Seedbacklink
BloggerHub

Couple Time di Secret Village sambil Menikmati Makan Siang

Couple Time di Secret Village Bhayangkara Sukabumi

Pekan kemarin istri ngajak buat nonton ke bioskop, tapi belum tahu juga mau pilih judul yang mana pada awalnya. Setelah dilihat-lihat di laman Movieplex, akhirnya pilihan jatuh pada 'Jangan Buang Ibu' yang diperankan oleh Nirina Zubir.

Tiket kita pesan secara online biar lebih praktis, jadi pas ke bioskop tinggal masuk aja, tanpa harus antre tiket lagi. Di jadwal film di putar 4 sore, tapi kita sudah berangkat dari selesai salat dzuhur. Kok cepat amat? Karena memang mau jalan-jalan dulu sambil nyari makan siang ceritanya.

Setelah memarkirkan kendaraan di Movieplex, kita mencari makanan yang tak jauh dari lokasi kita akan nonton. Dan, pilihan kita jatuh pada Secret Village yang lokasinya tinggal nyebrang dari bioskop.

Secret Village: Dari Aset Historis Menjadi Area Komersial

Di sepanjang jalan Bhayangkara Sukabumi banyak sekali bangunan-bangunan bersejarah yang bisa kita lihat sampai saat ini. Rata-rata bangunan tersebut adalah rumah dan atau kantor bekas peninggalan pada masa penjajahan Belanda.

Secret Village Kota Sukabumi

Salah satu aset historis yang menarik di jalan Bhayangkara ini adalah Wisma Wisnu Wardhani yang mana dulunya merupakan rumah seorang notaris dari Belanda yang bernama Hendrik Schotel. 

Mulai Februari 2026 komplek Wisma Wisnu Wardhani ini berubah menjadi area komersial, di mana bangunan utamanya menjadi restoran Secret Village dan bangunan di sampingnya menjadi Museum Tempoe Doeloe.

Kemarin kita datang ke Secret Village, tapi saya belum sempat ke Museum Tempoe Doeloe karena waktu yang belum memungkinkan, secara setelah makan siang di Secret Village kita langsung kembali ke Movieplex untun nonton film.

Gaya Kolonial Indische Empire yang Menawan

wisma wisnu wardhani

Ketika masuk di area bagian depan Secret Village, kita sudah dibuat terkesan dengan bangunan tua yang tetap berdiri gagah dan sudah berusia lebih dari satu abad ini. Bangunannya sangat mencirikan kemegahan arsitektur Eropa abad 19 dengan penambahan aksen nusantara seperti daun jendela terbuka keluar sebagai bentuk adaptasi dengan negeri kita yang tropis.

secret village Sukabumi photo

Masuk ke dalam kita disambut ramah kakak-kakak dari Secret Village seraya memberikan buku menu. Kita juga dipersilakan untuk melihat-lihat dulu kebagian dalam untuk mencari tempat makan yang paling nyaman versi kita. Tentu saja kita senang diperbolehkan berkeliling dulu melihat-lihat tempat bersejarah ini.

Bangunan bersejarah ini memiliki pilar-pilar yang tinggi dan kokoh sebagai identitas arsitektur neoklasik. Efeknya memberi kesan megah bagi kita yang melihat, mulai dari fasad bangunan depan sampai bagian atap dan plafon yang tinggi, sehingga udara pun terasa bertambah sejuk karena memiliki sirkulasi yang baik.

Pilihan Ruang Makan yang Beragam

Awalnya kita ingin makan di bagian outdoor agar bisa menikmati semilir angin di antara rimbunnya pepohonan di bagian depan maupun samping bangunan. Tetapi ternyata bagian luar ini sudah penuh, bahkan bagian semi outdoor pun demikian juga.

Akkhirnya kita mencari spot di bagian dalam dan ternyata banyak sekali pilihan tempat makan yang ditawarkan pengelola Secret Village ini.

ulasan secret village sukabumi

Untuk yang membawa keluarga besar, tersedia family room yang menyediakan ruang makan dengan meja memanjang dan kursi sampai 12 buah. Kursinya benar-benar bergaya klasik sehingga memberi kesan mewah namun tetap hangat.

Ulasan secret village Bhayangkara Sukabumi

Karena saya hanya datang berdua dengan istri, tentu kita tak memilih ruang dengan kursi porsi keluarga besar. Kita memilih ruang di sebelahnya yang menyediakan kursi dua dan empat. Di ruang tersebut tersedia 4 meja bergaya klasik dengan kaki meja bercat putih dan bagian atas berwarna coklat kayu.

Beruntung tak ada siapapun di ruang yang kita pilih, jadi hanya kita berdua. Jadinya serasa lebih intimate 😇

Pilihan Menu Makan Siang di Secret Village

Menu Makan Siang di Secret Village

Ada banyak pilihan makanan dan minuman di buku menu yang disiapkan kakak-kakak yang sedang bertugas di Secret Village kala itu. Dan pilihan kita lebih cenderung ke makanan berat, secara memang waktunya makan siang.

Nasi Sapi Lada Hitam

Istri memlih menu beef black pepper kesukaannya. Sebenarnya saya pun suka dengan menu ini, tapi kemarin pengen nyoba varian lain, chicken black pepper.

Pas nyoba sapi lada hitam pesanan istri, rasanya memang enak. Sensasi hangat dan pedas khas lada hitamnya benar-benar terasa, berpadu dengan rasa asam, manis dan gurih dari kecap dan saus tiram. Rasanya semakin sempurna dengan tambahan cabe merah dan juga bawang bombay.

Menu sapi lada hitam ini sudah termasuk dengan nasi, scrambled eggs dan juga capcay. Nasinya hangat dan pulen, plus taburan bawah goreng diatasnya yang menambah aroma. Telur dan capcay juga terasa segar menemani kelengkapan menu ini.

Nasi Ayam Lada Hitam

Chicken Black Pepper ala Secret Village Bhayangkara

Saya pesan menu yang mirip dengan istri. Bedanya istri memilih bumbu lada hitam dengan daging sapi, sedangkan saya coba yang menggunakan daging ayam.

Pas dibandingkan, sepertinya rasanya memang lebih tepat menggunakan daging sapi sih kalau pakai bumbu lada hitam ini. Tapi ini bukan berarti chicken black pepper ga enak, ya. Tetap worth it kok.

Selain beda di daging, yang lainnya ternyata sama plating kedua menu ini. Sama-sama sudah include nasi, telur orak-arik dan juga tumis capcay.

Goreng Nangka

Goreng Nangka secret garden bhayangkara

Untuk tambahannya kita memesan rujak cireng dan goreng nangka, tetapi sayang rujak cireng sedang kosong katanya. Yo wis, kita pilih goreng nangka saja.

Pas datang pesanan goreng nangka, aromanya sudah sangat menggoda sekali. Harum khas nangka matangnya itu lho, masyaAllah.

Pas kita coba, goreng nangkanya masih panas ke hangat dan rasanya sesuai ekspektasi kita. Enak, manis alami dari nangka seperti sensasi karamel dan gurih renyah dari balutan tepung di bagian luarnya.

Greenology

Istri memilih greenology untuk minumannya. Ini adalah campuran pakcoy, nanas dan timun yang dibuat jus. Rasanya bener-bener seger pas icip-icip. Perpaduan asam dan manis dari nanasnya tidak hilang dan bertambah sejuk dari sensasi rasa air timun. Dikira akan ada sensasi pahit dari pakcoy, ternyata tidak sama sekali, tetap enak.

gambar secret village Bhayangkara

Health Tea

Saya sendiri memilih health tea untuk minumannya. Ini adalah teh dengan campuran beragam herbal seperti daun serai, bunga lawang, cengkeh, kapulaga dan irisan lemon. Minuman ini disajikan hangat dan terasa segar ketika diseruput.

Kesan Makan Siang di Secret Village

Alhamdulillah bersyukur diberi kesempatan selalu oleh Allah untuk dapat menikmati momen-momen hangat bersama istri, termasuk makan siang bersama di tempat bersejarah seperti Wisma Wisnu Wardhani ini. Pacaran dan menikmati masa berdua setelah menikah itu memang penting, ya 😊

Secret Village Bhayangkara Sukabumi

Sajian menu-menu di Secret Village pun sangat mendukung kita untuk menikmatinya. Dengan ruang makan yang nyaman dan rasa makanan yang pas, serasa happy double combo. Minumannya pun sangat melengkapi. Kesegaran dari greenology dan hangatnya health tea melengkapi kesempurnaan momen kami di Secret Village. 

Kalau ditanya mau ke sini lagi kah? Tentu saja mau. Bahkan kalau waktunya lebih luang, insyaAllah ingin berkunjung juga ke Museum Tempoe Doeloe yang ada di samping Secret Village.

Kalau teman-teman tertarik untuk ke sini, sila datang langsung ke alamat Jalan Bhayangkara No.219, Gunungpuyuh, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Lokasinya tak jauh dari Dharana Coffee yang sama-sama berada di Jalan Bhayangkara.

25 komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke laman lisenzia.com. Semoga bermanfaat.
  1. Wow bangunannyaaa, cakeeeppp :D
    Oh ya ya di Sukabumi banyak gedung dan rumah2 lawas yang ada sejak zaman dahulu. Mungkin karena lokasi nggak jauh juga dari Bogor. Salah satu tempat favorit orang Belanda jadul tinggal ya karena lingkungannya yang asri.
    Secret Village ini bagus ya bangunannya dipertahankan dan terawat sampai sekarang.
    Ruangannya juga banyak yaa. Jadi membayangkan dahulunya itu ruangan2 buat apa aja :D
    Wah sama2 milih menu dengan lada hitam yaa. Kalau sapi lada hitam pernah nyicip, penasaran jadinya rasa ayam lada hitam :D
    Sayurnya mayan banyak yaa, gak formalitas hehe.
    Aku penasaran sama greenlogy rasanya gimana, seger2 gitu ya dan minuman sehat keknya :D

    BalasHapus
  2. Wah, aku suka tempatnya. Emang bangunan lama ya. Desain kolonial. Beneran vintage ya suasananya. Makanannya juga menggugah selera

    BalasHapus
  3. Kemarin baru tahu ada jus nangka di artikel Mbak April
    Sekarang ada goreng nangka nih
    Unik buat kami secara kami ini orang sedikit terlarang makan nangka. Haha .... Iya kalau makan nangka suka seueul angen alias nyeri ulu hati
    Sejak kecil itu makanya gak pernah ngeh kalau nangka bisa diolah sedemikian rupa ya

    Bhayangkara memang pusat kekinian di Sukabumi ya
    Dari bawah ke atas itu sepanjang jalan memang banyak lokasi yang bagus untuk dikunjungi
    Asyiknya terpusat di Bhayangkara jadi satu rute aja
    Kapan kapan semoga bisa main ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh kenapa tu nggak bisa makan nangka goreng? Ooo jadi karena ada semacam alergi gitu ya?
      Kalau di Jawa tu nangka adalah salah satu buah yang bisa diolah apa aja, kalau masih muda disayur, kalau dah mateng dicemilin, dijadiin gorengan sama campuran es2an gitu :D

      Hapus
  4. Dari luar kayak rumah kuno (tempat tinggal) tapi ternyata dalamnya restoran. Cakep bener tempatnya, sambil nunggu makanan jadi bisa foto-foto di sana, instagrammable banget.
    Untuk black pepper emang cocoknya beef yaa, tapi yang bikin pengen malah tumis sayurnya.

    BalasHapus
  5. Masya Allah, bangunannya keren sekali, arsitektur kolonialnya masih kerasa megah tapi tetep keliatan adem. Beruntung sekali ya dapet ruangan yang pas kosong jadi serasa private room berdua istri hehe. Dari semua menu sapi lada hitamnya yang paling keliatan menggoda lidah, sama nangka goreng anget buat penutup. Soalnya jarang nemu menu seperi ini, kalau di tempat saya adanya di paklik gorengan. Sehat-sehat terus ya pak sama ibu, samawa sampai ke jannah-Nya, aamien.

    BalasHapus
  6. Kalau nanti ke Sukabumi lagi mau ah cobain. Tempatnya memang baguuus mas, apalagi dulunya rumah Belanda. Seneng deh masih terawat begini.

    Aiiiih ga ada foto nangka gorengnya yaa 😍. Ini gorengan fav kuuu. Susah nemuinnya di JKT. Mau goreng sendiri, ga pernah berhasil. Selalu aja terlalu oily 😅.

    Menu black pepper biasanya memang LBH masuk dengan daging sih. Kalau ayam, aku LBH suka dimasak buttermilk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu foto goreng nangka nya ada yang paling atas, Mbak, yang feature :)

      Sepakat untuk black pepper, paling pas untuk daging sapi sih

      Hapus
  7. Yaaah padahal daku mencari mana gambar goreng nangka, sayangnya ga ada, hix..
    Soalnya daku suka goreng nangka, yang kalo beli di pasar, itu nangka memang disengajakan digoreng hehe, karena lebih terasa nikmatnya.
    Tempat yang menarik Secret Village ini ya, walau terkesan rahasia, tapi menu ya luar biasa dan suasananya juga bikin bahagia

    BalasHapus
  8. Pas tau ada goreng nangka. Wah, kebayang betapa enaknya. Apalagi masih hangat dan rasa manisnya pas. Ciamik sekali. Minuman yang di pilih oleh istri mas Yonal pung ciamik nih.

    Bangunan restoran Secret Village ini beneran bagus. Tempo dulu tetapi amat sangat terawat. Couple time yang super berkesan pastinya. Nggak heran kalau next time bakalan kesini lagi karena menu makanannya pun variatif sekali ya.

    BalasHapus
  9. Seru banget couple timenya. Makan siang berdua di bangunan bersejarah dengan suasana yang intimate, lalu lanjut nonton bioskop. Sapi lada hitam dan goreng nangkanya juga menggoda banget. Setuju, setelah menikah tetap harus punya waktu berdua. Nggak perlu mewah, yang penting bisa ngobrol dan menikmati momen bersama.

    BalasHapus
  10. Nah menjaga keromantisan keluarga emg ga perlu tempat mewah. Sebelum pergi nonton film di bioskop, makan sore deh tuh.

    Sbnrnya makan minum apa aja ga masalah. Yg penting tuh kebersamaan brg pasangan. Sambil ngobrol sana sini. Ditemani aura interior yg mewah, elegan dan tempat bersejarah.

    Smg kisah cintanya berlanjut sampe kakek nenek ya kak. Ntr bs makan2 lagi deh bareng pasangan.

    Aku penasaran ama minumannya sih. Gmn rasanya greenology yg dipesan. Tp menyehatkan loh itu.

    BalasHapus
  11. Kang saya tuh sering bolak balik kesini dan pernah juga kan masuk ke sini pas ada pameran Soekaboemi Tempo Doeloe,,,kan disini juga yaa tempatnya. Tapi asa gimana yaa aura aura nya tuh keueung hehehe,,,,mungkin karena rumah lama yaa,,,,tapi pas membaca tulisan ini jadi pengen nyobaa juga makan disini....pas banget ini abis nonton di movieplex tinggal nyebrang aja deh,,langsung makan di Secrect Vilage.

    BalasHapus
  12. Tempat makannya so vintage yaa..
    Dan seneng karena dalam rangka kentjan. Hehhee.. mau cie-cieein.. tapi aku yang malu sendiri. Wkwkw..

    Secret Village dengan menunya...
    Aku milih goreng nangka. Hihihi.. karena cemilannya unik yaa.. minumannya juga.. asa sehaatt pissaan... MashaAllah~
    Barakallahu fiikum.

    BalasHapus
  13. Bangunannya jaman Belanda ya
    Aku suka
    Bisa dijadikan tempat shooting deh itu
    Unik banget
    Makanannya lumayan lah ya bisa dinikmati

    BalasHapus
  14. Nice place to date ini maahh...
    tempatnya kece banget, suka deh sama konsep bangunan kolonial yang diubah jadi resto begini, auranya dapet dan kelihatan adem banget. Goreng Nangkanya waaaa menggiurkan, lumayan jarang nemu menu cemilan nangka goreng di resto. Minumannya juga unik banget, Health Tea hangat pas buat nemenin vibes tempatnya yang vintage.

    biasanya saya makan setelah nonton, tapi pak yonal malah makan dulu ya.. biar pas nonton nggak laper, hehe.

    BalasHapus
  15. Health tea-nya menggoda banget. Aku suka juga minuman begini, Kak. Apalagi yang less sugar dan anget-anget gitu. Mantul.

    Eh ada nangka goreng. Kebayang itu aroma nangkanya. pasti menguar banget, Kak. Buat cemilah pasti mantep sih.

    BalasHapus
  16. Emang asik banget kalau couple time di tempat yang asik dan nyaman
    Apalagi makanan dan minumannya enak gini

    BalasHapus
  17. wah aku paling suka nih sama bangunan yang masih menggunakan arsitektur belanda ini. Tapi aku penasaran ini berarti rumahnya dibeli atau disewa ya, mas buat dijadikan cafe?

    BalasHapus
  18. Aku suka sama bangunannya yang kolonial banget itu. Warnanya juga seger. Terus salfok sama nagka goreng. Udah lama banget nggak makan dan nemuin menu itu di tempat makan. Jarang emang ya. Bahkan nangka aja makin jarang ditemui.

    BalasHapus
  19. Seru banget couple time...Penasaran banget sama greenologynya.. biasanya ibuku bikin jus sayur juga di rumah, seger banget buat buka hari karena campurannya jarang yang bikin eneg.. btw langgeng terus ya ...

    BalasHapus
  20. Seru sekali makan berdua pasangan di Secret Village. Kalau soal menu masakan lada hitam emang paling pas itu pakai daging sapi, menurut seleraku yah. Kalau ayam rasanya kurang nendang di lidah.
    Saya salfok sama nangka goreng. Belum pernah cicipi soalnya.

    BalasHapus
  21. aku mau nangka gorengnya, udah lama ga makan nangka goreng. Apalagi kalau buah nangkanya ga terlalu keras, yummy banget ini

    suka sama bangunannya, yang mana masih terawat dengan baik, pilar kokoh meskipun ini bangunan lawas. Memanfaatkan bangunan lama seperti ini, memang membuat siapa aja penasaran, apalagi kalau dipake untuk museum atau dijadikan tempat makan

    aku suka menu-menu yang ada akhiran lada hitam :D, sekilas mengingatkan aku akan menu yang sering aku pesan di Solaria

    BalasHapus
  22. Kalo menurutku tempat2 bangunan lama kaya gini emang mendingan jadi resto daripada museum. Soalnya kaya di lawang sewu dan bbrp daerah lain yg menjadikan bangunan lawas menjadi museum itu justru aku ngerasa serem banget. Kalo jadi tempat makan atau tempat hiburan lain, justru terasa hommy jauh dari kesan angker

    BalasHapus