Seedbacklink
BloggerHub

Bertemu Lutung Budeng di Kawasan Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Beberapa hari lalu, tepatnya 1 hari sebelum memasuki bulan Ramadan keluarga kami dan para santri putri jalan-jalan ke Curug Sawer yang berada di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Sukabumi. Jalan-jalan kita kali ini dalam rangka Munggahan atau biasa juga disebut Papajar, yaitu acara kumpul keluarga sebelum Ramadan yang biasanya diisi dengan acara makan bersama atau botram dalam Bahasa Sunda.

Dalam perjalanan menuju Curug Sawer ini kita bertemu dengan Lutung Budeng yang bergelantungan bebas di atas pohon. Beberapa anak-anak excited melihatnya, beberapa malah ketakutan, takut Lutung turun menghampiri katanya.

Lutung Budeng yang kita lihat bukan 1 atau 2, tapi lumayan banyak. Berkelompok. Mereka bergelantungan, berpindah dari satu dahan ke dahan pohon lainnya di bagian ekosistem hutan kanopi.

Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang biasa disingkat dengan TNGGP adalah kawasan cagar alam yang berada di Provinsi Jawa Barat. Taman Nasional ini memiliki luas lebih kurang 24.000 hektar yang meliputi beberapa wilayah, mulai dari Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Bersyukur sekali kita tinggal di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi yang merupakan salah satu wilayah dari TNGGP ini. Jadinya kita dengan mudah bisa menikmati indahnya alam yang terjaga flora dan fauna nya, termasuk Lutung Budeng yang kita temui saat perjalanan ke Curug Sawer.

Wilayah Kecamatan Kadudampit yang termasuk ke dalam TNGGP ini adalah area wisata alam Situ Gunung. Di kawasan wisata alam ini ada banyak yang bisa kita nikmati mulai dari danau, beberapa air terjun, sampai jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara.

Menurut informasi di situs Kementerian Kehutanan, di TNGGP ini terdapat beragam flora dan fauna yang unik seperti:

  • 1.500 species tumbuhan berbunga
  • 400 species paku-pakuan
  • 120 species lumut
  • 300 species tumbuhan obat
  • 75 species reptilia
  • 20 species ampibia; dan
  • 110 species mamalia
Alhamdulillah, banyak sekali ternyata hewan dan tumbuhan yang ada di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan ini patut disyukuri, terlebih oleh kami yang tinggal dekat dengan kawasan TNGGP.

Mengenal Lebih Dekat Lutung Budeng

Lutung Budeng

Lutung Budeng atau biasa juga dikenal dengan Lutung Jawa ini memiliki bahasa Latin Trachypithecus auratus. Lutung atau dalam bahasa lainnya juga disebut langur adalah hewan endemik yang bisa kita temukan di pulau Jawa, Bali dan Lombok. Teman-teman yang hobi hiking atau trekking ke beberapa gunung mungkin bisa bertemu dengan primata ini di jalur perjalanan di ketiga pulau ini.

Di Jawa Barat sendiri Lutung Budeng bisa temukan di beberapa titik. Selain di daerah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Lutung Budeng juga tersebar di sekitar Taman Nasional Gunung Ciremai atau TNGC yang meliputi wilayah Kuningan, Majalengka dan Cirebon.

lutung kasarung

Saat kemarin kita bertemu Lutung Budeng di jalan menuju Curug Sawer, ciri yang sangat jelas kita lihat adalah warnanya yang hitam legam. Ini berarti lutung yang kita temui adalah lutung dewasa, karena kalau masih anak-anak, lutung cenderung memiliki warna orange.

Di situs kebun binatang Gembira Loka ada juga informasi tambahan tentang ciri Lutung Budeng ini selain berwarna hitam legam, yaitu hewan ini bersifat diurnal atau aktif di siang hari dan juga abroreal atau hidup di pohon secara berkelompok dan memakan daun dan atau buah-buahan. Pantas saja pas kita lihat kemarin tidak 1,2 yang kita temui, tapi lumayan banyak dalam jumlahnya dan berkelompok.

Legenda Lutung Kasarung

Lutung Kasarung

Di Tanah Sunda sendiri lutung sering dikaitkan dengan legenda atau dongeng rakyat Lutung Kasarung. Ceritanya tentang dua orang putri dari kerajaan Sunda yang dipimpin Prabu Tapa Agung. Kedua putri ini bernama Purbasari dan Purbararang.

Walau bersaudara, Purbasari dan Purbararang memiliki sifat yang bertolak belakang. Purbasari dikenal baik, sedangkan Purbararang sebaliknya, jahat.

Karena sifat iri dengkinya, Purbararang membuat siasat jahat agar Purbasari diusir dari kerajaan. Purbasari di buang ke hutan atas fitnah keji dari saudaranya sendiri.

Di hutan, Purbasari bertemu seekor lutung. Yang mana sebenarnya lutung ini adalah seorang pangeran dari kayangan yang dikutuk turun ke bumi. Nama Pangeran ini adalah Sanghyang Guruminda. Karena turunnya dari kayangan menuju bumi ini maka ia dikenal dengan nama Lutung Kasarung. Kasarung sendiri adalah Bahasa Sunda yang artinya tersesat.

Purbasari berteman dengan Lutung Kasarung sampai akhirnya ia tahu bahwa Lutung Kasarung adalah seorang pangeran. Mereka berdua kembali ke kerajaan untuk meluruskan masalah dan fitnah yang menimpa Purbasari yang didalangi oleh Purbararang.

Jelajahi Alam dan Temukan Sejuta Ilmu di Dalamnya

Jelajah Alam

Wisata alam tak hanya tentang pemandangan indah yang memanjakan mata. Tapi didalamnya akan banyak ilmu yang bisa kita dapatkan.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango adalah salah satu pilihan untuk kita belajar mengagumi indahnya alam ciptaan Tuhan. Kita bisa memilih jalur via Bogor, Sukabumi, atau pun Cianjur untuk hiking atau trekking menjelajah setiap keunikan flora dan fauna yang ada di kawasan TNGGP ini.

Bisa jadi teman-teman juga bertemu dengan Lutung Budeng, salah satu species primata yang ada di TNGP ini. Sepengalaman kemarin waktu kita melihat kawanan Lutung Budeng ini ada rasa takjub dengan ragam nya makhluk ciptaan Tuhan dan juga rasa syukur Lutung Budeng di TNGP ini cukup terlindungi karena memang secara status lutung ini sudah masuk pada kategori rentan atau Vulnerable. Itu kenapa Lutung Budeng ini termasuk hewan yang dilindungi oleh Undang-undang di negara kita.

20 komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke laman lisenzia.com. Semoga bermanfaat, ya
  1. Tapi ada yang banyak orang belum tau nih Pak Yonal. Bahwa diantara Purbasari dan Purbarara, di kelarga mereka tuh masih ada 1 adik laki-laki yang kelak memegang keuangan. Namanya adalah.. Purbaya. Hahahahaha.

    Duh, ini udah tulisan gunung gede pangrango dari pak yonal yang kesekian, makin mupeng nih saya paaaaak. Rasanya rindu sekali ini kaki bertemu dengan tanah hutan dan air mengalir dari sungai yang alami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. astaga langsung ngakak aku baca komentarnya mas Fajar. Kirain beneran tadi ada saudara laki-lakinya. hihi. Aku baca nama lutung juga ingatnya langsung ke lutung kasarung ini

      Hapus
  2. Semoga lutung ini benar2 terlindungi di taman nasional sana ya mas. Hari ini nangiiis banget, baca berita ttg gajah mati kesetrum pagar listrik tekanan tinggi di Sumatra 😭. Padahal dia cuma lapar . Banyak lagi cerita hewan2 di taman nasional yg kelaparan, lalu turun ke perumahan warga, yg ada malah dibunuh.

    Pernah kebaca juga seekor monyet atau orang utan yg jadi korban. Sedih baca yg begitu. Lutung ini pandai hewannya. Semoga populasinya semakin banyak, dan hutannya tetap terjaga. Sehingga ga perlu hrs masuk ke perumahan warga

    BalasHapus
  3. Setuju banget dengan bagian jelajahi alam dan temukan sejuta ilmu di dalamnya. Aku sudah cukup membuktikan hal itu. Thanks Lord di beri kesempatan untuk sering bertemu dengan alam, jadi makin mengerti bagaimana hidup mengatur alurya.

    WOW 1.500 species tumbuhan berbunga, makin menggoda sekali ini si gunung gede pangrango ya. Sepertinya kalau kesana ga cukup seminggu untuk bisa menikmati segala keindahan dan hal lain ada di dalamnya. Sangat menarik.

    BalasHapus
  4. Udah lama di Jakarta dan berkali2 jalan ke Bogor, blm pernah nih ke Gede Pangrango. Padahal temen tuh udh nyarain banget ke sana. Bkn naik gunungnya sih walau suka jg. Tapi ke taman margasatwa spt ini, sekalian lihat koleksi flora fauna-nya. Masak cuman muter Kebon Raya doank wkwk.

    Cerita Lutung Kasarung ini emg melegenda. Cocok jadi ide cerita drachin yang lagi viral. Seharusnya sineas kita bs memproduksi legenda rakyat spt ini biar memasyarakat lagi di kalangan anak2 dan remaja.

    BalasHapus
  5. Kalau denger lutung yang kuingat emang lutung kasarung mas. Hehehe...

    Dan Lutung ini salah satu hewan yang hampir jarang terlihat. Daripada monyet dan orang utan, lutung ini langka sekali mungkin nggak semua taman nasional punya Lutung mungkin ya Mas.

    Terkakhir masuk kawasan taman nasional, saya di Baluran juga lebih banyak melihat monyet² liar. Ketika bisa melihat lutung jadi bener² amaze banget kukira. 🥰🥰

    BalasHapus
  6. saya seumur-umur belum pernah melihat penampakan langsung lutung, Mas. Dan tenryata kalau lutung dewasa itu bulunya hitam ya, sedangkan yang lutung muda buluya oranye. Wajar sih kalau banyak anak-anak santri takut, karena lutung ini bergerombol. Nah, kisah Lutung kasarung itu juga dikaitkan dengan Goa Jatijajar di Kebumen, Mas. Makanya dalam goa ada diorama Lutung Kasarung.

    BalasHapus
  7. Setuju sangat daku menjadikan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini sebagai wisata edukasi yang bermanfaat. Dari jaman sekolah, kalau gak salah inget di buku ada dijelaskan demikian hehe. Apalagi memang selain pemandangan di sana yang apik, ada lutung pula yang jadi ikoniknya.

    BalasHapus
  8. Hmm... sungguh sangat menyenangkan bisa lihat Lutung dalam wujud asli
    Selama ini cuma tahu gambarannya dari film Lutung Kasarung
    Bakalan sibuk motret nih kalau posisinya saya di sana juga

    BalasHapus
  9. Kawasan Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, ini beneran sangat edukatif dan luas. Selain itu tempat bermukimnya banyak spesies langka juga. Senang sekali, dalam perjalanan botram bisa ketemu sama lutung budeng.

    Terakhir kesana, apa masih kuliah buat hiking. Semoga saja kawasan ini tetap terjaga dan beneran diperhatikan dari segi kebersihan serta merawat satwa dengan sebaik mungkin supaya tidak punah dan yap, legenda Lutung Kasarung sangat melegenda pisan di kalangan orang Sunda.

    Liburan ke alam, banyak yang didapatkan selain ketenangan, bahkan banyak ilmu yang bertebaran minta dikaji, Masha Allah.

    BalasHapus
  10. Asik sekali bisa bertemu dengan bertemu dengan Lutung Budeng penghuni Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, seakan menyapa dan mengucapkan selamat datang. Beneran bisa menikmati suasana dan keindahan alam disana

    BalasHapus
  11. Kirain tadi "budeg" yang artinya "nggak bisa mendengar" dalam Bahasa jawa ternyata "budeng" :D
    Ooo jadi kalau warnanya udah hitam2 berarti lutungnya udah dewasa ya, kalau masih agak oranye berarti masih anak2?
    Yeah, cerita Lutung Kasarung ini terkenal sekali zaman masih anak2 dulu. Kyknya pertama kali membacanya di majalah Bobo hehe.
    Gunung Pangrango ini selalu mengingatkanku sama salah satu merek air mineral yang terkenal hehe.
    Ternyata di Sukabumi juga ada spot2 trekking yang menarik yaa, seperti di Bogor.

    BalasHapus
  12. Setiap baca lutung pasti langsung teringat kisah Lutung Kasarung. Saya yang sejak kecil suka cerita rakyat familiar sekali dengan cerita itu.

    Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini luas sekali ya. Sampai masuk 3 wilayah. Suka sama suasananya yang alami. Semoga di sana lutung budeng bisa hidup dengan damai.

    BalasHapus
  13. Begitu baca judul artikelnya tentang Lutung Budeng, saya juga jadi teringat dengan cerita rakyat Lutung Kasarung. Taman Nasional Gede Pangrango ini cukup luas ya, daerah kosnservasi alam yang dilindungi dan harus kita lestarikan bersama. Curug sawer tempat yang asri dan bikin betah, apalagi kalau ke sini pas papajar sebelum Ramadan. Jadi pengalaman berkesan pastinya.

    BalasHapus
  14. Seru juga jalan jalan ke tempat pelestarian seperti ini
    Senang ya bisa lihat lutung secara langsung dari habitatnya
    Semoga kelestariannya tetap terjaga

    BalasHapus
  15. Pernah beberapa kali ke sana dan takjub dengan pemandangannya.. ternyata ada spesis lutung Jawa yaa bahagia banget melihat mereka bebas bercengkrama di alam bebas semoga terjaga selalu habitat mereka di alam.. tidak dirusak manusia serakah..

    BalasHapus
  16. Memang buat yang baru-baru mengenal lutung budeg, lumayan ngeri sih. Masih ada legenda lutung kasarung dan purbasari ya. Dulu aku suka sekali baca legenda begini

    BalasHapus
  17. Baru tau ini di Pangrango ada lutung budeg. Kalau ke taman hutan gitu satwa sejenis seperti monyet sering menampakkan diri ya. Ada juga yang nakal mengganggu dan mencuri isi tas pengunjung. Salah satunya yang di taman hutan raya Bandung sini

    BalasHapus
  18. Saya belum pernah bertemu dengan lutung Budeng ini. Dia ada di kawasan Situgunung kan kang? galak gak lutungnya? takut aja gitu tiba-tiba dia nangkep dari belakang hehehe.....besar sepertinya yaa lutungnya

    BalasHapus
  19. Lutung kasarung, saya dulu waktu kecil suka banget sama legendanya. Sekilas cerita mungkin mirip dengan pangeran kodok ya, bedanya lutung ini dari langit. Ah, jadi nostagia.

    BalasHapus