Pertengahan Juni ini waktunya istri periksa kesehatan. Di jadwal pemeriksaan tertera jam 11 siang, maka kita pun bergegas berangkat ke rumah sakit setelah sebelumnya mendaftar secara online.
Sesampainya di rumah sakit ternyata cukup banyak pasien yang duduk di kursi tunggu. Pun dengan kita yang akhirnya bergabung untuk dipanggil ke ruang dokter. Jeda untuk menunggu panggilan ini membuat tubuh mengantuk, sampai akhirnya memejamkan mata untuk beberapa saat sambil duduk.
Tak berselang lama perawat memanggil nama istri dan saya pun menemani proses pemeriksaan. Setelah diperiksa, kondisinya Ok kata dokter, plus nasihat untuk sering-sering olahraga untuk menjaga kesehatan tubuh. Alhamdulillah, bersyukur dengan nikmat sehat ini.
Akhirnya kita keluar dari rumah sakit menuju area parkiran. Sebelum pulang, istri mengajak nyari makan, karena memang sudah waktunya makan siang. Tempatnya? Terserah katanya. Biasa, jawaban template istri.. :)
Kalau sudah dapat jawaban terserah, otak ini harus langsung cepat merespon. So, akhirnya langsung saja kita ke Dharana Coffee yang tak jauh dari Rumah Sakit Assyifa tempat istri cek kesehatan.
Alamat dan Jam Operasional Dharana Coffee
Dharana Coffee yang akan kita tuju berada di jalan Bhayangkara, Sukabumi, di area Setukpa (Sekolah Pembentukan Perwira) Lemdiklat Polri, tak jauh dari Restoran Nuansa Rasa yang pernah kita datangi beberapa waktu sebelumnya. Alamat lengkapnya di:
Jalan Bhayangkara No.116, Karamat, Gunungpuyuh, Kota Sukabumi
Di Sukabumi ini memang terdapat sekolah untuk para calon perwira di kepolisian. Lembaga ini sudah hadir pada masa penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1912. Dengan latar sejarahnya ini maka Kota Sukabumi dijuluki juga sebagai Kota Polisi.
Nah, Dharana Coffee ini hadir di salah satu bagian area Setukpa yang berseberangan dengan Masjid Raya Al-Muttaqin. Jam bukanya sendiri mulai jam 7 pagi sampai jam 10 malam. Bukanya setiap hari.
Menu Pesanan Kita di Dharana Coffee
Setelah memarkirkan kendaraan, kita langsung masuk ke Dharana Coffee yang lantai 2. Tak banyak pengunjung di tempat makan yang cukup luas ini. Hanya beberapa kursi yang terisi, itu pun sepertinya beberapa anggota polisi di sini, terlihat dari seragam yang mereka gunakan.
Mungkin orang-orang pada segan untuk masuk area Setukpa ini. Padahal Dharana Coffee ini cukup luas tempatnya. Di sekelilingnya berdiri gagah pohon pinus dan pohon jenis lainnya yang membuat duduk di sini terasa segar dengan pemandangan rindang dari hijaunya dedaunan.
Setelah sekilas melihat sekeliling, kita langsung ke bagian kasir dan memesan beberapa makanan dan minuman. Karena bertepatan dengan waktu makan siang, jadi kita pesan makanan berat untuk menu utamanya.
Nasi Goreng Kampung
Saya memesan nasi goreng kampung untuk makan siang kali ini. Harganya di kisaran 20 ribu. Rasanya cukup mengobati kangen dengan nasi goreng kampung buatan umi (ibu), tapi tetap nasi goreng orang tua kita pasti yang terbaik di mata anak-anaknya.
Yang saya tahu nasi goreng kampung itu dibuat tanpa kecap. Tapi pesanan yang datang di meja kita sepertinya tidak demikian. Overall rasanya tetap enak dengan perpaduan gurih, asin, aroma umami, dan pedas dari cabe rawit. Tapi untuk pedasnya saya pesan yang sedang, karena bukan pecinta pedas sejati. Kasihan lambung :)
Chicken Steak
Chicken steak ini pesanan istri. Harganya di kisaran 40 ribu. Potongan ayamnya ada 3 dan cukup besar semuanya. Karena cukupnya banyaknya porsi chicken steak ini, istri sempat menawari untuk sharing.
Pas saya coba, dagingnya cukup juicy dan empuk. Tapi pas nyoba bagian sausnya, rasanya kurang cocok di lidah saya. Mengingatkan bumbu-bumbu kari yang kuat sewaktu makan di salah satu hotel di Doha, Qatar. Beruntungnya potongan sayurnya terasa segar dan goreng kentangnya juga enak.
Pisang Goreng dan Rujak Cireng
Untuk makanan tambahannya kita pesan pisang goreng dan cireng. Masing-masing harganya di kisaran 20 ribu.
Pisang gorengnya menggunakan pisang raja yang sudah masak, jadinya memberikan kesan rasa manis yang sempurna. Rasanya makin manis dan gurih karena ditaburi dengan parutan keju dan juga susu kental manis. Sepertinya kurang cocok bagi yang punya diabetes dan sedang mengurangi gula :) untuk cirengnya renyah dan rujaknya juara sekali, perpaduan rasa asam, manis dan pedasnya pas.
Es Pala dan Teh Lemon
Minumannya saya pesan es pala dan istri teh lemon. Rasa es pala ini segar banget. Terasa pas diminum di siang hari. Untuk teh lemon pilihan istri dipesan dengan low sugar dan minta yang hangat. Pas nyobain rasanya enak dan segar juga.
Dari info kakak-kakak yang mengantarkan menu-menu yang kita pesan, katanya untuk minuman es pala dan teh lemon ini kita dapat diskon 20%. Harganya jadi di kisaran 20 ribu.
Kesan Makan Siang di Dharana Coffee
Untuk makan berdua di Dharana Coffee kita membayar 150 ribu. Dengan diskon 20% untuk minuman jadinya sekitar 135 ribu.
Karena di Dharana Coffee waktu itu sedang tidak banyak pengunjung, bagi kita yang introvert senang sih, jadi bisa menikmati kesunyian di tempat yang cukup luas dengan dikelilingi pepohonan yang tinggi dan memberi kesan segar dari rindangnya dedaunan hijau.
Untuk fasilitasnya juga cukup lengkap dengan adanya toilet yang bersih, baik untuk laki-laki dan perempuan. Untuk salat, kita tinggal menyeberang ke Masjid Raya Al-Muttaqin. Kemarin pun kita salat dzuhur di sini. Untuk pengalaman singgah di masjid ini insyaAllah ditulis terpisah agar memiliki ruang yang cukup leluasa.
Tempat parkir pun luas dan nyaman. Dan jelas tak ada pak ogah yang tetiba datang minta 2 ribu pas kita mau pulang. La wong di area sekolah kepolisian, tak ada yang berani :)
Untuk teman-teman di Sukabumi dan sekitarnya, yang suka tempat makan tak terlalu ramai, dengan spot pemandangan alam yang indah, Dharana Coffee ini bisa jadi salah satu pilihan. Untuk pilihan menu-menu lainnya bisa teman-teman lihat di Instagram mereka @dharanacoffee.









Daku belum pernah nyicip es pala nih, Kak Yonal. Enak ya? Nanti cari ah, coba bikin sendiri pakai sirup pala.
BalasHapusPisang goreng kalau pakai pisang raja pasti mantep.
Nasi goreng juga kelihatan enak. Puas yaa makan di Dharana Coffee Bhayangkara.
wah bagus sekali nih jika bisa pelisiran di akhir pekan sambil minum lemon tea, sambil baca novel ditambah irisan kentang goreng. hem pasti lebih seru dengan nuansa yang syahdu
BalasHapusHehehe kok sama...aku kalo ditanya suamiku mo mkan dimana juga seringnya jawab terserah kalo memang lagi gak makan pengen sesuatu yg khusus kecuali klo lagi pengen yg tertentu baru deh sebutin tempatnya...
BalasHapusDan ini camilannya juga bisa pas gitu yaaa suamiku suka cireng kalo aku suka pisgor wkwkwk
Lumayan lah yaa makan siang di tempat yg gak begitu ramai jadi bisa bnr2 menikmati mana dpt diskon juga :)
Emang ya Pak, selemot-lemot otaknya kita para bapack-bapack.. kalau istri sudah keluar kata 'terserah', maka otak kita kudu bertransformasi jadi SnapDragon Elite alias kudu mikirrr cepet banget wkwkwkwk. Saya relate banget pak, seriiiiing...
BalasHapusuntungnya ketemu tempat ngopi santuy ini si. Yang ternyata jual eatery juga.
Sy liat nasgornya segitu okelah pak, toh harganya cuma 20 ribuan aja.
Tempatnya oke juga buat nongkrong santai, masih ada suasana hijaunya euy.
Bener juga yaaaa, kalau di kawasan sana siapa yg berani jadi tukang parkir atau pak ogah 😄.
BalasHapusTempatnya nyamaaan kliatan mas. Nasgor nya itu menarik. Aku sukaaaa kalau lihat tampilannya. Iya sih nasgorkam biasanya ga pake kecap. Cuma kalau mau diksh pun, selagi rasanya balance, aku masih mau.
Kalau chicken steak, dari dulu memang kurang doyan 😄😄. Apalagi kalau sausnya berbau kari kayak yg mas tulis. Makin ga suka aku ðŸ¤. Kari sih sukaaa, tp kalau JD saus steak kayak ga cocok aja
Nasi goreng kampung tuh favorit banget. Biasanya kalau kemana-mana which is resto baru, biasanya aku cari satu menu comford buat ngatasi kalau masakan resto nggak cocok.
BalasHapusSteak ayam bumbunya kari kok agak nggak biasa ya mas. Apalagi kalau bumbu kari khas Timur Tengah atau India yang rasa rempahnya bold, aku kurang suka. Tapi kalau ada nasgor kampung, rasanya aku bakal ketolong deh.. ðŸ¤
Lihat sekeliling restonya yang adem, kayaknya aku bakal betah sambil baca buku. huehehe.. mirip short escape tipis².. 🥹
Kalau dari penampakannya, nasi goreng kampung cukup besar porsinya ya Kang. Tapi untuk menyegarkan sistem pencernaan terlebih pasca menunggu antrean bertemu dokter, keknya itu jadi menu yang pas buat disantap.
BalasHapusBtw, sehat-sehat selalu untuk Kang Yonal dan keluarga ya, aamiin
Makan siang yang sangat berkesan. Tempatnya super nyaman, bebas dari pak Ogah, dan teduh karena banyak pepohonan juga. Rasanya terlalu sulit buat nolak datang ke Dharana Coffee.
BalasHapusApalagi ada es pala, pisang goreng raja pula. Ekh iya nasi goreng kampungnya ternyata beda, kalau di rumah bikin tanpa kecap alias polosan gitu. Sepakat sih kalau makanna buatan ibu atau mama ortu adalah yang terenak di muka bumi. Masya Allah keren emang ya.
Alhamdulillah, rupanya dapat diskon juga. Jadi lumayan terasa lebih terjangkau karena bisa makan berat, lalu ngemil dan minum minuman segar. Fasilitasnya pun oke banget, mau ke masjid tinggal menyeberang pula.
Saat membaca nama cafenya, dan ada kata Bayangkara, saya sudah menduga ada kaitannya dengan Polri. Dan benar cafe ini berada di lingkungan Stukpa.
BalasHapusKalau soal lingkungan sangat tenang ya, Mas. cocok buat tempat menulis. dari menu juga menggugah selera. Nasi goreng buatan ibu memang paling juara. Nah, saya justru menasaran dengan minuman palanya. soalnya belum pernah. Terus penasaran juga dengan rujak cireng hehehe
wiiihhhhh Dharana Coffee ini suasananya kelihatan syahdu ya, dikelilingi pohon pinus dan bonusnya tenang karena pas sepi pengunjung. Pas banget buat yang pengen healing tipis-tipis. Nasi goreng kampung dan rujak cirengnya sukses bikin ngiler siang-siang begini. Ditambah lagi aman dari kang parkir dadakan, bener-bener nilai plus!
BalasHapusUdaranya juga pasti nyaman karena ada pohon pinusnya, biasanya khas gitu ya
Dharana Coffee yang syahdu, tenang, adem, bikin yang melihat makin senang. Apalagi dipamerin menu nasgor, steak, pisang goreng hingga minuman yg segar. Berasa lgsg pgn ke Sukabumi nih.
BalasHapusBaru tahu jg kalo nasgor tradisional ngga pake kecap. Tapi emg kalo dipanasin manual aja, nasi jg bakalan agak gosong kyk dikasih kecap. Emg sih setiap daerah punya citarasa nasgor yang berbed. Ada yg nggak pake kecap, ada yg pake saos. Ada yg keduanya, ada yg ga pake keduanya.
Rasanya masih tetap nikmat. Ditambah cuaca yg sepoi2 di bawah pohon pinus. Uhhh syahdunya.
Kebayang ademnya makan siang di antara pohon-pohon pinus area Setukpa, apalagi buat yang nyari ketenangan pas makan, dapet suasana sepi gitu berasa nemu hidden gem. Menu-menunya juga kelihatan menggoda, meskipun saus steak-nya agak beda selera, tapi rujak cireng sama es palanya kedengaran seger banget buat siang-siang. Poin plus paling juara ya soal parkirannya itu sih, aman tenteram tanpa gangguan di kandang polisi,
BalasHapusItu es palanya memang bening gitu ya, mas? Aku belum pernah minum es pala jadi penasaran. Untuk harga menunya juga menurutku terbilang murah soalnya kalau di kafe sini nasi goreng harganya bisa 30 ribu
BalasHapusWah ini cafe yang affordable ya
BalasHapusNggak terlalu ramai tapi tempatnya nyaman
Makanan dan minumannya juga enak
Pas buat nongkrong sejenak
Baru tahu kalau Sukabumi juga kota pencetak polisi, kirain selama ini di Jateng sana hehe :D
BalasHapusWah enak kalau belum terlalu rame kafenya. Suasana kafenya juga asyik dengan fasilitas lengkap.
Kalau mau sholat juga masjid deket.
Hmmm, mengapa ya orang segen sama yang berseragam gitu, padahal ya B aja, sama2 manusia juga =))
Wew harga makanan di Sukabumi nggak jauh beda nih ma Jabodetabek yak hihihi :D
Nasgornya kek nasgor di sini keknya, sekitaran Bogor juga pakai kecap.
Steak ayamnya berarti daging tanpa digoreng ya mas? Mayan juga 3 dada ayam. Bagus nih buat yang diet, udah kenyang makan prohenya aja hehe.
Penasaran sama minuman pala? Ada pedes2 rempahnya gitu kah?
Hihihi.. iya juga yaa.. kalo di area kepolisian begini.. rasa hati lebih nyaman.
BalasHapusJadi bisa makan dengan gembiraaa... sesimpel "Ga ada kang parkir.."
Huhuhu.. karena darurat banget masalah pak ogah ini..
Untuk makanannya, so so yaah...
Tapiii vibesnyaa.. mashaAllah bangeet.. pasti auto ke Dharana Coffee Bhayangkara laggii sambil bawa laptop.
Healing sambil nulis ituuu menyenangkan!
Dharana Coffee ini tempatnya enak ya. Adem banyak ijo-ijo. Ada elemen air juga jadi makin seger.
BalasHapusAku tergoda menu nasi goreng kampung, chicken steak dan pisang gorengnya. Terus setuju dengan kalimat "nasi goreng orang tua pasti yang terbaik di mata anak-anaknya."
Nasi gorengku yang bikin ngasal aja selalu dipuji-puji enak sama anak 😆
Suasana di cafenya sejuk parah ya mas. Menu-menu di cafenya juga beragam. Kalau saya ke sana juga maunya pesan yang murah sih, ehehe, sisanya nikmati pemandangan saja. Sama paling nyobain es pala.
BalasHapusDharana Coffee Bhayangkara...noted bangettt
BalasHapusPastinya enak buat kongkow
Ngobrol update kehidupan bareng Bestie
sambil nikmati kopi dan kudapan d mariiii (NURUL RAHMA)
Senang banget bisa ngafe di sana
BalasHapusApalagi kalau sekalian ngerjain konten di blog
Atau mungkin ngajak teman dekat buat ngobrol hal serius
Soalnya kalau lihat vibes-nya cocok banget dan bisa betah