Senin kemarin Si Bungsu tak sekolah, tapi kita jalan-jalan ke Taman Cikiray dan juga ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukabumi.
Jadi ceritanya waktu Si Bungsu dirawat di rumah sakit beberapa waktu lalu, sekolah TK tempat dia belajar membuat list siswa yang akan ikut lomba kreasi clay. Karena kondisinya sedang sakit, maka kita belum bisa memutuskan anak untuk ikut lomba atau tidak.
Pas waktunya lomba kemarin kita tidak bisa ikut karena tidak mengisi list. Menyusul pun tak bisa, karena ternyata lomba ini sudah diplot menggunakan bahan clay kerjasasama dengan brand tertentu yang disiapkan sebelum lomba, termasuk piala keikutsertaan. Jadi memang tak bisa ikut kalau tidak mengisi list sedari awal, karena clay dan piala sudah disiapkan berdasarklan jumlah siswa yang mengisi list.
Karena tidak bisa ikut lomba inilah kita akhirnya jalan-jalan saja. Malam sebelumnya saya tanya, Si Bungsu mau main ke mana. Katanya pengen ke perpustakaan saja buat pinjam buku. Yo wis lah kita gaskeun.
Walaupun Hectic, But We Love Monday
Senin pagi kita tetap semangat walaupun terkadang hectic. Dua kakaknya sudah diantar ke sekolah di sekitar jam 06.30 pagi, pun dengan Si bungsu yang juga siap-siap, tapi dia siap-siapnya bukan untuk pergi ke sekolah, tetapi buat jalan-jalan. Tadinya mau diajak main ke indoor playground, tetapi Si Bungsu malah pengen ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukabumi.
Perjalanan dari rumah ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukabumi tak terlalu jauh, mungkin sekitar setengah jam perjalanan. Makanya walau Si Bungsu udah siap dari pagi, tapi kita berangkat di sekitar jam 8-an saja.
Detik-detik menuju perpustakaan, kita melewati Taman Cikiray yang terletak di samping Lapangan Bola atau Gelanggang Cisaat. Tiba-tiba Si Bungsu bilang ingin mampir dan main di taman ini. No problem, come on girl.
Ke Taman Cikiray sebelum ke Perpustakaan
Taman Cikiray tepat berada di samping utara Gelanggang Cisaat. Area tamannya tidak terlalu luas, tapi kalau dilihat sekilas dari jalan sepertinya cukup nyaman buat ngadem di bawah rerimbunan pohon yang ada di sana.
Dari informasi di web Warta Parahyangan, katanya taman ini dibangun pada tahun 2019 oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi dengan luas tidak lebih dari 400 meter persegi.
Alamat lengkap Taman Cikiray ada di:
Jalan Pasar Baru, Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi
Disambut Instalasi Terowongan Artistik
Saat datang dari gerbang sebelah barat, kita seakan-akan disambut dengan instalasi terowongan artistik dengan warna jingga terang yang berbentuk meliuk bersilangan. Buat yang suka selfie ala-ala, cukup instagramable juga spot di sini.
Instalasi ini membentuk lorong yang tak terlalu lebar yang bagian bawahnya dibuat jalan setapak dengan paving block untuk kenyamanan para pengunjung.
Di kanan kiri terowongan artistik ini berdiri gagah pohon-pohon yang membuat suasana jadi lebih adem di tengah-tengah musim kemarau yang panjang ini. Jadinya sinar matahari lebih terfilter dengan dedaunan dari pohon ini sehingga suasananya jadi lebih sejuk dan nyaman.
Tapi karena saat ini masih dalam kondisi kemarau yang belum berakhir, tanah di sekitar Taman Cikiray tampak gersang dengan warna coklat kemerahan.
Bola Dunia yang menjadi Ikon Taman Cikiray
Masuk lebih dalam lagi ke Taman Cikiray, kita akan melihat ada globe raksasa yang terbuat dari besi hitam di bagian tengah taman. Di bagian tengah bola dunia ini ada tulisan Taman Cikiray yang berbentuk melengkung dan berwarna kuning.
Bola dunia ini ditopang oleh tiang besi berwarna putih yang tak terlalu tinggi. Kemudian bawahnya berbentuk seperti pot besar bundar dengan menggunakan motif batu alam berwarna hitam yang ditata random. Di bagian belakang globe ini tampak sebuah pohon besar dan juga dinding vertikal garden dengan ratusan pot kecil yang digantung di pagar besi berwarna hijau yang menambah suasana jadi lebih adem.
Sayang sepertinya globe ini kurang perawatan, sehingga tampak warna cat kuningnya sudah memudar pada tulisan Taman Cikiray, padahal ini adalah landmark yang jadi ikon taman ini. Yang membuat kita jadi kurang nyaman juga ternyata ada motor yang terparkir di dalam kawasan taman, tepat di samping bangunan bola dunia ini. Padahal di luar area taman tersedia tempat parkir, walaupun tak terlalu luas. Ah, ada-ada saja kelakukan anomali warga +62 ini.
Alternatif Ngegym Ala-ala dengan Alat Olahraga Outdoor
Untuk teman-teman yang suka olahraga, Taman Cikiray ini menyediakan beberapa alat olahraga outdoor yang bisa kita manfaat kan seperti chest press dan cross trainer. Beberapa kali lewat taman ini sering juga lihat orang-orang yang sedang mencoba beberapa alat yang tersedia.
Namun sekali lagi, sangat disayangkan perawatan alat-alat olahraga outdoor ini sepertinya tidak maksimal, karena terlihat lapisan warnanya sudah mulai terkelupas, berkarat dan bahkan sebagian ada yang rusak.
Harapan untuk Taman Cikiray
Yang membuat Si Bungsu betah di Taman Cikiray adalah karena dia bertemu dengan beberapa ekor kucing yang sedang main-main di sana. Si Bungsu memang pecinta kucing, makanya kalau bertemu kucing di mana pun, pasti ia sempatkan menyapanya.
Setelah asyik bermain dan menikmati suasana di Taman Cikiray kita beranjak ke Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan atau Diarpus Kabupaten Sukabumi yang lokasinya lebih kurang 50 meter. Di perpustakaan Si Bungsu langsung ke ruang baca anak, mencari dua buku untuk dipinjam dan juga bermain-main di mini playground perpustakaan sebelum kita kembali pulang ke rumah.
Tentang Taman Cikiray sendiri, ini adalah taman kota yang kecil, sederhana, namun cukup fungsional, apalagi kalau fasilitas-fasilitas yang ada dirawat dengan baik. Taman ini cocok untuk menepi sejenak, beristirahat, ngadem pagi atau sore-sore dan atau mengajak anak-anak bermain. Suasananya adem, hijau dan teduh.
Suasana di Taman Cikiray ini hangat, walaupun jauh dari kemewahan. Olahraga ringan bisa kita lakukan di sini, bahkan kucing-kucing saja tampak merasa nyaman dan aman bermain-main di beberapa titik taman.
Sebenarnya pas kita datang pun tampak dua petugas kebersihan yang sedang menyapu di area taman, kemudian tempat sampah tersedia cukup, bahkan dengan spesifikasi tempat sampah organik dan non-organik. Tapi memang fasilitas lainnya seperti landmark bola dunia dan beberapa alat olahraga di sana sebaiknya diperhatikan juga agar lebih proper.
Mudah-mudahan Taman Cikiray mendapat perhatian yang lebih layak kedepannya dari dinas terkait yang menjadi pengelolanya, agar masyarakat yang datang ke sana dapat menikmati dan menggunakan seluruh fasilitas yang ada dengan maksimal. Pun dengan masyarakat, harus pula ikut menjaga fasilitas publik ini agar semua sarana prasarana di Taman Cikiray tetap bisa dinikmati dan digunakan bersama-sama.








Posting Komentar