Pas awal-awal sampai di Mekah dan Madinah sempat merasa heran, kok di 2 kota ini banyak banget toko parfum ya, di antara toko oleh-oleh umroh dan haji pada umumnya? Ternyata setelah mencari-cari informasi, didapatlah keterangan kalau memang masyarakat Arab suka banget dengan aroma-aroma wangi, yang salah satunya aroma wangi dari parfum.
Tak hanya saat ini, ternyata dari dulu masyarakat Arab memang sudah menyukai wewangian parfum ini. Buktinya ada salah satu keterangan ketika Nabi pernah memberi petuah kepada sahabat yang bertanya soal ia yang diberi hadiah parfum.
Sabda Nabi SAW: "Barangsiapa yang diberi wewangian (minyak wangi), janganlah ia menolaknya, karena ia ringan dibawa dan harum aromanya" (HR. Muslim)
Dari tour leader yang memimpin perjalanan umroh, kita mendapat informasi bahwa pusat kota pembuatan parfum di Arab Saudi ada di kota Thaif yang berada di sebelah tenggara kota Mekah. Dan, untuk membayar lunas rasa penasaran para jamaah 1, kita disediakan city tour dari tim travel ke tempat pembuatan parfum ini. Wah, alhamdulillah senangnya bisa ziarah ke salah satu kota bersejarah dalam perjalanan dakwah Nabi ini untuk melihat sisi lainnya, yaitu ke pabrik parfum.
Thaif, Kota Adem Beraroma Mawar
Di antara sekian kegiatan di Mekah dalam perjalanan umroh, kita diberi fasilitas city tour ke beberapa titik tujuan, yang salah satunya ke kota Thaif yang secara wilayah masuk ke daerah Mekah. Di kota Thaif ini cukup banyak destinasi yang kita kunjungi dan pabrik parfum adalah salah satunya.
Thaif dijuluki Madinatul Wurud yang artinya Kota Bunga Mawar. Ini karena di Thaif bunga mawar tumbur subur di banyak area. Dengan melimpahnya bunga mawar ini maka lahirlah pabrik-pabrik penyulingan bunga mawar yang nantinya dijadikan banyak produk, terutama parfum.
Di kota bersejarah ini memang unik, karena dari suhu cukup berbeda dengan kota-kota lainnya di Arab Saudi. Tanah Arab yang terkenal dengan suhu panasnya tak berlaku di Thaif. Thaif memiliki suhu yang lebih adem dibandingkan Mekah dan Madinah. Itu kenapa banyak yang mengatakan kalau Thaif ini adalah Kota Puncak nya Arab Saudi. Tapi jangan dibayangkan dinginnya sedingin Puncak, Bogor ya. Jelas jauh berbeda.
Karena suhunya yang lebih dingin dibandingkan kota-kota lain di Arab, maka Thaif terlihat lebih hijau. Di sepanjang jalan sewaktu city tour, kita banyak melihat di bahu jalan bagian kanan kiri banyak ditanam tanaman yang memberi kesan adem sepanjang perjalanan.
Stabilnya suhu di Thaif banyak dimanfaatkan oleh warga setempat untuk menanam berbagai tanaman. Itu kenapa di Thaif juga banyak lahan yang dijadikan ladang sayuran dan buah-buahan. Di antara sekian tanaman tersebut, mawar juga termasuk yang banyak ditanam, karena dari kebun-kebun mawar ini lahirlah perusahaan atau pabrik penyulingan mawar untuk dijadikan berbagai produk yang memiliki aroma mawar.





Ternyata memang ada sejarah dari leluhurnya yaa yaitu baginda nabi Muhammad SAW yang memang menyukai parfum. Kebayang deh itu parfum mawar wanginya kek mana pasti wangi banget. Orang bunga mawarnya aja tuh wangi pisan kang...kalau ada jastip parfum dari sanaa saya mau da kang
BalasHapusWah pantesan kok banyak bgt bunga mawar di Thaif, ternyata begini toh julukannya. Mana tumbuh subur lagi. Aku kira di sana tuh tandus, masih ada gurun2nya gt loh kang. Ga nyangka sampe ada pabrik pembuatan parfum.
BalasHapusBtw, bawa parfumnya ke Indonesia ga kang? Beli di sana tuh murah apa mahal kang? Mirip ga ama parfum mawar ala Indonesia? Pgn tahu nih wangi parfumnya. Jgn2 berbau surga. Amiiiin.