Seedbacklink
BloggerHub

Pengalaman Naik Transjakarta Blok M-Bogor

Transjakarta Blok M-Bogor

Saat main ke Jakarta beberapa waktu lalu, kok rasanya belum lengkap ketika belum datang ke Blok M. Bagi saya sendiri Blok M memiliki kenangan tersendiri, karena sewaktu dulu merantau di Jakarta, Blok M ini jadi salah satu tempat nongkrong, apalagi kalau sudah gajian :)

Blok M sekarang semakin mempercantik diri. Tak hanya jadi salah satu pusat perbelanjaan fashion dan kuliner, ruang publik dan akses untuk literasi pun tersedia. Makanya ketika kemarin menjelajah Blok M, Taman Literasi termasuk spot yang tak terlewatkan.

Ketika akan pulang dari Blok M, tiba-tiba terpikir untuk menggunakan transportasi umum yang belum pernah dicoba. Dan, pilihannya jatuh pada transportasi lintas wilayah, Transjakarta P11 rute Blok M-Bogor yang baru 1 tahun diresmikan oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung. 

Karena ini transportasi lintas wilayah, sebagian menyebutnya juga dengan Transjabodetabek. Di bulan Juni, tepat satu tahun ke belakang, pemerintah Jakarta meluncurkan 5 koridor baru, termasuk rute Blok M-Bogor yang merupakan koridor ke-14 ini.

Salut deh dengan Jakarta yang terus bersinergi dengan kota-kota penyangganya, termasuk Bogor di sebelah timur. Kalau dulu Transjakarta hanya mengakomodir transportasi umum untuk wilayah Jakarta saja, kini hadir transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota yang mengelilinginya, termasuk P11 dengan rute Blok M sampai Baranangsiang, Bogor yang akhirnya terealisasi setelah 10 tahun perencanaan.

Jalur dan Tarif Transjakarta P11

Di Terminal Blok M kita harus masuk ke jalur 5 jika mau menggunakan Tije P11 ini. Kalau bingung yang mana jalur 5 ini, tenang saja, ada papan petunjuk yang menginformasikan nama jalur dan rute ke mana saja Transjakarta ini melaju. Kalau masih bingung, jangan sungkan untuk bertanya pada petugas yang ada di sekitar terminal Blok M.

Untuk tarif standar Tije P11 ini Rp. 3.500 mulai dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam. Nah, kalau kita pakai Tije P11 ini sebelum jam 7 pagi, tarifnya cuma Rp. 2.000 dimulai dari jam kerjanya di jam 5 pagi. 

Tarif Transjakarta P11

Untuk cara membayarnya saya sendiri menggunakan Kartu Transjakarta (JakCard) yang dari dulu masih ada di dompet, jadinya tinggal tambah saldo saja di konter yang tersedia sebelum masuk ke terminal jalur 5. Selain menggunakan Kartu Transjakarta, sekarang pembayaran bus lintas wilayah Blok M-Baranangsiang ini lebih fleksibel karena teman-teman juga bisa menggunakan Q-RIS atau kartu uang elektronik lainnya seperti Flazz, e-Money, atau TapCash.

Ketika kita naik bus P11, jangan lupa untuk tap in kartu bayar yang posisinya dekat tempat duduk supir. Tapi ketika tap in pertama, saldonya belum terpotong, ya. Baru nanti ketika turun, kita tap out. Baru deh saldo terpotong Rp. 3.500

Dari satu bus ke bus lainnya kita bisa menunggu di kisaran waktu 15 sampai 20 menit. Tenang saja, sambil menunggu di halte Blok M ini disediakan tempat duduk, walaupun tak terlalu banyak.

Waktu Tempuh Transjakarta P11

Waktu kemarin nyoba Tranjakarta P11 ini kan sore hari. Bertepatan dengan waktu jam pulang kerja. Jadinya cukup lama di perjalanan, karena terjebak macet di beberapa titik. 

Lebih kurang waktu tempuh kemarin itu hampir 120 menit atau 2 jam. Tapi kata teman-teman yang sudah sering menggunakan moda transportasi ini, kalau di waktu tak terlalu macet rata-rata waktu tempuhnya 90 menit atau 1,5 jam saja. Memang cukup lama ya, karena jarak tempuh Blok M sampai Baranangsiang itu kira-kira 113 KM.

Berbeda dengan Transjakarta yang beroperasi khusus di area Jakarta yang memiliki jalur tersendiri (busway), bus P11 ini termasuk Non-BRT (Bus Rapid Transit), di mana bus ini memiliki halte pemberhentian layaknya BRT, tetapi menggunakan trayek reguler seperti kendaraan lain pada umumnya. Itu kenapa Transjakarta P11 bisa terjebak macet di rush hour karena jalur yang digunakan memang non steril.

Rute Transjakarta P11

Rute Transjabodetabek P11

Dari Blok M sampai Baranangsiang kita akan melewati beberapa halte pemberhentian, dimulai dari Blok M kemudian berlanjut ke Kejaksaan Agung, Pasar Santa, Rawa Barat, Pancoran, Buperta Cibubur, dan berakhir di Baranangsiang.

Kalau teman-teman naik dari Bogor ke Jakarta, halte pemberhentiannya beda lagi, ya. Halte pemberhentiannya antara lain, mulai dari Botani Square, Mall Bellanova Sentul, Pintu Tol Citeureup 1, Cibubur Junction, Pancoran Tugu, dan terakhir sampailah di Blok M.

Kesan Naik Transjakarta P11

Senang rasanya bisa ikut merasakan moda transportasi umum kebanggaan masyarakat Jakarta yang kini juga bisa dinikmati teman-teman kota-kota yang mengelilinginya. Mudah-mudahan sinergi dalam bidang transportasi umum terus memperluas, termasuk ke Sukabumi :)

Iya, ini tidak mustahil. Karena pemerintah sedang menggodog wacana seperti KRL yang tidak hanya sampai Bogor, tetapi sampai Sukabumi. Mudah-mudahan terealisasi segera, ya.

Transjakarta P11 rute Blok M - Bogor

Menikmati perjalanan dengan Tranjakarta P11 mulai dari Blok M, melewati beberapa halte, diselingi macet, dan menikmati pergantian hari yang terang ke malam yang mulai menyapa ketika akhirnya tiba di Bogor adalah pengalaman yang membawa memori ini ke masa dulu ketika menjadi anak rantau Jakarta. Transportasinya berbeda, tapi vibe hampir sama.

Mudah-mudahan hadirnya Tranjabodetabek P11 ini juga bisa menjadi salah satu alternatif transportasi umum yang bisa digunakan untuk masyarakat Bogor dan sekitarnya untuk menuju Jakarta atau pun sebaliknya. Semoga juga dengan semakin banyaknya masyarakat yang memilih transportasi umum seperti bus ini bisa mengurangi kemacetan di ibukota dan kota-kota penyangganya. Aamiin.

Terima kasih Transjakarta P11 untuk pengalaman menaikimu dari Blok M sampai Bogor dengan segala rasanya. Dari Bogor perjalanan belum berakhir. Ada kereta api Pangrango generasi baru yang siap mengantarkan ke Sukabumi 1,5 jam berikutnya. 

See ya.

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke laman lisenzia.com. Semoga bermanfaat, ya