Kota Madinah itu terkenal dengan ketenangannya dan memang demikian terasa ketika menginjakkan kaki di kota suci ini. Jangankan di tempat yang memang terkenal adem, di jalanan saja semuanya terasa sangat santai. Tak ada suara klakson mobil terdengar. Kendaraan-kendaraan pun berjalan seperti dalam kondisi yang ful tenang.
Kalau di jalanan saja semuanya terasa begitu tenang, bagaimana dengan suasana perpustakaan di sana? the real menikmati kesunyian sih. Pengalaman mengesankan itu saya dapatkan ketika masuk ke perpustakaan yang ada di Masjid Nabawi. Suasananya begitu damai, tak berisik, tenang seperti berada di taman-taman ilmu yang indah.
Perpustakaan Masjid Nabawi
Sewaktu melaksanakan umroh Syawal kemarin, selain melaksanakan ibadah umroh dan ziarah ke beberapa situs bersejarah di Mekah dan Madinah, saya memanfaatkan waktu luang untuk berkunjung ke tempat-tempat yang jarang didatangi oleh jamaah umroh lainnya. Salah satunya adalah perpustakaan Masjid Nabawi di Madinah.
Sewaktu di Mekah pun demikian. Saya mengunjungi Masjid Abu Bakar di lantai 4 Tower Mekah, yang mana tempatnya sepertinya masih jarang dikunjungi oleh jamaah dari Indonesia.
Mengunjungi tempat-tempat yang underrated seperti Perpustakaan Masjid Nabawi memberikan pengalaman yang mengesankan sewaktu umroh, terlebih bagi saya yang lebih senang menikmati waktu sendiri.
Sekilas tentang Berdirinya Perpustakaan Masjid Nabawi
Meringkas informasi dari Wikipedia bahwa bangunan perpustakaan versi modern di Masjid Nabawi dibangun pada sekitar tahun 1931 Masehi atas prakarsa dari Syekh Ubaid Madani. Syekh Ubaid Madani sendiri adalah seorang direktur pada urusan wakaf di Kota Madinah waktu itu.
Rencana pembangunan perpustakaan disetujui oleh kerajaan Arab Saudi dan dibangunlah perpustakaan di Masjid Nabawi, di lantai paling atas. Kepala Perpustakaan pertama yang ditunjuk adalah Ahmad Yasin al-Khiyari. Beliau adalah seorang ulama, sejarawan dan juga penulis dari Madinah.
Mayoritas buku-buku yang ada di Perpustakaan Masjid Nabawi sendiri adalah buku-buku yang diwakafkan baik dari perorangan atau pun lembaga.
Cara Masuk ke Perpustakaan Masjid Nabawi
Ada beberapa kemungkinan kenapa Masjid Nabawi masih terlihat jarang dikunjungi. Pertama, banyak yang belum tahu lokasinya di mana. Kedua, karena buku-buku di Perpustakaan Masjid Nabawi mayoritas dalam Bahasa Arab dan tak semua jamaah umroh atau haji dari seluruh dunia memahami Bahasa Arab ini.
Untuk teman-teman yang ingin tahu cara masuk ke Perpustakaan Masjid Nabawi, berikut panduannya:
- Cari pintu Masjid Nabawi nomor 10. Di pintu ini akan ada plang penanda perpustakaan atau dalam Bahasa Arab disebut Maktabah
- Naik eskalator sampai ke bagian paling atas atau roof top
- Di bagian roof top inilah lokasi Perpustakaan Masjid Nabawi, tepatnya di bagian kanan masjid jika kita masuk dari arah timur
- Untuk alas kaki tidak dipakai ke dalam perpustakaan. Di bagian luar perpustakaan disediakan rak untuk menyimpan sendal atau sepatu
- Kalau sudah menyimpan alas kaki, tinggal masuk saja. Di bagian depan ada petugas yang mengucapkan selamat datang dan mempersilahkan kita masuk
- Cari spot ternyaman atau fasilitas yang mau kita gunakan di dalam perpustakaan
Kesan Berkunjung ke Perpustakaan Masjid Nabawi
Vibe Madinah yang tenang semakin terepresentasikan ketika kita masuk ke Perpustakaan Masjid Nabawi. Benar-benar cocok untuk kaum introvert dan suka dengan dunia literasi.
Bagaimana jika kita tak memiliki kemampuan untuk membaca buku dengan pengantar Bahasa Arab? Tenang saja, ada fasilitas lainnya yang bisa kita gunakan di sini seperti jajaran komputer yang cukup banyak dengan sudah dilengkapi akses internet.
Kalau mau membaca Al-Qur'an pun tersedia banyak mushaf di meja atau rak perpustakaan. Tapi bacanya dengan nada sir (pelan) saja agar tak mengganggu orang lain yang sedang membaca buku.
Ke Perpustakaan ini tidak diperkenankan membawa makanan, ya. Tetapi kalau haus disediakan dispenser khas yang berisi air Zam zam. MasyaAllah, nikmat banget rasanya bisa mojok di perpustakaan dengan segelas air Zam zam.
Sungguh waktu berlalu terasa begitu cepat ketika ketika berada di tempat yang nyaman. Tahu-tahu adzan dzuhur berkumandang tanda waktu salat telah datang. Ketika adzan terdengar, tanpa diberi komando pun para pengunjung dan petugas perpustakaan keluar terlebih dahulu untuk menunaikan kewajiban salat fardhu berjamaah.
Karena perpustakaan ini lokasinya berada di roof top Masjid Nabawi, jadinya untuk salat tak perlu turun lagi. Ketika keluar dari perpustakaan, sudah banyak jamaah yang berdiri di barisan salat di roof top ini dan sebagian masih mengambil air wudhu. Oh iya, salat di roof top ini salah satu spot yang indah, karena kita bisa melihat langit biru Madinah di siang hari yang indah dan tak menyengat, karena tersedia kanopi-kanopi yang memayungi para jamaah.
Setelah salat kita bisa masuk lagi ke perpustakaan atau melakukan aktivitas lainnya. Saya sendiri memutuskan untuk tidak masuk lagi dan berencana menjelajah bagian-bagian lainnya yang menarik dari Masjid Nabawi. Kemana saja? Saya selanjutnya mengunjungi museum Masjid Nabawi yang berada di bagian basement. InsyaAllah untuk detail cerita Museum Masjid Nabawi nanti kita sambung di tulisan selanjutnya agar memiliki ruang khusus untuk pembahasannya.










Kalo masih satu bangunan solat disana sekaligus juga bisa ya, tinggal memperhatikan tempatnya
BalasHapusPemandangan dari roof saat solat itu tidak ada gambarnya ya? Penasaran dengan suasana langit biru nya Madinah
Gambarnya sudah saya tambahkan, ya Teh :)
HapusKak, masyaAllah senangnyaaaaa bisa umroh sekaligus eksplor Masjid Nabawi.
BalasHapusSampai ke perpustakaan jugaaa, pengeeeennn banget.
ehtapii ini kayaknya khusus jemaah laki-laki ya?
Untuk jamaah perempuan juga Mbak. Tapi pintu masuknya berbeda. Kalau untuk yang laki-laki di gate 10, kalau jamaah perempuan kalau tidak salah di gate 25, jadi ruangnya memang terpisah
HapusEkplor rooftop masjid nabawi maupun masjidil haram ini jadi salah satu wishlistku mas,,,tapi sepertinya kok yang diperbolehkan masuk hanya laki2 saja yaa apakah benar? atau saya saja yang salah membaca tanda dan kurang bertanya...soalnya melihat yang bisa sholat di rooftop sepertinya sangat indah banget bisa melihat sekeliling masjid :)
BalasHapusSepertinya tidak Mbak. Alhamdulillah sewaktu salat di roof top Masjidil Haram banyak kok jamaah perempuannya juga
HapusMashaAllah, selama ini saya hanya membaca tentang masjidnya aja, tanpa pernah tau kalo di masjid nabawi ada perpustakaan.
BalasHapusini isinya buku umum (berbahasa arab) atau Kitab -kitab populer juga ada om?
terima kasih atas tulisan yang informatif ini om...
Untuk bukunya cukup lengkap Mang, mulai dari buku umum sampai buku agama, bahkan di ruang terpisah ada dokumentasi literasi masa-masa Islam awal seperti ayat-ayat Qur'an yang ditulis di pelepah kurma bahkan di tulang juga ada
HapusMasyaAllah Kang Yonal mengulasnya, soalnya hal seperti ini agak jarang dikupas sama yang berkunjung ke Masjid Nabawi, alias hanya fokus di masjidnya aja, padahal bagian perpusnya ini juga salah satu daya tarik yang luar biasa buat didatangi.
BalasHapusInsyaAllah ada kesempatan daku umroh, bismillah mau berkunjung ke Perpusnya juga, paling nantinya daku menganggap "kek di perpus kampus, karena isinya buku berbahasa Arab" hehe
MasyaAllah, takjub banget sama suasana di perpustakaan Masjid Nabawi di Madinah. Beneran tenang, damai, dan nyaman. Bahkan tersedia air zamzam bagi yang haus, sungguh indah sekali Madinah ini.
BalasHapusInsya Allah, apabila umroh nanti ada waktu luang dan ada yang menemani, saya coba juga mampir ke perpustakaan nya. Terima kasih sudah explore bagian yang jarang di kunjungi oleh orang-orang pada umumnya.
Bener, indah banget salat di area rooftop. Takjub banget dengan view-nya.
Jadi tidak sabar ingin baca terkait museumnya juga nih.
Mantaaaaappp Mas Regen..... bisa "mojok" di sudut Perpustakaan Masjid Nabawi sambil menikmati ketenangan Madinah dan segelas air Zamzam dingin itu rasanya syahdu sekali.
BalasHapusSebagai sesama pencinta ketenangan, info tempat underrrated seperti ini berharga banget. Apalagi panduan cara masuk lewat Pintu 10 sampai ke rooftop ditulis dengan sangat detail. Yang mau pergi umroh masukin bucket list yessss
Subhanallah. Indah banget masjid Nabawi dan Mekkah dr rooftop ya kak. Wisata underated bgt nih. Jarang yg ngulas bgt wisata spt ini. Kirain di sana ya fokus ibadah aja. Ternyata membaca juga ibadah loh walau di sana bingung juga ya bacanya karena semua buku pasti berbahasa Arab.
BalasHapusBtw kan ada gawai yang bs nerjemahin tuh. Ntrbs dicoba deh kalo baca buku asing.
Pantesan bang Yonal jarang aktif sejak Idul Fitri kemarin. Ternyata lagi ibadah umrah. Smg ibadahnya mkn meningkatkan iman ya kang. Smg aku jg bs menyusul ke sana. Amiin.
MasyaAllah senang banget bisa main ke perpustakaan ini.
BalasHapusMana kelihatan adem, emang cocok buat introvert. Andai dekat pasti udah sering2 main ke sana. Membaca buku, menyendiri, atau mengaji.
Jadi buku2nya kebanyakan dari wakaf ya? Penasaran apakah ada buku2 Berbahasa Indonesia? :D
Fasilitasnya terlihat sangat memanjakan pengunjung. Mana disediakan air zam zam juga di sana. Oh ya bawa tumbler sendiri atau disediakan gelas mas?
Masuk perpustakaan masjid nabawi nggak perlu daftar atau isi semacam daftar hadir gitu ya, kak. Aku suka ketenangan begini tuh, kak.
BalasHapusCuma ya, karena di Masjid Nabawi yang notabene ada di Madinah, jadi kumpulan buku yng ada di sana ya otomatis bahasa arab.
Wah saya baru tahu nih ada perpustakaan di masjid nabawi dan boleh dimasuki oleh umum ya, kak. Meski mungkin tidak bisa membaca bukunya setidaknya kita bisa menikmati suasana perpustakaan di masjid nabawi
BalasHapusMumpung ini hari Jumat, kulangitkan doa agar bisa kesana juga minimal sekali sebelum saya mati
BalasHapusYa Allah kebayang tenangnya duduk di perpus seperti ini dan tinggal menunggu waktu salat tiba
Sejatinya memang di dunia ini kita hanya menanti waktu ibadah saja
Ya Alalh, bagus banget perpustakaannya
BalasHapusSenang bisa ibadah umroh sekaligus menjelajahi perpustakaan ini
Ya Allah....saya jadi ingin ke Madinnah lagi kang....dulu belum sempat mampir kesini hanya eksplore masjid² nya dan tempat² lain.....semoga ada rejeki lagi biar bisa kesana
BalasHapusSuasana di Kota Madinah itu sangat tenang dan juga menenangkan dan Entah kenapa betah banget ketika ada di sana melakukan salat lima waktu tapi sayang sekali saya kelewatan untuk datang ke perpustakaan Madinah Semoga Allah mewujudkan bisa melakukan ibadah umroh lagi dan bisa mengunjunginya
BalasHapusMungkin karena lokasinya di roof top jadi banyak yang tidak tahu tapi bisa juga karena tidak banyak pengunjung yang tertarik ke perpustakaan
BalasHapusBersih dan nyaman ya, bagi penyuka buku pastinya nyaman berada di sini
wah keren banget di masjid ada library :D berkah selalu
BalasHapus