Banyak yang bilang kalau Madinah itu kota yang tenang jika dibandingkan dengan Mekah, dan sepertinya saya harus setuju dengan pendapat tersebut. Tidak hanya tentang orang-orangnya, tetapi hampir semua aspek kehidupan di Madinah memang terasa sebegitu menenangkan, termasuk dalam hal perhotelan pun.
Demikian setidaknya yang saya rasakan saat menginap hampir sepekan di Astoneast Taiba Hotel saat melaksanakan rangkaian perjalanan ibadah umroh beberapa waktu lalu. Vibe hotel di sini benar-benar terasa tenang dan nyaman sekali.
Di Sambut dengan Lobi Hotel yang Luas dan Nyaman
Kita datang sekitar jam 7 malam setelah menempuh perjalanan lebih kurang 5 jam dari Mekah menggunakan bus. Perjalanan yang cukup lama, namun tak membosankan sama sekali, karena selama perjalanan diselingi cerita-cerita dari tour leader tentang hijrahnya Nabi dari Mekah ke Madinah. Sungguh perjalanan hijrah yang tak mudah, karena jarak Mekah dan Madinah itu ternyata lumayan jauh.
Ketika datang dan masuk ke lobi hotel, rasanya adem sekali. Lobi hotelnya luas, megah dan bersih. Saat masuk pun tak terlalu padat dengan orang-orang seperti hotel di Mekah, jadi kita lumayan bisa bernapas dengan lega.
Untuk proses check ini diurus oleh tim travel umroh. Jadi, kita hanya menunggu santai saja di kursi lobi saja. Handle koper pun sama, sudah diurus oleh pihak travel. Jadi sudah aman berada di kamar masing-masing.
Makan Malam yang Melimpah
Setelah selesai proses check in, kita tidak langsung ke kamar hotel, tetapi ke restoran dulu untuk makan malam. Ini karena kedatangan kita bertepatan dengan waktunya makan malam.
Untuk menuju ke restoran hotel, kita tinggal naik satu lantai dari lobi. Bisa melalui tangga atau juga lift yang tersedia. Saya dengan beberapa jamaah lainnya memilih melalui tangga saja, sebagian lainnya ada juga yang menggunakan lift.
Untuk sistem makan di Hotel Astoneast Taiba Madinah ini menggunakan voucher. Jadi, ada 3 voucher setiap harinya untuk sarapan, makan siang dan juga makan malam. Voucher yang kita dapatkan sudah disesuaikan dengan lamanya kita menetap di hotel dengan diberi tanggal per hari dan juga warna voucher yang berbeda untuk sarapan, makan siang dan makan malam.
Restoran menu Indonesia tempat kita makan berhadap-hadapan dengan restoran menu turki. Tapi sepertinya jamaah umroh Turki tak terlalu banyak di hotel Astoneast Taiba ini sehingga relatif lebih sepi dibandingkan dengan suasana restoran menu Indonesia.
Saat makan malam pertama di restoran menu Indonesia ini teman sekamar saya senang sekali, karena di antara menu-menu melimpah yang tersedia, ada sop kaki kesukaannya, dan rasanya juga enak, lumayan mirip lah dengan sop rasa Indonesia.
Saya pun merasa kalau di restoran menu Indonesia ala Astoneast Taiba Hotel ini lebih melimpah dan rasanya lebih mendekati rasa Indonesia dibandingkan saat di hotel Mekah. Dan, salah satu yang membuat senang adalah bertemu dengan bakwan di antara sekian hari saat makan di sini. Kalau ketemu bakwan alias bala-bala dalam Bahasa Sunda ini vibe Indonesia nya benar-benar terobati kangennya.
Untuk menu-menu lainnya kita sangat apresiasi tim dapur restoran yang benar-benar berusaha menghadirkan rasa Indonesia, walaupun tak semua menu mereka ini rasanya mirip dengan yang ada di Indonesia. Untuk minumannya pun alhamdulillah cukup beragam, seperti teh, susu, jus, dan kopi.
Kamar dengan Fasilitas Lengkap
Setelah makan malam kita langsung naik ke kamar masing-masing sesuai yang sudah diurus oleh pihak travel dan hotel. Alhamdulillah saya sekamar berempat, dengan personil yang sama, teman-teman yang sekamar sewaktu di Hotel Snood Ajyad Mekah.
Kamar dengan 4 kasur yang kami tempat memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Di dalamnya ada smart tv, wifi yang lumayan cepat, kulkas mini, teko pemanas, brankas, tempauntuk menyetrika, lemari dan juga gantungan bajunya.
Untuk di kamar mandi juga lumayan lengkap fasilitasnya. Ada aminities seperti sabun, shampo dan pasta gigi. Kemudian handuk putih bersih, hair dryer, dan water heater berjalan lancar juga.
Walau tak luas, alhamdulillah cukup nyaman istirahat di Hotel Astoneast Taiba Madinah ini.
Kesan Menginap di Hotel Astoneast Taiba Hotel
Alhamdulillah cukup puas dengan pilihan travel umroh untuk istirahat kita selama berada di Kota Madinah. Jaraknya pun tak terlalu jauh dari Masjid Nabawi. Kita tinggal jalan santai di kisaran 5 menit sudah bisa sampai di pelataran masjid.
Mulai dari lobi, tempat makan dan kamarnya sangat nyaman dan bersih. Jadinya hampir sepekan di hotel ini tak bosan sama sekali.
Awalnya kita dijadwalkan menginap hanya 4 hari di Madinah, tapi karena waktu akan pulang sesuai jadwal awal kondisi geopolitik Timur Tengah sedang tidak stabil, sehingga ada pembatalan penerbangan dari maskapai. Akhirnya kita menambah hari jadi hampir sepekan yang otomatis menambah biaya.
Tapi tak apa sama sekali. Karena merasakan hari-hari di Madinah itu sungguh luar biasa nyaman. The real slow living. Hidup kita di Madinah itu hanya antara hotel dan masjid saja setiap harinya.





Posting Komentar