Seedbacklink
BloggerHub

Jalan-jalan Pagi ke Puncak Manis Kadudampit

Puncak Manis Kadudampit

Akhir pekan tiba, waktunya kita berolahraga setelah sepekan berkutat dengan pekerjaan. Olahraga yang saya dan istri pilih tipis-tipis saja, yaitu jogging pagi sambil susur kampung dan menikmati udara segar khas Kadudampit yang berada di bawah kaki Gunung Gede Pangrango.

Tujuan olahraga pagi kita kali ini yaitu ke daerah Puncak Manis, Kadudampit. Daerah pegunungan yang masuk ke dalam area Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit dan masuk Sukabumi bagian kabupaten.

Olahraga Pagi yang Agak Kesiangan

Olahraga Pagi ke puncak manis kadudampit

Biasanya kita merencanakan olahraga di akhir pekan dari malam sebelum hari Ahad, seperti olahraga pagi kita sebelumnya dengan susur kampung ke daerah Cipokel, Kadudampit. Tapi kali ini cukup mendadak, baru pagi jam 8 istri ngajak untuk jalan pagi. Tapi tak apa, hayu kita gaskeun 😎

Walaupun matahari sudah mulai naik kita langsung bersiap memakai pakaian yang nyaman untuk jalan pagi dan tak lupa membawa tumbler ukuran besar untuk kita minum berdua di perjalanan.

Bismillah kita berangkat.

Dari rumah sampai daerah Kebon Kawung rute jalannya cukup lancar dengan jalanan datar, sehingga kita  masih bisa jalan dengan nyaman dan santai. Sambil jalan ada saja obrolan santai yang kita bicarakan, jadinya tak terasa terlalu capek kalau jalannya santai dan chit chat.

Menuju Puncak Manis dengan Jalan Menanjak

Menuju Puncak Manis Kadudampit

Dari Kebon Kawung menuju Puncak Manis rutenya menanjak. Terus menanjak tanpa ada turunan satu pun. Ya, namanya juga mau ke daerah pegunungan, pasti menanjak lah, ya.

Di sini istri mulai minta istirahat sejenak mengambil napas dan minum dulu. Luar biasa memang kalau track yang kita lalui terus naik, benar-benar butuh energi full.

Beruntung hawa di sini sangat sejuk walau matahari sudah semakin memperlihatkan cahayanya. Banyaknya tumbuhan dan pepohonan di kanan kiri jalan sangat membantu suasana jadi lebih adem dan segar.

Karena keindahan pemandangan alam di Puncak Manis ini tek heran kalau sudah mulai hadir bangunan seperti villa, glamping bahkan kafe di sepanjang area jalan Puncak Manis. Ini mungkin karena banyak sekarang yang menyukai tempat-tempat wisata, staycation dan kuliner dengan tema kembali ke alam.

Minum Jamu with View

jamu beras kencur

Setelah istirahat sejenak kita lanjut jalan ke daerah Puncak Manis. Sebentar lagi tujuan utama kita hampir sampai. Eh, tiba-tiba kita lihat ada yang jualan jamu-jamu lewat pakai motor yang melaju pelan. 

Kalau biasanya yang jualan jamu-jamu tradisonal itu mbak-mbak dengan cara digendong, ini penjajanya mas-mas, pakai motor pula. Kita panggilah mas jamu ini dan memesan dua gelas.

Ini sih judulnya minum jamu with view 😊. Rasanya tak beda dengan jamu-jamu pada umumnya, tapi yang beda kita minumnya di atas ketinggian Puncak Manis dengan pemandangan alam yang indah.

Momen minum jamu di Puncak Manis ini mengingatkan saat menikmati jamu di Kedai Jamu Mpon Brew beberapa hari yang lalu. Bedanya kalau di Mpon Brew tempatnya berkonsep kafe kekinian, kalau sekarang minum jamu outdoor dengan pemandangan alam yang indah khas Puncak Manis.

Puncak Manis yang Indah dan Menenangkan

Puncak Manis Kadudampit Sukabumi

Puncak manis memiliki jalanan yang sudah di mulus dengan lebar cukup untuk satu mobil. Di jalan yang terus menanjak ini akan terasa keindahan Puncak Manis karena di kanan kirinya adalah tanah yang melandai membentuk lembah dan jurang.

Makanya membawa kendaraan di sini harus hati-hati. Jangan sampai tak fokus apalagi oleng ke kanan atau ke kiri, karena bisa-bisa kendaraan nyungseb ke bawah.

Makanya sepanjang jalan Puncak Manis banyak dipagari di bagian kanan kiri jalan untuk meminimalisasi hal-hal yang tak diinginkan, walaupun pagarnya pun masih terbuat dari bambu.

puncak manis sukabumi

Di daerah yang landai ke bawah ini tanahnya banyak ditanami sayuran oleh para petani sekitar. Kita lihat ada yang menanam sawi, kubis, cabe, bawang daun, dan lain-lain. Melihat deretan perkebunan ini serasa sangat indah dan membuat penasaran untuk mengabadikannya di kamera. Tapi tetap harus hati-hati juga pas moto ini, karena kita posisinya ada di bagian atas, harus fokus, jangan sampai kepleset ke bagian ladang yang melandai.

Pulang dengan Jalan Menurun

puncak manis sukamanis

Puas melihat pemandangan indah di Puncak Manis sambil istirahat, akhirnya kita memutuskan balik kanan, pulang. 

Kalau pas berangkat kita naik terus menuju Puncak Manis, kini saatnya terus menurun di perjalanan pulang.

Di perjalanan pulang kita mampir ke Kedai Puncak Manis. Ceritanya mau jajan camilan dulu. Kita lihat kedainya sudah buka, tetapi cukup lama kita menunggu, tak ada satu orang pun yang berjaga di sana. Akhirnya kita lanjut pulang saja.

kedai puncak manis

Padahal istri udah kebayang mau jajan di sini, karena sebelumnya kita pernah ke Kedai Puncak Manis ini dan cukup suka dengan menu-menu yang tersedia. Tempatnya juga unik, kedai di tengah hutan. Tapi sepertinya niat banget bikinnya, karena didesain dengan rapi, bahkan kita sempat naksir dengan bunga di dua pot yang disimpan di meja bambu, dan menu-menu di kedai ini pun tak alakadarnya, sampai ada menu Colenak Bandung segala.

Alhamdulillah jogging tipis-tipis di akhir pekan ini bisa terlaksana, tak hanya wacana. Walaupun agak kesiangan, tak mengapa, karena matahari masih bersahabat dengan udara segar yang mendukung jalan-jalan kita ke Puncak Manis. Bonusnya pemandangan indah ciptaan Allah di Puncak Manis yang menenangkan. Kalau kata orang Sunda mah tiis ceuli herang panon.

Walaupun sesampainya di rumah kaki lumayan terasa pegal, it's ok, karena salah sendiri jarang olahraga 😄 tapi pas sudah istirahat sejenak sambil meluruskan kaki, badan rasanya jadi lebih segar dan lebih siap menghadapi Senin besok dengan segala dinamikanya. 

So, mumpung akhir pekan, better dinikmati bersama keluarga dengan maksimal.

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke laman lisenzia.com. Semoga bermanfaat.