Di grup WA TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang saya ikuti ada informasi kegiatan playdate untuk anak-anak tingkat TK dan SD yang berlokasi di Perpustakaan Kabupaten Sukabumi. Tema yang diangkat adalah Cerdas Literasi Digital.
Karena waktunya siang plus hari Sabtu pula, jadinya anak-anak di rumah tertarik mau ikut juga. Tak berpikir panjang, akhirnya 3 anak didaftarkan melalui tautan link yang dibagikan di grup WA dan alhamdulillah semuanya diterima untuk bisa ikut acara ini.
Playdate dengan Tema Cerdas Literasi Digital
Kalau melihat tema yang diangkat sepertinya lumayan berat, ya. Tapi ternyata tidak demikian, karena panitia sudah menyiapkan kemasan acara semenarik mungkin untuk anak-anak tingkat TK dan SD.
Namanya juga playdate, jadi memang idealnya harus nyaman ketika anak-anak bisa bertemu dengan teman-teman sebayanya, walaupun masih di bawah pengawasan kita sebagai orang tua mereka.
Selain acara yang dikemas menarik, pemilihan tempat di Perpustakaan Kabupaten Sukabumi pun sudah tepat, karena memang tempat ini cukup nyaman untuk kegiatan mengenalkan literasi kepada generasi alfa. Ruang-ruang di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi sekarang semakin bagus, tidak hanya untuk membaca, tetapi juga menjelajah dunia literasi lainnya. Tak salah ketika perpustakaan disebut sebagai salah satu pusat wisata literasi ketika dibangun dengan struktur dan desain yang layak dan ramah segala usia.
Ruang Audio Visual untuk Titik Janji Temu Anak-anak
Di informasi yang kita terima kalau janji temu anak-anak ini tempatnya di bagian ruang audio visual Perpustakaan Kabupaten Sukabumi. Menurut saya sendiri ruang audio visual ini adalah ruang paling nyaman di antara sekian ruang di perpustakaan yang terletak di area Gelanggang Remaja Cisaat ini.
Warna di ruang audio visual Perpustakaan Kabupaten Sukabumi diperindah warna netral, dengan dominasi coklat earth tone yang memberi kesan natural dan elegan. Di bagian depan ruangan berdiri monitor besar yang membantu acara playdate anak-anak bertambah hidup dengan tayangan yang berkaitan dengan literasi digital.
Di sepanjang sisi-sisi ruangan di sediakan tempat duduk dengan bantal warna senada, krem. Tapi karena peserta acara ini hampir 100 anak-anak, jadi mereka lesehan di bawah saja tanpa mengurangi kenyamanan, karena mereka duduk di karpet yang cukup tebal.
Banyak kegiatan seru selama playdate Cerdas Literasi Digital ini, mulai dari pemutaran video literasi digital, read aloud, drama, sampai membuat konten pun ada. Untuk menjeda acara, anak-anak diajak bookish play dengan diajarkan membuat robot-robotan sederhana yang alat-alatnya kita bawa dari rumah sesuai instruksi panitia seperti bekas botol Yakult, sedotan, lem kertas, gunting dan kertas origami. Ini jadi oleh-oleh yang lucu selain cerita semangatnya mereka mengikuti acara.
Cafe yang Disulap Jadi Parent Meeting Point
Di Perpustakaan Kabupaten Sukabumi ini terdapat Ngejat Cafe untuk para pecinta kopi sekaligus penikmat buku. Jadi kita bisa menikmati diksi-diksi dari buku yang kita baca sembari menyeruput kopi arabika khas Ngejat Cafe ini. FYI, Ngejat ini akronim dari Ngembangkeun Jatidiri, frasa Bahasa Sunda yang berarti mengembangkan diri.
Ngejat Cafe ini suasananya semi outdoor di lantai 2 perpustakaan. Ruangan cafe sendiri didesain dengan warna-warna netral seperti putih dan coklat muda. Mirip dengan ruang audio visual, bedanya di Ngejat Cafe ini pencahayaan didapat secara alami dari cahaya matahari karena posisinya yang semi outdoor.
Di acara mengenalkan Literasi Digital ini tak hanya anak-anak yang menyerap info dan pengetahuan seputar literasi digital, tetapi para orang tuanya juga. Kami berkumpul di Ngejat Cafe ini untuk mendengarkan materi seputar literasi digital dengan narasumber dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan).
Pojok Baca yang Nyaman
Acara pertemuan orang tua di Ngejat Cafe tak selama acara playdate anak-anak. Jika anak-anak menghabiskan waktu selama lebih kurang 2 jam, para orang tua hanya 1 jam. Maklum, daya fokus orang tua sudah beda, ya sama baterai semangatnya anak-anak :)
Di sisa waktu menunggu acara anak-anak selesai, saya memutuskan untuk mengambil sebuah buku dan mencari sudut baca yang nyaman untuk menyendiri. Biar daya imaginasi dari buku yang dibaca lebih luas ceritanya.
Secara umum pilihan tempat-tempat duduk untuk membaca di Perpustakaan Kabupaten Sukabumi ini cukup nyaman. Kita tinggal pilih sesuai preferensi masing-masing, seperti di sofa, di kursi dengan bangku penyekat untuk 1 orang, atau di bagian kursi yang menghadap jendela dengan pemandangan daerah Cisaat.
Saya membaca di kursi yang bangkunya ada penyekat untuk 1 orang, bukunya Kisah Murid Paling Bahagia dari Achi TM. Tentang 12 kisah anak-anak SMA dengan tokoh utama Galang yang cerita-ceritanya penuh hikmah dan bisa kita ambil pelajaran hidupnya. Bukunya tak terlalu tebal, jadi bisa selesai dalam sekali duduk plus konsentrasi yang tak terdistraksi.
Akhir Pekan Seru dan Berilmu
Selesai acara seperti biasa anak-anak kita tanya tanggapan mereka dengan acara yang diikuti. Dan, ketiganya kompak mengatakan kalau acara playdate Cerdas Literasi Digital ini menyenangkan.
Mereka kompak juga memperlihatkan mainan yang mereka buat dari botol Yakult dan bahan-bahan lainnya. Sederhana, tapi ini insyaAllah akan jadi core memori yang baik untuk anak-anak.
Tak terasa dari jam 1 siang sampai akhirnya kumandang adzan ashar terdengar ketika kita keluar dari acara playdate Cerdas Literasi Digital. Sebelum pulang kita ajak anak-anak untuk makan dulu, Si Kakak minta untuk ke Bakmie Handari yang memang salah satu tempat makan bakmie favorit keluarga kami. Untuk cerita lengkapnya perjalanan ke Bakmie Handari ini insyaAllah akan kita tuliskan berikutnya agar memiliki ruang khusus yang lebih leluasa.
Terima kasih teman-teman panitia dari Read Aloud, Diarpus dan Diskominfosan yang telah mengisi akhir pekan keluarga kami dan keluarga-keluarga lainnya yang mengikuti program ini dengan jalan-jalan bermanfaat, seru dan penuh ilmu.







Posting Komentar