Seedbacklink
BloggerHub

Kunjungan ke Kebun Kurma Madinah Vadi Bhutan

Kebun Kurma Madinah Vadi Bhutan

Salah satu city tour yang umumnya diberikan oleh travel umroh saat melaksanakan perjalanan ibadah umroh adalah kunjungan ke kebun kurma. Itu pula yang saya lihat dalam itinerary perjalanan sebelum berangkat umroh beberapa waktu lalu.

Saat waktunya tiba ketika kita sedang berada di Madinah, rencana kunjungan ke salah satu kebun kurma di Madinah kembali diinformasikan pada malam hari oleh tour leader di grup WA. Maka paginya kita sudah bersiap di lobi hotel setelah sarapan untuk menaiki bus yang akan membawa kita city tour ke beberapa tempat, termasuk ke kebun kurma di Madinah.

Ke Masjid Quba Sebelum ke Kebun Kurma Vadi Center di Madinah

Ketika keluar dari lobi Astoneast Taiba Hotel Madinah sudah ada bus yang menunggu kita. Setiap akan city tour alhamdulillah disediakan bus yang nyaman oleh travel umroh, belum lagi selama perjalanan city tour selalu tak tertinggal makanan ringan dan juga minuman.

Tujuan pertama kita adalah ziarah ke Masjid Quba yang lokasinya tak jauh dari Masjid Nabawi. Kita dipilihkan waktu pagi hari karena kata tour leader biar tak terlalu padat di Masjid Quba-nya.

Keutamaan Masjid Quba

Dan benar saja, Masjid Quba relatif masih senggang ketika pagi. Di sana kita salat sunat 2 rakaat seperti yang dianjurkan Nabi dengan wudhu dari tempat kita menetap, agar memiliki pahala seperti pahala umroh.

Setelah selesai dari Masjid Quba kita kembali ke bus untuk menuju Kebun Kurma Vadi Bhutan. Bertepatan kita akan berangkat dari Masjid Quba, banyak bus lain berdatangan sehingga dari parkir dan taman depan Masjid Quba mulai tampak penuh. Alhamdulillah kita berangkat lebih pagi sehingga suasana di sana relatif masih lenggang.

Lokasi Kebun Kurma Madinah Vadi Bhutan

Cukup banyak ternyata kebun kurma yang bisa dikunjungi saat city tour di Madinah ini, yang salah satunya adalah Vadi Bhutan Hurma Dunyasi. Untuk alamat lengkap perkebunan kurma Madinah Vadi Bhutan ini ada di:

Wadhi Buthan 7006, Madinah 42316, Arab Saudi

Lokasinya tak terlalu jauh dari Masjid Nabawi atau dari Masjid Quba. 

Vadi Bhutan: Kebun Kurma di Madinah Rasa Indonesia

Vadi Bhutan Hurma Dunyasi

Perjalanan dari Masjid Quba menuju Perkebunan Kurma Vadi Bhutan tak terlalu memakan waktu. Lebih kurang 20 menit sudah sampai di lokasi. Nama lengkap perkebunan kurma ini adalah Vadi Bhutan Hurma Dunyasi. Tapi karena namanya kepanjangan, jadi lebih terkenal dengan nama Vadi Bhutan.

Ketika turun dari bus dan menuju gerbang depan kebun kurma vibe-nya seperti ada Indonesia-nya, karena orang-orang yang berada di perkebunan ini banyak yang menggunakan Bahasa Indonesia. Tidak hanya itu, ternyata ada beberapa pedagang di area sana yang menjajakan makanan dan minuman khas Indonesia, seperti kopi dari jenama Kapal Api dan Good Day.

Jajanan Khas Indonesia di Vadi Bhutan

Saya menawari ibu beberapa jenis jajanan. Katanya bakso perkebunan kurma Vadi Bhutan ini terkenal enaknya. Tapi ternyata ibu menolak dengan halus tawaran bakso. Beliau lebih memilih duduk istirahat di kursi di bawah rimbunnya pohon-pohon kurma yang berjejer gagah.

Jajanan Khas Indonesia di Vadi Bhutan

Selagi ibu istirahat saya izin untuk melihat jajanan khas Indonesia lagi. Eh, ternyata ada yang jualan bakwan alias bala-bala dalam Bahasa Sunda. Aromanya sungguh menggoda.

Saya beli bakwan. Harganya dipaket 10 SAR untuk 5 buah bakwan. Ya, itung-itung 10 ribu lah 1 bakwan 😅 Walaupun sepertinya mahal kalau dibandingkan dengan harga di Indonesia, tapi memang jarang kan bisa bertemu dengan bakwan di tanah Arab.

Bakwannya sudah plus dikasih rawit, ya. Dan, alhamdulillah ibu juga mau dong mencoba bakwan yang saya beli. Guess what? Bakwannya enak, lho. Rasanya benar-benar seperti sedang di Indonesia. Cukup berbeda dengan bakwan sewaktu di Snood Ajyad Mekah.

Gamis dan Abaya dengan Harga Kompetitif

kebun kurma di arab saudi

Selain jajanan khas Indonesia, banyak juga para pedagang pakaian, baik gamis maupun abaya. Lagi-lagi banyak di antara pedagang pakaian ini yang fasih berbahasa Indonesia. Jadinya ini seperti Tanah Abang cabang Madinah.

Harga-harga pakaian yang ditawarkan cukup terjangkau, di kisaran 100-150 ribu. Oh iya, banyak ternyata pedagang di Madinah yang menerima mata uang rupiah kalau kita berbelanja. Entah, ya, kalau mata uang asing lainnya, apakah mereka menerima juga?

Beragam Jenis Kurma dan Buah Tangan Khas Arab

lokasi kebun kurma di Madinah

Selain melihat-lihat rimbunnya pepohonan kurma di Vadi Bhutan ini ada juga toko oleh-oleh yang didominasi oleh berbagai jenis kurma, mulai dari kurma ajwa, sukari, sampai medjool pun tersedia. Yang lainnya seperti kismis, air zamzam dan segala pernak pernik khas Arab juga banyak tersedia.

Kembali ibu saya tawari untuk berbelanja apa-apa yang ia mau. Tapi seperti biasa, beliau menolak dengan halus. Katanya tak usah.

Begitulah ibu. Beliau ada sosok yang tak mau merepotkan, bahkan pada anaknya sendiri. Padahal kan kita ingin berbakti semampu kita. Tak merasa direpotkan sama sekali.

Tapi memang ibu pernah bilang, ditemani dalam perjalanan umroh saja sudah bahagianya luar biasa. Karena niatnya ingin beribadah, katanya memang beliau tak terlalu bersemangat untuk berbelanja atau membeli apa-apa untuk dirinya selama umroh ini.

Kesan Mengunjungi Kebun Kurma di Madinah

Kesan Mengunjungi Kebun Kurma Madinah

Saya kok jadi kepikiran. Kalau di Arab Saudi perkebunan kurma bisa menjadi tempat wisata, kenapa di Indonesia kebun sawit tidak meniru hal serupa, ya? Ah, sudahlah.

Selama perjalanan pulang dari perkebunan kurma ini saya berpikir. Kreativitas dan inovasi untuk menjadikan kebun kurma sebagai tempat agrowisata layak diacungi jempol. Ditambah dengan tersedianya fasilitas toko oleh-oleh dan beragam stand jajanan menjadi poin plus.

Pengelola di Vadi Bhutan walaupun katanya berasal dari Turki tapi sepertinya paham benar hobi belanja jamaah Indonesia. Itu kenapa banyak pedagang di sana yang bisa berkomunikasi baik dasar maupun fasih dalam menggunakan Bahasa Indonesia. Tak hanya bahasa, banyak juga penganan khas Indonesia yang bisa kita nikmati.

Ah, tapi lucunya saya ke kebun kurma, tapi tak membeli kurma. Eh, malah jajan bakwan 😄

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke laman lisenzia.com. Semoga bermanfaat.