Seedbacklink
BloggerHub

Keindahan Masjidil Haram di Setiap Lantainya

Setiap orang punya versi kebahagiaannya masing-masing dan bagi saya salah satu momen itu adalah saat bisa membersamai ibu untuk melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci Mekah. Masa-masa mendampingi Ibu thawaf dan sa'i di Masjidil Haram sungguh membuat hati ini serasa luas dengan bunga-bunga indah bermekaran di dalamnya.

Mendampingi orang yang kita hormati di tempat yang dimuliakan oleh Allah sungguh momen-momen yang patut disyukuri. Bagaimana tidak, Masjidil Haram yang selalu penuh padat setiap waktunya tetapi selalu memberikan kedamaian ketika kita menginjakkan kaki di dalamnya.

Keindahan Masjdil Haram di setiap lantainya juga tak pernah gagal memberikan kesan indah. Dan, beruntung sekali sewaktu umroh kemarin bisa menikmati salat di setiap lantai Masjidil Haram mulai dari lantai dasar sampai rooftop, di mana di setiap lantai pun kita berada, Ka'bah menjadi pusat sorotan yang membuat Masjdil Haram begitu mempesona.

Pemandangan Ka'bah yang Menjadi Pusat Keindahan Masjidil Haram

Masjidil Haram memiliki 4 lantai dan di lantai mana pun kita berada untuk ibadah pasti memberikan kesan tak terlupakan. Ini point of view pengalaman saya pribadi dan insyaAllah juga dirasakan oleh setiap jamaah di sana.

Keindahan Masjidil Haram dari Lantai Dasar

Keindahan Masjidil Haram

Saya biasanya salat di lantai dasar pada saat akan salat subuh. Saya dan 3 orang teman sekamar waktu umroh biasanya berangkat di sekitar pukul 3 dini hari menuju masjid. Alhamdulillah hotel tempat menginap pun tak terlalu jauh, hanya sekitar 3 sampai 5 menit untuk bisa sampai ke Masjidil Haram.

Sambil menunggu waktu salat subuh tiba, kita bisa melaksanakan ibadah-ibadah lainnya di lantai dasar Masjidil Haram seperti qiyamullail, thawaf sunat dan berdzikir. Setelah salat subuh seperti biasa ada salat jenazah jua, jadi tak usah buru-buru keluar masjid. Bahkan saya kadang menikmati waktu sampai matahari datang. Nikmat rasanya disapa hangat sinar matahari pagi dan selanjutnya menunaikan dhuha, baru kemudian kembali ke hotel untuk sarapan.

Lantai dasar Masjidil Haram ini tempat Ka'bah berada dan untuk jamaah laki-laki untuk bisa salat di lantai dasar dengan pemandangan langsung ke Ka'bah ini harus menggunakan kain ihram, yaitu 2 helai kain putih untuk bagian bawah dan atas badan. Sedangkan untuk jamaah perempuan tidak ada ketentuan khusus. Yang penting menutup aurat, maka bisa masuk ke masjid lantai dasar.

Salat tepat di hadapan Ka'bah adalah momen yang sangat nikmat. Yang biasanya salat menghadap sajadah untuk bersujud, kini salat dengan mata lurus menghadap Ka'bah. Alhamdulillah.

Lantai 1 Masjidil Haram yang Adem 

Untuk salat dzuhur atau ashar saya biasanya salat di lantai 1 Masjidil Haram. Salat Jumat pun saya memilih di lantai 1 ini karena memang suasananya adem dan tak terlalu crowded.

Lantai 1 Masjidil Haram yang Adem

Dari lantai 1 ini pemandangan Ka'bah tetap terlihat dan tetap mempesona. Walaupun tak sedekat seperti salat di lantai dasar, tetapi momen salat di lantai 1 tetap memorable.

Rooftop Masjidil Haram yang Menenangkan

Untuk salat maghrib dan isya saya memilih untuk salat di bagian rooftop Masjidil Haram. Kenapa memilih waktu maghrib dan isya? Karena suhu menjelang malam di tanah suci mulai bersahabat, tak terlalu panas, sehingga membuat kita tetap nyaman salat di area terbuka rooftop tanpa paparan sinar matahari yang menyengat.

Sembari menunggu salat maghrib kita bisa menikmati keindahan langit Mekah yang mempesona dan juga gedung-gedung hotel di sekitar Masjidil Haram. Maju ke bagian lebih depan, kita bisa melihat Ka,bah di lantai dasar dengan lautan manusia yang sedang thawaf. Sungguh pemandangan yang luar biasa indahnya.

Karena waktu maghrib dan isya berdekatan, biasanya saya dan teman-teman sekamar menunggu salat isya sambil menikmati kebersamaan ditemani keindahan Mekah di waktu senja.

Memahami Peta Masjidil Haram adalah Kunci Agar Tak Tersesat

Selain indah, Masjidil Haram itu sangat luas. Maka tak heran banyak orang yang tersesat sepulang beribadah di dalamnya, apalagi para jamaah yang sudah sepuh.

Kalau sewaktu di Madinah bisa jalan-jalan sore sembari mengelilingi Masjid Nabawi, tetapi Masjidil Haram ini saking luasnya memang sulit untuk dikelilingi bagian luarnya.

Maka penting ketika tiba di Mekah di hari pertama untuk menganalisa peta Masjidil Haram mulai dari jarak dari hotel ke masjid, pintu masjid yang akan kita masuki juga titik untuk keluar nantinya.

Usahakan juga untuk selalu bersama dengan teman-teman jamaah umroh lainnya ketika beribadah di Masjidil Haram, terutama untuk jamaah yang sudah sepuh, agar bisa saling mengingatkan. Takut-takut ada yang lupa jalan, maka bisa menanyakan kepada yang lainnya.

InsyaAllah dengan memahami peta Masjidil Haram bisa menjadi ikhtiar agar kita tidak tersesat, sebaliknya kita bisa mengeksplor keindahan Masjidil Haram di setiap sudut dan di setiap lantainya.

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke laman lisenzia.com. Semoga bermanfaat.