Awal pekan Agustus ini kartu ATM Debit saya dan istri habis masa pakainya, jadinya kita harus ke bank untuk melakukan penggantian kartu tersebut. Sebenarnya kartu Debit ini tak selalu digunakan, karena ada Q-RIS dan juga M-Banking yang sama praktisnya, tetapi jelas kita masih butuh ATM untuk jaga-jaga jika kondisi tak memungkinkan menggunakan M-Banking atau Q-RIS.
Alhamdulillah proses penggantian ATM tak butuh waktu lama, secara antrean di customer service bank pun sedang lenggang, jadinya lancar jaya. Sepulangnya kita langsung mencari tempat makan yang tak jauh dari bank, karena waktunya memang bertepatan dengan jam makan siang.
Pilihan kita jatuh pada Mpon Brew, sebuah kedai jamu dengan konsep kafe kekinian yang juga menyajikan menu-menu makanan berat dengan ciri khasnya. Mpon Brew ini alamat lengkapnya ada di:
Jalan Ahmad Yani Nomor 4, Nyomplong, Kota Sukabumi
Jamu Tradisional yang Disajikan Kekinian di Mpon Brew
Kita datang dan langsung memarkirkan kendaraan di depan kedai Mpon Brew. Sudah banyak motor dan beberapa mobil terparkir di sana, pertanda pengunjung di Mpon Brew cukup banyak karena memang bertepatan dengan waktu makan siang.
Kedai Mpon Brew ini terbagi dua. Pemisahnya ada dinding dan pintu yang terbuat dari rangka besi dan kaca sehingga pengunjung ke dua ruangan ini masih bisa saling melihat.
Kita memilih di ruangan bagian dalam karena sepertinya lebih nyaman dengan pilihan tempat duduk sofa dan kursi-kursi santai. Untuk ruangan bagian depan menurut saya pribadi cocok untuk WFC, secara kemarin pun kita lihat ada beberapa yang duduk di sana sambil fokus menghadap layar monitor laptop.
Kita disambut ramah kakak-kakak yang melayani sembari memperlihatkan menu-menu yang tersedia. Karena ini dasarnya kedai jamu, tentu mereka menawarkan beragam menu jamu yang ada di Mpon Brew ini.
Beras Kencur
Sebagai kunjungan pertama, kita memilih jamu-jamu yang sudah familiar. Ceritanya kalau cocok nanti kita mau ke sini lagi mencoba varian jamu-jamu lainnya.
Jamu pertama yang kita pesan adalah beras kencur. Pecinta jamu-jamu pasti sudah hafal dengan jamu populer satu ini yang rasanya ramah di lidah, termasuk anak-anak.
Beras kencur versi Mpon Brew rasanya tak terlalu jauh dari yang biasa kita beli di Mbak-mbak jamu keliling. Perpaduan rasa manis, hangat dan sedikit pedas serasa nikmat dan hangat di tenggorokan.
Karena ini konsepnya kafe kekinian, tentu yang membedakan adalah penyajiannya. Gelas sajinya lucu, sampai istri langsung mengecek di e-commerce buat dimasukkan ke keranjang 😄
Kunyit Asam
Istri memilih kunyit asam seperti yang biasa ia beli juga di Mbak-mbak jamu gendong. Jamu yang satu ini pun rasanya masih bisa ditoleransi lidah karena memang tak ada pahit yang sangat ketika kita seruput.
Rasa earthy dari rempah kunyit dan asam terasa di jamu ini. Perpaduan keduanya menjadikan rasanya manis dan asam yang segar. Untuk penyajiannya bisa kita pilih hangat atau dingin. Tentu saja kita pilih yang hangat agar lebih terasa nyaman di lambung.
Telang Latte
Untuk varian jamu yang belum terlalu familiar untuk kita, kakak-kakak pelayan Mpon Brew menyarankan telang latte. Katanya ini jamu yang terbuat dari bunga telang dan diberi susu alami, cocok juga untuk anak-anak.
Awalnya kita pilihkan ini untuk si bungsu, tetapi ternyata dia kurang suka karena mungkin rasanya tak biasa dari minuman jamu yang biasa ia konsumsi. Si bungsu lebih suka beras kencur karena ia sesekali suka mencoba jamu ini ketika kita beli di penjaja jamu keliling.
Kalau saya sih cukup suka dengan telang latte ini. Warnanya biru alami dari bunga telang. Rasanya tak terlalu manis tapi gurih dari susu yang ditambahkan pada seduhan bunga telang.
Menu Makan Siang dengan Aroma Bumbu Rempah
Selain menu beragam minuman jamu, di Mpon Brew juga tersedia makanan berat yang bisa kita pilih. Karena kita datang di jam makan siang, tentu kita pilih makanan-makanan berat untuk mendampingi minuman jamu.
Nasi Ayam Kecombrang
Untuk makan siang ini istri memilih nasi ayam kecombrang. Pas nyobain rasanya enak. Aroma kecombrang nya pun terasa, namun tak terlalu kuat.
Bumbu pada ayam kecombrang nya perpaduan pedas dan gurih menjadi rasa khas dengan aroma dari kecombrang. Nasinya pulen dengan taburan bawang goreng di atasnya. Ada irisan mentimun dan tomat juga sebagai pemanis.
Nasi Goreng Mpon
Selanjutnya saya pesan Nasi Goreng Mpon, katanya ini salah satu signature nya dari Mpon Brew.
Pas datang lumayan kaget dengan plating nasi goreng ini karena porsinya besar ternyata. Bahkan kerupuknya saja berlimpah, hampir menutupi bagian permukaan nasi goreng.
Nasi goreng di sajikan dengan telur mata sapi di atasnya. Kemudian dalam nasinya sendiri ada tambahan seperti sayuran, ayam suwir, bakso dan sosis.
Untuk rasanya memang unik. Ada banyak rasa rempah di dalamnya. Yang paling terasa sih kencurnya. Untuk bumbu rempah lainnya saya sendiri tak terlalu mengenali secara spesifik ketika menikmati setiap suapnya.
Mie Goreng
Untuk si bungsu kita pesankan mie goreng yang tak pedas. Pas datang pesanan, ternyata cukup melimpah porsinya. Kerupuknya pun sama seperti di nasi goreng, tak pelit sama sekali.
Pas kita cobain, rasanya manis sangat. Tak cocok di kita, tapi Ok di anak-anak. Tapi saking banyak porsi yang tersaji, si bungsu pun tak bisa menghabiskannya.
Colenak
Untuk tambahan kita pesan colenak. Colenak sendiri adalah camilan khas tanah Sunda yang terbuat dari tape singkong dan kemudian dipanggang.
Colenak disajikan dengan unti kelapa di bagian atasnya. Unti kelapa sendiri adalah kelapa parut yang dimasak dengan gula merah, sedikit garam dan tambahan daun pandan untuk aroma. Kalau sudah matang menghasilkan aroma legit yang menggoda.
Di Colenak ala Mpon Brew ini selain diberi unti kelapa juga ditambahkan dengan parutan keju di atasnya sehingga rasanya bertambah manis dan gurih.
Suasana Nyaman yang Bikin Betah
Selagi menunggu makanan dan minuman datang, kita dimanjakan dengan tata ruang dan fasilitas yang ada di Mpon Brew Sukabumi ini.Di bagian ruang depan kita bisa lihat ada beberapa permainan seperti kartu Uno yang bisa kita gunakan selagi menunggu karyawan Mpon Brew menyiapkan menu yang diorder.
Kalau kita di bagian dalam sangat tertarik dengan pojok baca yang ada di bagian kiri dekat dengan kasir. Di sana ada rak dengan beberapa judul buku, mulai dari novel, buku pengembangan diri, sampai komik pun ada. Tentu si bungsu tertarik sekali melihat deretan komik ini.
Tempat untuk membacanya pun disiapkan senyaman mungkin dengan posisi bisa sambil selonjoran dan rebahan dengan bantal besar yang bisa kita jadikan topangan badan. Ada juga meja bulat pendek 2 buah yang bisa kita gunakan untuk menyimpan buku.
Di rak samping ini tak hanya ada buku saja, tetapi beragam aksesoris lucu pun tersedia dan bisa membuat inner child kita meronta-ronta kegirangan. Tapi tetap tak boleh lepas kontrol 😎 karena di sana ditulis peringatan tak boleh menyentuh properti yang dipajang ini.
Untuk fasilitas lainnya yang bisa kita gunakan adalah toilet di samping bangunan yang cukup bersih. Tapi untuk bisa menggunakannya kita harus keluar ruangan dulu karena belum ada akses langsung walaupun masih di satu atap yang sama. Kalau untuk mushola saya sendiri tidak melihatnya dan tidak sempat juga menanyakannya ke petugas di sana.
Untuk harga cukup reasonable. Jamu-jamu start from 10K saja dan makanan 20K. Untuk semua makanan dan minuman kemarin saja kita bayar di kisaran 150K.
Mpon Brew ini memang unik sih, karena memang konsepnya kedai jamu dengan tema kafe keninian dan ini cukup jarang ada sehingga cukup menarik untuk dicoba, terlebih generasi saat ini yang sudah mulai banyak aware pada masalah kesehatan hidup. Jadinya tak kapok sama sekali bisa menikmati segala suguhan yang ada di sana, mulai dari jamu-jamunya, makanan dengan bumbu rempah, sampai tempatnya yang cozy.












Seperti di Cianjur kidul ini lho, ATM justru lebih banyak digunakan karena disini listrik sering mati internet juga mati
BalasHapusAda mbangking atau e wallet kalau ga ada internet, atau lola, bisa apa?
Begitulah sekarang saya tidak menggunakan mbangking jadinya. Kalau e wallet masih dipertahankan
ATM aja biar mau listrik mati atau enggak, genset di bank bisa jadi jaminan. Hehe...
Btw bener itu di Sukabumi ada konsep penjual seperti Mpon Brew ini memang unik pisan nya...
Atuda eta konsepnya kedai jamu dengan tema kafe kekinian dan ini cukup jarang ada walaupun di kota besar.
Wajah banget kalau jadinya cukup menarik, terlebih generasi saat ini yang sudah mulai banyak aware pada masalah kesehatan hidup. Jadinya tak kapok sama sekali bisa menikmati segala suguhan yang ada di sana, terutama dari jamu-jamunya itu
Belum tempatnya juga cozy. Ada buat baca buku sampai pajangan mainan jadul walaupun gak boleh disentuh pengunjung. Nostalgia mah boleh ya...
Jujur selama baca dari atas sampe bawah ngiler banget saya. Ngebayangin Mpon Brew ada di deket rumah kayanya saya bakal rajin bolak-balik deh. Thumbs up karena udah berani menyajikan makanan-makanan yang mungkin baru pertama kali dimakan sama pengunjung di sana. Saya penasaran banget sama nasi goreng mpon nya. Kalo dominan rasa kencur, wah pasti doyan banget deh karena ibu saya sering bikinin nasgor kencur pas kecil dulu. Tapi suka juga sama ayam kecombrang dan colenaknya. Jamu2 nya juga...aaaaarrrgh itu telang latte udah kebayang segernya di tenggorokan. Fix sih ini harus ada wishlist kalo main ke Sukabumi. thanks Mas udah review resto unik kaya gini.
BalasHapusWaaah mpon2 😍😍😄. Aku suka jamuuuuu. 😍. Krn memang udah dibiasakan dari kecil utk minum jamu sama mama. Awalnya beras kencur, trus naik ke kunyit asam. Tp aku ga doyan kalau janu yg udah dimodifikasi macam Telang latte itu mas. Memang ga akan aku coba hahahaha. tetep jamu itu LBH enak yg original ajalah.
BalasHapusUtk makanan juga kliatan enak yaa. Kecuali mie goreng kalau manis bgt, aku juga ga bakal suka 😅😅
Aku suka banget sih jamu-jamuan beginii. Mau itu beras kencur, kunyit asam atau yang lainnya. Apalagi yang bunga telang. Jatohnya kek minuman kekinian ya.
BalasHapusIh. sama. Aku juga rasanya pingin checkout gelas jamunya itu. Kiyowo sekali, kakak
Walau sekarang pembayaran Qris, kalau masa habis, saya buru-buru urus. soalnya ga bia narik uang. untung sekarang sekarang prosesnya cepat,
BalasHapusSaya juga kalau minum jamu paling jamu beras kencur dan air jahe, Mas. Dan kalau ke Acaraki di Kota Tua, jamu sudah kekinian. termasuk pakai Yogurt.
ini kedainya menarik ya, Mas. termasuk ada sudut bacanya, Saya penasaran dengan Nasi Ayam Kecombrang. soalnya belum pernah makan kecombrang. untuk kerupuk sebaiknya ditaruh di wadah, biar kesannya tidak penuh dan berantakan pada nasi goreng atau mie goreng,
Dari update kartu debit hingga kelayapan ke tempat yang asik seperti ini, mantul nih Kang. Apalagi daku demen banget sama limpahan kerupuk merah putih hehe, nikmat banget sih itu disantap dengan mi atau nasi goreng.
BalasHapusKalau minumnya, pun juga suka ada jamu, siapa tahu bisa sekalian pesan buat dibawa pulang. Yang minuman telang itu, daku baru engeh sama nama menu minumannya
Wuaaah, suka banget saya baca cerita Mas Yonal tentang mampir ke Kedai Jamu Mpon Brew ini, termasuk cerita tentang makanan yang dibagikan. Karena konsep kedai jamu dengan tema kafe kekinian seperti ini tuh persis seperti konsep bisnis kuliner yang ingin saya bangun sendiri. 😄
BalasHapusBtw, saya penggemar berat minuman tradisional lho. Saya juga rutin minum jamu, dan mungkin karena sudah terbiasa, saya merasa badan tetap terjaga. Bahkan di usia yang bentar lagi 50 ini masih lumayan langsing hahaha. 😁
Nah, memang dari dulu saya kepikiran untuk membangun kafe kekinian yang di dalamnya ada kedai jamu. Jadi begitu baca tulisan Mas Yonal ini, rasanya kayak sedang membaca cerita seorang blogger yang habis mampir ke kedai milik saya sendiri. Hahaha.
Tebak, saya sedang halu atau sebenarnya sedang punya POV sebagai calon pemilik kedai jamu sekaligus kafe? 🤣
Mantab inii, kedai jamu yang relevan dengan banyak kalangan.
BalasHapusKalo dulu jamu kan (biasanya) kerap diidentikkan dgn kalangan (menjelang) lansia.
Pokoke yg udah kelihatan ada gejala sering masuk angin gitu dahhh.
Padahal, jamu tu bagusss buat GenZ dan Gen Alfa juga kaann
Nah kalo ada Kedai Jamu Mpon Brew gini, niscaya anak-anak muda juga hepi ke sini
Kedai jamu yang dibikin dengan konsep kafe kekinian begini menurutku menarik banget Mas Yonnn, apalagi sekarang kan jamu mulai punya tempat di hati anak muda. Cieee.. :D
BalasHapusAku kalau jamu aku tuh suka, apalagi jamu suruh, sinom, atau kunyit asam, karena ibuk tuh suka bikin jejamuan di rumah. Nah yang bikin penasaran justru telang latte-nya, kayaknya kalau konsep latte aku masih familiar sama green tea latte gitu. Jadi penasaran sama telang latte-nya.. :D
Berawal dari urus kartu ATM, ekh ternyata lanjut makan siang di kedai jamu kekinian. Alhamdulillah banget nih di Jabodetabek juga mulai menjamur kedai jamu kekinian. Makin pada sadar sama gaya hidup sehat.
BalasHapusTempatnya Mpon Brew, ini nyaman sekali ya. Setiap sudut punya area estetik buat berfoto. Bahkan ramah untuk yang WFC juga? Ciamik sih.
Nah, favorit kita semua jamu beras kencur dan kunyit asem emang. Beneran, gelas jamu nya lucu pisan.
Wah, ada Telang Latte, kebayang sih kombinasi menarik antara bunga Telang dan susu murni. Ekh, ada yang beraroma kecombrang juga rupanya, wahhh sebagai pencinta kecombrang saya bakalan pesen ini menu kalau kesana sih.
Mantap ya porsi makanan beratnya juara pisan. Ekh ada colenak juga 🤩 the best sih.
Sebenernya paling males sih ngurus perpanjangan kartu debit tuh. Toh nabung dan ambil uang pun bs lewat HP. Bs pake QRIS jg. Praktis. Aku sih tim yg matiin kartu debit biar potongannya ga banyak2. Wkwkw.
BalasHapusBtw makin sadar kalau Sukabumi memang nggak ada habisnya buat urusan kuliner yang unik-unik ya kang.
Konsep Mpon Brew ini super menarik ya, memadukan suasana kafe kekinian yang cozy buat nongkrong atau Work From Cafe, tapi menu utamanya justru jamu tradisional yang menyehatkan.
Benar-benar cara cerdas buat ngenalin jamu ke anak muda biar nggak kalah pamor sama es kopi susu!
Aku pribadi paling ngiler pas baca deskripsi Nasi Ayam Kecombrang dan Nasi Goreng Mpon-nya. Perpaduan bumbu rempah dan wangi kencur di nasi goreng pasti ngasih sensasi rasa yang beda dari biasanya.
Apalagi ditutup pakai dessert Colenak legit bertabur keju, duh kombinasi tradisional dan modern yang pas banget tuh.
Fasilitas pojok bacanya juga pasti bikin pengunjung, termasuk anak-anak, anteng berlama-lama.
Oya Mas, kalau untuk Telang Latte-nya itu biasanya lebih enak disajikan dingin pakai es atau hangat ya? Aku aja aneh minum teh telang. Gimana kalo dibikin kamu yak? Mgkn blm terbiasa kali yak.
Saya juga termasuk orang yang suka beras kencur & kunyit asam karena rasanya segar dan sedap apalagi suasana di tempat ini tampak menyenangkannya dan makanannya posisi cukup besar sehingga mengenyangkan dan rasanya enak cuman saya penasarun ada lah Telang latte sebuah minuman fusion yang baru menurut saya dan menarik untuk dicoba
BalasHapusIni Ahmad Yani sebelah mana kang? Deket mana? Saya penasaran....soalnya ada jamu²...saya kan suka jamu wajib dicoba....saya mau telang latte sama kunyit asem....enaaak pasti ini....
BalasHapusSelalu menarik kalau ada konsep cafe yang berhasil membawa jamu tradisional jadi lebih kekinian. Pilihan jamunya cukup beragam juga yaa, mulai dari beras kencur, kunyit asam, sampai telang latte. Makanannya juga menarik yaa, banyak pilihan juga. Ditambah vibesnya nyaman dengan area WFC dan pojok baca, cocok lah buat nongki-nongki cantik sambil nyantai di sini.
BalasHapusKedai Jamu Mpon Brew ini menarik banget ya.. Kudu coba sih kalau ke Sukabumi..Seru juga melihat jamu dikemas dengan cara yang lebih kekinian, jadi terasa dekat dengan generasi sekarang tanpa kehilangan unsur tradisionalnya. Jadi penasaran dengan pilihan jamu dan rasa yang ada di sini. Kalau selera jamu saya seperti si bungsu ini nih, beras kencur.. karena hangat dan manis.. tapi beranjak dewasa tentu semua jamu udah dicoba dan pilih minum yang dibutuhkan khasiatnya saat itu
BalasHapuskonsepnya unik ya menyajikan menu jamu-jamuan untuk pengunjung apalagi di tengah serbuan kafe dengan minuman kopi dan matcha. kalau untuk selain jamu menu minumannya apa ya, mas?
BalasHapusJaman sekarang banyak tempat yang menjual jamu dengan konsep kekinian ya. Penasaran sama Telang Latte dan Nasi Ayam Kecombrang.
BalasHapusMpon Brew Sukabumi ini temoatnya juga nyaman. Cocok buat makan bersama keluarga.
Lucuu syekalii... printilan yang gemooyy...
BalasHapusDealing with inner child ini gak mudah yaa.. tapi kalau melihat in this economy, jadi uda bener. Huhuhu... meski kadang berpisah dengan realita itu berat.
Hadduuh.. panjang bener yaah..
Soalnya aku juga sukkaa.. hihihi..
Namanya yang unik dan kekinian, Mpon Brew jadi mudah diinget karena sangat represen dengan yang ditawarkan. Aku suka jamu jugaa.. kadang pingin yang rada strong gituu.. jangan cuma digodog ((kek extrem yaah.. kepinginanku??)) biar makin terasa after effectnya.
Telang ini kereen banget..
Kini dipadukan dengan latte. Yuummzz~