Seedbacklink
BloggerHub

Menengok Kemegahan Masjid Raya Al-Muttaqin Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi

Masjid Raya Al-Muttaqin Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi

Beberapa waktu lalu mengajak istri makan siang di Dharana Coffee yang lokasinya ada di kawasan Setukpa (Sekolah Pembentukan Perwira) Lemdiklat Polri Sukabumi. Setelah kenyang mengisi perut di Dharana Coffee, kita menyeberang untuk melaksanakan salat dzuhur ke Masjid Raya Al-Muttaqin yang juga masih berada di kawasan yang sama.

Singgah di Masjid Raya Al-Muttaqin tak hanya tentang menunaikan kewajiban salat, tetapi ketika menapaki gerbangnya saja, serasa langsung flashback ke masa lalu, masa-masa SMA. Dulu dengan teman-teman sekolah lumayan sering main ke daerah Bhayangkara dan salat di Masjid Raya Al-Muttaqin ini.

Bahkan dulu pernah juga ikut salat Jumat dengan teman-teman di Masjid ini. Yang unik para Polwan (Polisi Wanita) pun ikut salat Jumat, dan yang lebih membuat terkesima adalah ketika selesai salat Jumat, para polisi yang keluar tak bubar begitu saja. Mereka berkumpul dan berbaris rapi sesuai satuan masing-masing menuju tempat pendidikan dan asramanya kembali yang berada di seberang masjid. Sebegitu disiplinnya memang di Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi ini.

Masjid Raya Al-Muttaqin Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi

Masjid Raya Al-Muttaqin Setukpa Lemdiklat Polri

Dari dulu ketika melihat Masjid Raya Al-Muttaqin ini kesan pertamanya masih sama: megah. Setelah masuk ke dalam area masjidnya, kesannya bertambah dengan rasa nyaman dan penampakan yang sangat bersih sehingga menunjang untuk beribadah dengan khusyu.

Alamat Masjid Raya Al-Muttaqin

Seperti yang sudah disebutkan di atas kalau Masjid Raya Al-Muttaqin ini lokasinya berada di kawasan Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi. Alamat lengkapnya ada di:

Jalan Bhayangkara, Karamat, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43122

Dulu lembaga pendidikan Polri ini namanya Secapa (sekolah Calon Perwira) Polri. Namun pada tahun 2003 diubah namanya menjadi Setukpa Lemdiklat Polri. Tapi kadang kebiasaan kita sebagai orang lokal di Sukabumi masih saja menyebutnya dengan Secapa.

Fasilitas Masjid Raya Al-Muttaqin

Kemegahan Masjid Raya Al-Muttaqin diciptakan bukan tanpa alasan. Ini karena memang Setukpa Lemdiklat Polri memiliki siswa yang sangat banyak sehingga harus disesuaikan dengan daya tampungnya.

Tapi tak hanya masjid untuk sarana ibadah siswa Setukpa yang beragama Islam, di sini juga terdapat tempat ibadah 4 agama lainnya. Ini tak lain sebagai bentuk pemenuhan hak para siswa untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Tak heran kalau Kota Sukabumi mendapat predikat Kota Paling Toleran di Jawa Barat karena memang di sini banyak tempat ibadah beda agama dapat berdampingan dengan aman dan nyaman untuk melaksanakan ibadahnya masing-masing, seperti halnya tempat-tempat ibadah di komplek Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi ini.

Untuk masalah fasilitas, Masjid Raya Al-Muttaqin cukup lengkap dengan segala perangkat ibadah dan penunjang lainnya sehingga para jamaah akan nyaman ketika masuk ke area masjid ini.

Tempat Wudhu dan Toilet Cukup Banyak dan Bersih

Secapa Polri

Sebelum melaksanakan salat tentu kita mengambil air wudhu terlebih dahulu. Di masjid ini tempat wudhu laki-laki dan perempuan terpisah seperti masjid lain pada umumnya. Yang nampak mencolok di Masjid Raya Al-Muttaqin ini adalah tempat wudhunya memiliki fasilitas kran air yang sangat banyak. Ini karena memang berbanding lurus dengan banyaknya jamaah dari para polisi yang sedang menimba pendidikan di Setukpa ini.

Yang unik adalah toiletnya. Karena ini adalah kawasan kepolisian yang kita tahu ada struktur jabatan yang jelas, maka toilet pun tak sembarang bisa digunakan. Ada toilet VIP yang hanya diperuntukan untuk jamaah dengan jabatan tertentu saja di sana dan ada juga toilet umum yang bisa diakses oleh jamaah pada umumnya.

Jumlah toilet yang tersedia pun lumayan banyak dan ketika saya masuk ke salah satunya, kondisinya cukup bersih dan nyaman digunakan. Tentu yang saya bisa masuki toilet yang umum ya, bukan yang VIP :)

Tempat Salat Jamaah Laki-laki dan Perempuan yang Nyaman dan Terpisah

Masjid Raya Al-Muttaqin Setukpa Polri Sukabumi

Masjid Raya Al-Muttaqin ini memiliki bangunan 2 lantai. lantai pertama untuk tempat ibadah jamaah laki-laki dan lantai kedua untuk jamaah perempuan.

Untuk yang tak membawa alat salat, tersedia sarung untuk laki-laki di lantai 1 atau pun mukena untuk perempuan di lantai 2. Jadi, tak ada alasan untuk tak salat :)

Ruang salat di Masjid Raya Al-Muttaqin ini cukup nyaman dengan sajadah warna dominan hijau yang tebal. Area salat pun luas dan hawanya adem dengan dinding marmer di bagian depan dan jendela-jendela besar di bagian kanan kiri yang membuat sirkulasi udara lancar.

Tempat Parkir yang Luas

Untuk teman-teman yang mau menengok kemegahan Masjid Raya Al-Muttaqin ini jangan sungkan untuk berkunjung, karena walaupun berada di area Setukpa Lemdiklat Polri, masjid ini bisa diakses oleh umum juga.

Di bagian masjid tersedia tempat parkir yang luas, baik untuk kendaraan roda dua maupun empat. Tempat parkirnya insyaAllah aman, ya. Tidak ada pak ogah yang akan tiba-tiba muncul pas kita akan keluar area masjid.

Di samping tempat parkir ada mini market juga kalau teman-teman mau jajan camilan. Atau kalau mau ngopi santai sambil makan-makan, bisa juga jalan menyeberang ke Dharana Coffee.

Kesan Berkunjung ke Masjid Raya Al-Muttaqin

Berkunjung ke Masjid Raya Al-Muttaqin Setukpa Polri

Setelah selesai menunaikan salat dzuhur saya duduk di teras depan masjid sebentar bersama istri sambil ngobrol santai dan menikmati keindahan bagian luar masjid. Masjid ini memang tak hanya megah bagian arsitektur bagian dalamnya, tetapi bagian halamannya yang tertata indah dan rapi juga dengan menara tinggi yang semakin memberikan kesan kokoh di bagian samping masjid.

Ada beberapa jamaah lain juga yang setelah dari dalam masjid duduk di teras. Tapi suasananya cenderung hening, karena sepertinya orang-orang merasakan suasana istirahat yang nyaman, sehingga cocok untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk dunia.

Alhamdulillah, Allah masih sampaikan usia sampai hari ini dengan dapat menikmati keindahan Masjid Raya Al-Muttaqin dan bersujud di salah satu rumah-Nya ini. Dengan kondisi tempat ibadah yang nyaman seperti Masjid Raya Al-Muttaqin di Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi ini insyaAllah sangat mendukung kita agar dapat beribadah dengan aman, nyaman dan khusu.

6 komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke laman lisenzia.com. Semoga bermanfaat.
  1. Waduh bagus dan megah sekali masjidnya ya. senang sekali melihat tempat ibadah yang bersih dan juga terawat seperti ini dan dipakainya ramai. digunakan beribadah banyak orang lain . Semoga berkah bagi pemilik maupun pengelolanya Semoga tetap bisa dijaga dengan baik

    BalasHapus
  2. Memang terhitung megah si ini kang. Dari desainnya, sampai material pembuaatannya terlihat rapih, berkilau dan long lasting.
    Disini mah, kayaknya ga bakal kaget ya kalau imamnya Polisi. Soalnya kan memang jamaahnya mayoritas adalah para polisi-polisi muda. Lain hal dengan masjid di kampus saya dulu. Kalo yang ngimaminnya Polisi, kelar shalat langsung nanya, "Tadi siang ada tawuran lagi ya pak?" hahahaha

    Tapi saya kurang setuju si sama konsep Toilet VIP di rumah ibadah kayak gini. Nganu, di mata Allah, kita semua ini kan sama ya.

    BalasHapus
  3. Masyarakat umum boleh juga ikut sholat disana ya? saya kira hanya siswa diktupa saja, ternyata dibuka untuk umum.
    Masjidnya megah bersih, cerminan dari penghuninya yang selalu dididik untuk disiplin
    seru juga kali yah sholat di kelilingi para taruna polisi.

    BalasHapus
  4. Megah banget bangunan Masjid Raya Al-Muttaqin di Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi ini. Dari depan, bahkan sampai ke area dalam. Salutnya lagi, tempat wudhu banyak. Kebayang sih pas para siswa mau salat biar nggak antri dan sat-set mungkin ya. Terkait toilet pun patut di syukuri karena banyak dan bersih pula.

    Kalau menunaikan ibadah di tempat yang nyaman, tenang, jadi khusyuk sekali, Alhamdulillah dan Masya Allah tabarakallah banget. Selain ibadah, bisa ngadem juga.

    Bener sih, Sukabumi patut di jadikan kota paling toleran, karena seringkali terlihat tempat ibadah beda agama berdekatan jaraknya dan rukun-rukun aja. Inspiratif sekali, semoga di setiap daerah Indonesia bisa begitu ya.

    BalasHapus
  5. Vibes dari luarnya udah tampak kesan menenteramkan. Jadinya saat berdampingan dengan tempat ibadah yang lain pun juga makin asik, nah ini jadi kerukunan yang sebisa mungkin untu dijaga selalu ya, tak hanya di sini berikut di mana pun tempat ibadah lainnya yang berdampingan.

    yang demikian ini, siapapun yang ziarah ke Masjid Raya Al-Muttaqin bakal betah dah ya, dan tentunya gak afdhol kalo ga solat dulu, minimal dapat tahiyatul masjid.

    BalasHapus
  6. Saya baru ngeuh kalau mesjid ini namanya Al Muttaqin kang. Soalnya saya selalu bilangnya Masjid Secapa. Masjid yang selalu saya singgahi kalau sedang di Sukabumi selain Masjid Agung dan Masjid Surken. Soalnya mesjidnya luaas dan asri...sambil bisa melihat bapak polisi kalau pas kebetulan sedang baris² .

    BalasHapus