Abu Bakar Assidiq adalah salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad Saw yang juga menjadi penerus estafet kepemimpinan pertama setelah Nabi wafat. Jejak perjuangan Abu Bakar di Mekah maupun di Madinah masih dapat kita kenang sampai sekarang, karena baik di Mekah maupun di Madinah ada masjid yang dinisbatkan namanya pada beliau.
Penamaan Masjid Abu Bakar baik yang di Mekah maupun yang di Madinah memang syarat dengan sejarah. Untuk masjid yang ada di Madinah sudah diulas di tulisan masjid bersejarah dekat Masjid Nabawi yang salah satunya memang Masjid Abu Bakar ini. Nah, sekarang kita akan membahas Masjid Abu Bakar yang ada di Kota Mekah. Mudah-mudaha bermanfaat untuk teman-teman.
Sekilas Sejarah Masjid Abu Bakar di Kota Mekah
Masjid Abu Bakar yang ada di Kota Mekah diyakini dulunya adalah rumah beliau sebelum hijrah ke Madinah bersama Nabi Muhammad Saw. Bahkan kediaman Abu Bakar ini disebut sebagai Daarul Hijrah, yaitu titik pertama hijrah Nabi dari Mekah menuju Madinah.
Untuk menghormati dan untuk mengenang sejarah perjuangan sahabat Nabi ini, maka tanah yang dulunya dipercaya sebagai rumah Abu Bakar kini dibangun sebuah masjid dengan nama Masjid Abu Bakar. Lokasinya tidak jauh dari Masjidil Haram, bahkan salat atau i'tikaf di Masjid Abu Bakar ini salah satu pemandangan indahnya adalah pelataran Masjidil Haram. Ini menunjukan sebegitu dekatnya Masjid Abu Bakar dengan Masjidil Haram.
Cara Masuk ke Masjid Abu Bakar di Kota Mekah
Untuk teman-teman yang akan menjalankan ibadah umroh atau haji dan belum pernah berkunjung ke Masjid Abu Bakar yang ada di Mekah ini sila berkunjung untuk beribadah di sana dan merasakan indah dan khusu' nya salat dengan pemandangan Masjidil Haram.
Bagaimana cara untuk bisa sampai ke Masjid Abu Bakar? Berikut tutorial nya
- Patokan pertamanya adalah pelataran depan King Abdulaziz Gate (pintu masuk utama untuk jamaah umroh atau haji melaksanakan Thowaf)
- Tepat di depan pintu King Abdulaziz ini ada Zam Zam Tower yang terkenal. Berjalanlah di samping bangunan ini ke sebelah kanan dan kita akan menemukan Makkah Tower
- Makkah Tower ini ciri khas nya sekarang adalah cafe 1/2 M yang viral dengan kopi dan juga tumbler nya
- Di samping cafe 1/2M naik eskalator 2 kali untuk bisa sampai ke lantai paling atas, lantai 4
- Masuk ke pintu sebelah kanan dan di sanalah kita akan menemukan Masjid Abu Bakar
- Untuk area salat jamaah perempuan naik lagi menggunakan tangga ke lantai 5
Oh iya, Masjid Abu Bakar ini hanya dibuka pada jam-jam salat wajib saja. Jadi, untuk teman-teman yang akan berkunjung untuk i'tikaf atau salat ke Masjid Abu Bakar penting untuk memperhatikan jam kunjungan.
Kesan Mengunjungi Masjid Abu Bakar
Di Mekah ada beberapa masjid bersejarah yang bisa kita ziarahi saat melaksanakan ibadah umroh maupun haji di sela-sela waktu luang. Di tulisan sebelumnya juga kita sudah mengulas Masjid Abdullah Ibnu Abbas di Kota Thaif yang masih masuk ke dalam provinsi Mekah yang juga bisa kita ziarahi.
Masjid Abu Bakar ini adalah alternatif lainnya masjid yang bisa kita kunjungi di Mekah, selain untuk beribadah juga belajar sejarah tentang cerita dibaliknya. Tiang-tiang kokoh dalam masjid ini seakan menjadi simbol bagaimana keteguhan iman dan Islam Abu Bakar menghadapi tekanan dan intimidasi warga mekah pada Nabi dan pada Abu Bakar sebagai sahabat terdekatnya pada saat Islam pertama kali dideklarasikan secara terang-terangan di sana.
Terbayang saat i'tikaf di Masjid Abu Bakar ini bagaimana Rasullulah datang ke rumah sahabatnya, Abu Bakar dan memintanya untuk menemani hijrah ke Madinah. Sebagai salah satu orang kepercayaan Nabi, Abu Bakar mengiyakan apa yang dimintanya dan tanpa ragu ikut hijrah ke Madinah.
Dari Abu Bakar kita belajar tentang sosok sahabat sebenarnya. Ia ada tak hanya saat kita senang saja, tetapi dalam setiap kondisi, tetap hadir menemani.
Dibalik kilasan cerita setianya Abu Bakat pada Nabi, sembari duduk di Masjid Abu Bakar kita bisa merasakan ketenangan. Di sekeliling banyak jamaah yang setelah salat dan berdzikir kemudian duduk di posisi nyamannya masing-masing. Ada yang mengambil Qur'an lalu membacanya, ada yang melanjutkan berdzikir dan ada juga beberapa yang menatap ke jendela-dendela besar di sekeliling masjid sembari mengagumi pemandangan pelataran Masjidil Haram yang indah dipandang dari lantai 4 Makkah Tower ini.
Ah, Mekah memang kota sibuk. Setiap saat langkah orang-orangnya seperti bersegera. Namun ketika sudah masuk kawasan masjid, termasuk Masjid Abu Bakar ini, semuanya menjadi tenang, adem, dan betah saja berlama-lama di dalamnya.
Memang semenenangkan itu i'tikaf di Masjid Abu Bakar sembari menatap kaca-kaca besar yang menjadi dinding masjid dengan pemandangan Masjidil Haram. Momen-momen seperti ini adalah salah satu yang dirindukan untuk kita ingin kembali lagi ke sana.
Tak pernah bosan merapalkan doa-doa, semoga suatu saat bisa berkunjung kembali ke Mekah dan ke Madinah untuk umroh atau haji dan juga ziarah ke tempat-tempat bersejarah dan situs-situs suci seperti Masjid Abu Bakar ini dan juga masjid-masjid lainnya. Aamiin ya robbal aalamiin.









Posting Komentar