Erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa hari lalu memberikan dampak luar biasa pada beberapa sektor, termasuk pembatalan penerbangan oleh beberapa maskapai di beberapa bandara. Salah satu yang viral di media sosial adalah batalnya penerbangan puluhan jamaah umroh yang sudah bersiap-siap berada di bandara Soekarno Hatta untuk menuju Tanah Suci. Banyak jamaah yang memahami alasan pembatalan penerbangan ini, namun ada juga yang sampai marah-marah karena merasa terdzalimi dengan situasi yang terjadi.
Peristiwa batalnya penerbangan jamaah umroh ini mengingatkan akan pengalaman serupa ketika saya dan ibu akan berangkat umroh setelah Idulfitri kemarin. Yang kami alami bukan sekali pembatalan, tetapi dua kali.
Kalau yang terjadi saat ini pembatalan penerbangan karena alasan bencana alam, lain halnya waktu yang kami alami, alasannya adalah karena situasi geopolitik yang sedang memanas, yaitu peperangan antara Iran dan Amerika yang berdampak juga pada negara-negara di sekitarnya, yaitu negara-negara di Jazirah Arab, termasuk Arab Saudi di dalamnya.
Tapi sungguh, banyak hikmah yang kami rasakan dari kejadian pembatalan penerbangan umroh ini. Ini di luar kuasa manusia, sehingga plot twist-nya berakhir bahagia.
Cerita Pembatalan Penerbangan Umroh
Saya dan ibu berencana untuk melakukan perjalanan umroh di bulan Syawal, tepat 7 hari setelah hari raya Idulfitri. Dari sebelum Ramadan pun saya sudah mempersiapkan dengan membuat paspor umroh dan juga ikut manasik dengan 45 jamaah lainnya serta puncaknya di penghujung bulan Ramadan mempersiapkan koper dan tas kabin yang akan dibawa selama menjalankan ibadah umroh.
Namun berita internasional viral di ujung Ramadan. Perang antara Amerika dan Iran meluas ke negara-negara di sekitarnya. Iran menyerang pangkalan militer Amerika yang berada di negara-negara Timur Tengah, termasuk Riyadh yang berada di Arab Saudi.
Dampak dari situasi geopolitik yang memanas ini membuat jadwal penerbangan ke negara-negara di Timur Tengah terganggu. Banyak jamaah umroh yang akhirnya tidak jadi berangkat untuk umroh Ramadan, juga tak sedikit jamaah yang tak bisa pulang ke tanah air sampai terlunta-lunta di bandara Jeddah beberapa hari.
Kabar ini sedikit banyak membuat kita jadi harap-harap cemas. Bagaimana dengan rencana penerbangan kita?
Pembatalan Penerbangan Pertama
Tiga hari setelah lebaran, di grup WA jamaah umroh, pengurus travel umroh yang kita ikuti menginformasikan bahwa penerbangan umroh dibatalkan oleh Qatar Airways. Akhirnya, apa yang kami cemaskan terjadi juga.
Obrolan dilanjutkan di Zoom Meeting untuk membahas tindak lanjutnya. Travel umroh menawarkan untuk refund dana umroh, jadwal ulang umroh selanjutnya atau menunggu kabar terbaru sembari mereka mencari alternatif tiket lainnya.
Dari 47 calon jamaah umroh, 10 orang memutuskan untuk reschedule dan 37 sisanya termasuk saya dan ibu menunggu pihak travel umroh mengikhtiarkan alternatif tiket penerbangan lainnya.
Selang satu hari, pihak travel umroh menginformasikan bahwa mereka mendapat tiket pengganti. Tetap menggunakan Qatar Airways, tetapi kali ini transit di Malaysia.
Saya langsung mendiskusikan perihal ini dengan Ibu. Kata beliau bismillah kita ikuti saja.
Pembatalan Penerbangan Kedua
Kita kembali menyiapkan barang-barang yang akan dibawa umroh. Satu koper untuk di bagasi dan satu tas kecil untuk kami bawa di kabin.
Namun keesokan harinya pihak travel mengabarkan di grup WA kalau rencana penerbangan kali ini pun kembali dibatalkan karena situasi geopolitik yang kembali memanas.
Kita tak bisa berbuat apa-apa dan memahami benar kalau pembatalan ini bukan tanpa alasan. Tapi kalau ditanya stress nggak? Jelas lah! Bayangkan saja, dua kali batal terbang untuk umroh.
Kembali kita diskusi di zoom meeting. Pihak travel kembali menawarkan opsi untuk pengembalian dana, reschedule umroh di musim berikutnya atau menunggu pihak travel mencarikan alternatif tiket lainnya.
Hampir semua jamaah tak memberikan jawaban pasti. Mungkin karena situasi yang melelahkan pikiran dengan pembatalan penerbangan yang beruntun ini.
Akhirnya Terbang juga, tapi..
Dua hari berselang dari pembatalan penerbangan kedua, kami mendapat informasi kembali kalau travel mendapatkan tiket baru untuk ketigakalinya. Kali ini penerbangan dengan Qatar Airways, dengan transit di Qatar 1 hari.
Tapi.. tiket kepulangan untuk rencana umroh 9 hari kami sudah penuh, jadi tidak bisa pulang di hari tersebut. Kemudian travel mendapatkan tiket kepulangan untuk beberapa hari berikutnya. Beruntung infomasi itu disampaikan ketika belum berangkat, jadinya para jamaah bisa mempertimbangkan untuk terus berangkat atau mundur dengan opsi lainnya seperti refund atau reschedule.
Dari 37 calon jamaah, 2 mengundurkan diri dan memilih menjadwal ulang tanpa tambahan biaya. Sedang saya setelah berdiskusi dengan ibu akhirnya terus lanjut dengan menambah biaya untuk tambahan beberapa hari sebelum pulang ke tanah air.
Hikmah Pembatalan Penerbangan
Beruntung kami mendapatkan travel umroh yang amanah dan terbuka dalam mengkomunikasikan apapun yang terjadi di lapangan. Tanggung jawabnya juga luar biasa, karena ketika tiket dibatalkan oleh pihak maskapai, pihak travel mempunyai beberapa alternatif solusi yang ditawarkan kepada setiap jamaah dan semua pilihan solusi tersebut jelas tidak merugikan kedua belah pihak.
Hikmah yang kami dapatkan dari pengalaman kami mengalami pembatalan penerbangan oleh maskapai saat akan umroh adalah bisa terbang akhirnya ke tanah suci dalam kondisi aman dan nyaman menggunakan Qatar Airways. Bahkan karena menggunakan maskapai ini kami transit dulu di Doha dan menikmati salah satu hotel terbaik di Doha, kuliner serta wisata di sana yang awalnya sama sekali tak ada dalam rencana perjalanan umroh.
Bagian terbaik lainnya adalah ketika kita direncana awal hanya ikut program 9 hari, tetapi akhirnya menjadi 2 pekan karena pembatalan tiket kepulangan dan mencari tiket alternatif lainnya. Walaupun harus membayar biaya tambahan, tetapi sungguh, menambah hari di Mekah dan Madinah itu sungguh menjadi salah bagian terbaik yang saya pribadi alami.
Pastinya akan selalu ada pelajaran yang bisa kita petik di setiap momen dalam hidup ini dan bagi saya dan ibu pengalaman pembatalan penerbangan umroh beberapa kali ini mengajarkan tentang sabar, nerimo, ikhtiar dan akhirnya memetik hikmah yang luar biasa. Ini selalu jadi tema obrolan ringan saya dengan ibu kalau teringat perjalanan umroh kami, karena menjadi sangat memorable dan menjadi salah momen yang diingat betapa Allah benar-benar telah menyiapkan skenario terbaik dalam hidup sebagai tanda sayang-Nya pada kita semua.






Posting Komentar