Seedbacklink
BloggerHub

Istirahat Nyaman di Astoneast Taiba Hotel Madinah

Hotel Astoneast Taiba Madinah

Banyak yang bilang kalau Madinah itu kota yang tenang jika dibandingkan dengan Mekah, dan sepertinya saya harus setuju dengan pendapat tersebut. Tidak hanya tentang orang-orangnya, tetapi hampir semua aspek kehidupan di Madinah memang terasa sebegitu menenangkan, pun termasuk dalam hal perhotelan.

Demikian setidaknya yang saya rasakan saat menginap hampir sepekan di Astoneast Taiba Hotel saat melaksanakan rangkaian perjalanan ibadah umroh beberapa waktu lalu. Vibe hotel di sini benar-benar terasa tenang dan nyaman sekali.

Dulunya hotel ini bernama Artal Al-Alami Hotel atau Artal International. Lokasinya tak jauh dari Masjid Nabawi, hanya sekitar 600-700 meter. Alamat lengkapnya ada di:

2997 King Faisal Rd, 1st Ring Rd, Area Pusat (Central Area / Markaziyah), Madinah 42311

Di Sambut dengan Lobi Hotel yang Luas dan Nyaman

hotel bintang 1 astoneast taiba madinah

Kita datang sekitar jam 7 malam setelah menempuh perjalanan lebih kurang 5 jam dari Mekah menggunakan bus. Perjalanan yang cukup lama, namun tak membosankan sama sekali, karena selama perjalanan diselingi cerita-cerita dari tour leader tentang hijrahnya Nabi dari Mekah ke Madinah. Sungguh perjalanan hijrah yang tak mudah, karena jarak Mekah dan Madinah itu ternyata lumayan jauh.

Ketika datang dan masuk ke lobi hotel, rasanya adem sekali. Lobi hotelnya luas, megah dan bersih. Saat masuk pun tak terlalu padat dengan orang-orang seperti hotel di Mekah, jadi kita lumayan bisa bernapas dengan lega.

Untuk proses check ini diurus oleh tim travel umroh. Jadi, kita hanya menunggu santai saja di kursi lobi saja. Handle koper pun sama, sudah diurus oleh pihak travel. Jadi sudah aman berada di kamar masing-masing.

Oh iya, menurut informasi, resepsionis dan layanan kamar di Astoneast Taiba Hotel ini ready 24 jam. Jadi teman-teman yang akan menjalankan umroh dan menginap di hotel ini feel free untuk datang kapan saja.

Makan Malam yang Melimpah

Setelah selesai proses check in, kita tidak langsung ke kamar hotel, tetapi ke restoran dulu untuk makan malam. Ini karena kedatangan kita bertepatan dengan waktunya makan malam.

lokasi astoneast taiba hotel madinah

Untuk menuju ke restoran hotel, kita tinggal naik satu lantai dari lobi. Bisa melalui tangga atau juga lift yang tersedia. Saya dengan beberapa jamaah lainnya memilih melalui tangga saja, sebagian lainnya ada juga yang menggunakan lift.

Untuk sistem makan di Hotel Astoneast Taiba Madinah ini menggunakan voucher. Jadi, ada 3 voucher setiap harinya untuk sarapan, makan siang dan juga makan malam. Voucher yang kita dapatkan sudah disesuaikan dengan lamanya kita menetap di hotel dengan diberi tanggal per hari dan juga warna voucher yang berbeda untuk sarapan, makan siang dan makan malam.

Restoran menu Indonesia tempat kita makan berhadap-hadapan dengan restoran menu Turki. Tapi sepertinya jamaah umroh Turki tak terlalu banyak di hotel Astoneast Taiba ini sehingga relatif lebih sepi dibandingkan dengan suasana restoran menu Indonesia.

Saat makan malam pertama di restoran menu Indonesia ini teman sekamar saya senang sekali, karena di antara menu-menu melimpah yang tersedia, ada sop kaki kesukaannya, dan rasanya juga enak, lumayan mirip lah dengan sop rasa Indonesia.

Astoneast Taiba Hotel bintang berapa?

Saya pun merasa kalau di restoran menu Indonesia ala Astoneast Taiba Hotel ini lebih melimpah dan rasanya lebih mendekati rasa Indonesia dibandingkan saat di hotel Mekah. Dan, salah satu yang membuat senang adalah bertemu dengan bakwan di antara sekian hari saat makan di sini. Kalau ketemu bakwan alias bala-bala dalam Bahasa Sunda ini kangen makanan Indonesianya terobati.

Untuk menu-menu lainnya kita sangat apresiasi tim dapur restoran yang benar-benar berusaha menghadirkan rasa Indonesia, walaupun tak semua menu mereka ini rasanya mirip dengan yang ada di Indonesia. Untuk minumannya pun alhamdulillah cukup beragam, seperti teh, susu, jus, dan kopi.

Kamar dengan Fasilitas Lengkap

fasilitas hotel astoneast taiba hotel madinah

Setelah makan malam kita langsung naik ke kamar masing-masing sesuai yang sudah diatur oleh pihak travel dan hotel. Alhamdulillah saya sekamar berempat, dengan personil yang sama, teman-teman yang sekamar sewaktu di Hotel Snood Ajyad Mekah.

Kamar dengan 4 kasur yang kami tempat memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Di dalamnya ada smart tv, wifi yang lumayan cepat, kulkas mini, teko pemanas, brankas, tempat untuk menyetrika, lemari dan juga gantungan bajunya.

fasilitas Astoneast Taiba Hotel Madinah

Untuk di kamar mandi juga lumayan lengkap fasilitasnya. Ada aminities seperti sabun, shampo dan pasta gigi. Kemudian handuk putih bersih, hair dryer, dan water heater berjalan lancar juga.

Walau tak luas, alhamdulillah cukup nyaman istirahat di Hotel Astoneast Taiba Madinah ini.

Kesan Menginap di Hotel Astoneast Taiba Hotel

Alhamdulillah cukup puas dengan pilihan travel umroh untuk istirahat kita selama berada di Kota Madinah. Jaraknya pun tak terlalu jauh dari Masjid Nabawi. Kita tinggal jalan santai di kisaran 5 menit sudah bisa sampai di pelataran Masjid Nabawi.

Mulai dari lobi yang cukup luas, tempat makan yang bersih dan kamarnya sangat nyaman membuat istirahat hampir sepekan di hotel ini tak bosan sama sekali.

Menginap di Hotel Astoneast Taiba Hotel

Awalnya kita dijadwalkan menginap hanya 4 hari di Madinah, tapi karena waktu akan pulang sesuai jadwal awal kondisi geopolitik Timur Tengah sedang tidak stabil, sehingga ada pembatalan penerbangan dari maskapai. Akhirnya kita menambah hari, jadi hampir sepekan, yang otomatis menambah biaya.

Tapi tak apa sama sekali. Karena merasakan hari-hari di Madinah itu sungguh luar biasa nyaman. The real slow living. Hidup kita di Madinah itu hanya antara hotel dan masjid saja setiap harinya.

Di antara sekian pengalaman nyamannya berhari-hari di Madinah, terselip doa semoga suatu saat bisa kembali ke Mekah dan Madinah, ke tempat sejarah, di mana Rasulullah berdakwah dengan segala dinamikanya sampai Islam tegak. Aamiin.

15 komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke laman lisenzia.com. Semoga bermanfaat.
  1. Huaaaah ada Aston juga ya di Madinah sana
    Di Indonesia saja, semua bagus bagus kamar dan pelayanannya
    Apalagi di Madinah ini ya
    Eh tungguuuu
    Ternyata bukan satu perusahaan hahaha
    Untung bisa tanya google tentang Astoneast ini
    Bismillah semoga saya bisa merasakan nginap di sana

    BalasHapus
  2. Aamiin allahumma aamiin 😇🙏
    Saat aku ke Madinah pun jujur banget rasanya beneran nyaman sekali dan sempat terucap "nggak apa-apa deh tinggal di Madinah kalau dapat kerjaan di sana entah jadi tour guide atau di perusahaan sana hehehe" saking jatuh cinta sama suasana, nyamannya, dan orang-orangnya lebih ramah juga.

    Barakallah yaa, meskipun harus mengalami penundaan kepulangan justru disitu letak alhmdulilah nya. Bisa ngerasain slow living lebih lama di Madinah.

    Hotel Astoneast Taiba Hotel ini emang terlihat begitu mumpuni dan nyaman. Apalagi makanannya khas Indonesia, bahkan rasanya pun mirip ya. Beda saat aku di Madinah hotel ku itu lebih ke menyajikan makanan ala Timur Tengah yang cenderung ke arah India sih. Meski begitu tetap di syukuri karena fokusnya lebih ke sering diam di masjid buat ibadah dan ibadah. Mudah-mudahan bisa sering kesana 😇

    BalasHapus
  3. Ini bukan chain hotel Aston kan yaa? Baca komen mba Rahmah tadi di atas.

    Tapi setuju mas, Madinah itu lebih tenang kotanya, lebih menarik, lebih nyaman juga. Aku sendiri ngerasa pas umroh kemarin baguslah Mekkah dulu, baru setelah itu Madinah. Jadi feel nya malah klimaks. Dari kota yang crowded, trus ditutup oleh kota yang tenang dan cantik.

    Makanya kalau ada rezeki umroh lagi, aku mau yang ke Mekkah dulu, baru Madinah.

    Hotel2 di Madinah juga berasa lebih nyaman daripada hotel di Mekkah. 👍👍

    BalasHapus
  4. Aamiin aamiin semoga kita diijinkan untuk datang kembali...
    Alhamdulillah di tengah kondisi geopolitik saat itu dapat hikmah lain bisa stay lebih lama di Madinah ya mas...
    Dan bener banget Madinah memang berasanya lebih nyaman lebih tenang tidak seramai di Mekkah jadi kita pun di Madinah juga berasa sangat nyaman.,hidup hanya antara hotel dan masjid saja
    Dan ini fasilitas hotelnya lengkap banget, bersih dan rapi menurutku sie..soalnya dulu pas di Madinah dapat hotel yang agak gak nyaman karena pas puncak2nya jamaah umroh saat itu

    BalasHapus
  5. Kebayang banget ya kak ademnya kehidupan disana, ritme hidupnya tuh emang beda ya, berasa banget tenangkan pikiran setelah capek perjalanan dari Mekah.
    Paling seru pas bahas makanannya. Ketemu sop kaki sama bakwan pas lagi kangen masakan rumah di tanah suci pasti rasanya juara banget, ya? Jadi pengin ikutan nyicip juga. Jarak ke Masjid Nabawi yang cuma jalan kaki sebentar juga jadi nilai plus banget buat istirahat biar nggak terlalu penat.
    Keliatan banget kalau perjalanan umroh kemarin jadi pengalaman yang berkesan dan penuh berkah.

    BalasHapus
  6. Kalau urusan hotel di Madinah, lokasi emang jadi salah satu pertimbangan yang terasa banget ya mas Yonal, apalagi setelah seharian beraktivitas, terutama beribadah di Madinah.

    Menarik membaca pengalaman menginap di Astoneast Taiba ini karena jadi bisa membayangkan seperti apa rasanya menjadikan hotel bukan sekadar tempat tidur, tapi bagian dari pengalaman perjalanan.

    Kadang detail kecil soal kenyamanan, akses, dan suasana justru baru terasa penting setelah kaki mulai capek. 😄

    Semoga nanti kalo ke Madinah bisa merasakan kemewahan hotel ini ya mas.

    BalasHapus
  7. Ya ampun di belahan bumi manapun gonjang-ganjing, nggak di Indonesia tapi juga Timur Tengah. Semoga Allah selalu melindungi kita dari manusia2 serakah yang dzolim.

    Alhamdulillah fasilitas kamarnya lengkap dan OK. Udah gitu sekamar lagi dengan orang2 yang sama waktu Makkah ya mas jadi nggak adaptasi lagi. Travelnya sengaja mengatur gitu kali ya?

    Kyknya hotelnya udah biasa menerima tamu Indonesia ya mas. Bisa jadi chef-nya juga orang Indonesia makanya cita rasa makanannya tu udah cucok deh sama lidah orang Indonesia hehe :D

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah senang sekali kalau ada hotel yang nyaman dan melayani semua kebutuhan

    BalasHapus
  9. Hotelnya bagus dan fasilitas yang lengkap dan lokasinya strategis ya apalagi h
    hidangannya berlimpah dan juga rasanya cocok itu mantap sekali loh jadi setelah ibadah bisa menikmati istirahat dan makan enak

    BalasHapus
  10. Semoga bisa nginep di sana juga soon.. Aammiinn.. Ini lokasinya dekat Masjid Nabawi jadi nilai plus banget ya Kak, apalagi buat yang ingin fokus beribadah tanpa terlalu repot memikirkan perjalanan dari hotel.

    BalasHapus
  11. Wah, ada Aston di Madinah. Senangnya klo bisa dapat hotel dengan fasilitas bagus dan nggak jauh dari Masjid Nabawi ya. Ibadah jadi makin lancar

    BalasHapus
  12. The real slow living... Ah jadi makin pengin segera di undang Allah ke tanah suci.

    Astoneast Taiba Hotel ini bagus dan bersih ya. Meskipun bukan hotel yang mewah, tapi cukup besar juga. Apalagi lokasinya dekat dengan Masjid Nabawi. Pilihan yang pas.

    BalasHapus
  13. Ikut terasa tenangnya Kota Madinah lewat cerita ini. Setelah perjalanan panjang dari Mekah, pasti lega sekali bisa makan enak lalu beristirahat di kamar. Semoga suatu hari nanti kami juga mendapatkan kesempatan untuk ziarah ke sana aamien

    BalasHapus
  14. kirain tadi biaya nginap tambahannya ditanggung travel, mas. Hehe. Tapi setidaknya bisa lebih lama ya di kota Madinah untuk beribadah dan menyusuri jejak sejarah Rasulullah di sana

    BalasHapus
  15. amin, semoga bisa balik lagi ke Makah dan Madinah, ikut seneng pastinya.
    kalau pelayanan dari pihak travel bagus,jamaah makin seneng ya, apalagi kalau hotel tempat kita menginap juga bagus.

    suka sama kamarnya yang nyaman, apalagi tersedia amenities yang cukup lengkap. bener-bener bikin betah ya kalau lama-lama berada di Madinah

    BalasHapus