditonton. Anak-anak tampak antusias menjawab setiap pertanyaan dari para mentor karena pembawaan mentor nya juga yang semangat selama kelas berlangsung.
2. Bernyanyi dan Menari
Para mentor terlihat memutar lagu di monitor besar di depan berulang-ulang. Sekali dua kali anak-anak memperhatikan, selanjutnya mereka diberi instruksi untuk mengikuti lagu dan juga menyesuaikan dengan gerakan tari.
Contohnya ketika diputar lagu Twinkle-twinkle Little Star anak-anak mengikuti pengucapan lirik yang terlihat di monitor dan juga menari mengikuti gerakan mentor. Dengan pembawaan mentor yang atraktif, anak-anak pun terlihat semangat mengikuti proses pembelajaran dengan bernyanyi dan menari ini.
Secara teori, pembelajaran bahasa dengan menggunakan media lagu ini memang cukup efektif. Anak-anak dapat belajar pengucapan kata (pronunciation) dan juga melatih pendengaran (listening) sehingga dapat meningkatkan penguasaan frasa secara alami.
3. Bermain Game Edukasi
Bagian lainnya yang menarik saat melihat proses pembelajaran Bahasa Inggris di kelas Tandem Baper Diarpus Kabupaten Sukabumi adalah saat anak-anak diajak untuk bermain edukasi yang berelasi dengan Bahasa Inggris. Permainannya sederhana seperti menambahkan huruf yang kurang di monitor untuk satu kata dalam Bahasa Inggris, tetapi anak-anak tampak menyukainya.
Proses belajar dengan bermain permainan edukatif seperti ini memang bagus karena dapat mengaktifkan secara alami bagian otak pemrosesan bahasa dan juga pemecahan masalah. Belajar dengan game juga bagus karena anak-anak belajar tanpa merasa ada tekanan sehingga partisipasi mereka menjadi lebih aktif.
Terima Kasih Diarpus Kabupaten Sukabumi untuk Libur yang Bermanfaat dan Menyenangkan untuk Anak-anak
Keberadaan program Tandem Baper dari Diarpus Kabupaten Sukabumi sangat bermanfaat sebagai salah satu kegiatan dalam mengisi masa liburan semester sekolah. Kita sebagai orang tua dapat terbantu untuk memutus ketergantungan anak-anak dari gadget selama liburan.
Dengan pilihan kelas yang beragam dan mentor yang expert di bidangnya serta metode pembelajaran yang serius santai membuat anak-anak sangat menikmati program Tandem Baper ini. Liburan mereka menjadi bermakna dengan adanya wisata literasi ke perpustakaan yang tidak membosankan.
Terima kasih Tim Diapus Sukabumi yang telah menghadirkan kelas-kelas menyenangkan, termasuk di dalamnya kelas Bahasa Inggris, dan terima kasih pula karena kita pun sebagai orang tua bisa melihat prosesnya dan belajar secara tidak langsung bagaimana cara mengajarkan Bahasa Inggris pada anak SD yang bermakna namun tetap menyenangkan.
Semoga program Tandem Baper ini terus berkesinambungan sehingga libur sekolah anak-anak punya cerita berbeda yang penuh makna dan semoga juga perpustakaan-perpustakaan di daerah lain memiliki program serupa yang bisa mengakomodasi anak-anak belajar literasi dengan menyenangkan sehingga kedepannya juga diharapkan anak-anak akan tumbuh dengan pembiasaan kegiatan literasi dalam kehidupan sehari-hari mereka.







Posting Komentar